Dia Adik Kelasku

Dia Adik Kelasku
Salting


      Sudah beberapa hari ini aku merasa ada yang berubah dari diriku. Aku kadang suka salting sendiri kalau ketemu Jen, padahal aku gak pernah kayak gini kalau ketemu cowok. Pagi ini aku ke sekolah dengan full senyum karena selain bisa liat Jen hari ini juga tidak ada guru yang mengajar d kelas alias jam kosong. Alisa hari ini tidak sekolah makanya aku sendirian.


"Ah malas, lagian gak ada mapel juga kok".Begitulah jawaban Alisa saat aku membangunkannya untuk ke sekolah.


       Tiba di sekolah belum banyak siswa yang datang, kurasa pasti banyak yang berpendapat seperti Alisa. Dan dugaanku memang benar, banyak siswa yang tidak hadir apalagi teman-teman kelasku. Aku duduk di bawah pohon rindang tempat Jen dan teman-temannya kadang nongkrong. Tapi hari ini tidak satupun dari mereka yang menampakkan barang hidungnya. Aku mengeluarkan ponselku dan ternyata tidak ada notifikasi dari siapapun.


" Ohiya, aku kan gak punya pacar ngapain ngambil handphone".Kataku geli sendiri. Akhirnya aku mengeluarkan komik kesukaanku dan melanjutkan membaca episode yang kubaca kemarin. Tidak lama kemudian aku mendengar suara orang tertawa, saat aku menoleh ke arah suara itu aku melihat Jen dan teman-temannya berjalan ke arahku. Aku ingin beranjak dari tempat dudukku tapi rasanya sangat malas. Aku memutuskan untuk melanjutkan membaca dan tidak mempedulikan kehadiran mereka padahal dalam hatiku sangat ingin melihat Jen lebih lama.


"Halo kak Alen, lagi baca komik yah? " sapa seorang teman Jen.


"iya nih".Aku melihat sekilas lalu melanjutkan membaca.


Tanpa ku sadari ternyata Jen dari tadi menatapku tanpa berkedip aku bisa melihatnya dengan ekor mataku. Aku seperti sedang mimpi karena baru kali ini aku melihat Jen menatapku terus- menerus. Aku seperti ingin beranjak dari tempat dudukku lalu berteriak sekencang-kencangnya karena salting dengan tatapan Jen.


" Jen ke kantin aja yok, di sini bosen".ajak teman Jen


"Ayok".Jen beranjak dari tempat duduknya.


Aku terus sibuk dengan komik yang sedang kubaca agar mereka tidak curiga kalau aku lagi salting.


         Tidak lama kemudian seorang teman kelas Jen menghampiriku. Namanya Aike, dia sudah cukup akrab denganku.


"Kabar apa. " tanyaku penasaran.


"Temen sekelasku ada yang suka sama kakak loh".jawabnya dengan senyum meledek.


" Haaaa siapa? "aku semakin penasaran.


" Tapi jangan bilang siapa-siapa yah? Itu si Jen suka sama kak Alen".


Aku tersontak kaget ternyata orang yang selama ini ku kagumi juga menyakukai ku, entah ini benar atau tidak tapi aku benar-benar sangat senang.


"Aku gak percaya, masa iya Jen suka sama aku? tau darimana kamu?? "


"Dia sendiri yang ngomong ama temennnya terus kesebar deh. Yaudah yah Kak aku mau ke kelas dulu ada janji sama temen-temen. Gak usah terlalu dipikirin kak nanti stres sendiri loh".Kata Aike sambil tertawa meledek lalu beranjak meninggalkanku yang masih termenung. Rasanya ingin cepet-cepet pulang untuk menceritakan ini kepada Alisa. Aku membayangkan apakah aku akan menjadi pacar Jen atau tidak, tapi aku sangat berharap Jen bisa menyatakan perasaanya hari ini juga. Tapi aku masih tidak percaya masa iya Jen suka sama aku padahal yang cantik di sekolah ini kan banyak.Pikiranku bercampur aduk seakan masih belum percaya dengan perkataan Aike yang tadi tapi tidak mungkin dia berbohong kepadaku.


" Ah udahlah Alen kenapa harus dipikirin sih, kan belum tentu itu bener".Aku mencoba untuk tidak memikirkan yang tadi. Aku melanjutkan bacaanku sambil menunggu bel pulang berbunyi karena hari ini pasti pulang lebih awal karena ada rapat guru.


       Akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba, bel pulang sudah berbunyi aku bergegas memasukkan komik kedalam tasku lalu segera berjalan untuk pulang ke rumah.Aku sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Alisa dan menceritakan semuanya.