
Sesampainya di rumah aku langsung mencari Alisa. Ternyata dia sedang beres-beres kamar.
"Eh Alen udah pulang? " tanya Alisa yang sadar dengan kehadiranku.
"Iya nih, hari ini ada rapat guru jadi pulang cepet".jawabku
" Yaudah makan dulu gih, gue udah masakin buat lo".Kata Alisa sambil menyelesaikan pekerjaannya.
"Oalah lo kan lagi gak enak badan malah masak segala buat gue, jangan dipaksain kalau belum sehat".
" Iya-iya bawel, gue udah baikan kok. Lagian gue cuma masuk angin".Jawab Alisa dengan senyum manisnya.
Aku hanya geleng- geleng kepala melihat kelakuan temanku itu, dia memang memiliki sifat yang sedikit keras kepala jadi berdebat dengannya hanya akan membuang buang waktu karena dia adalah tipe orang yang tidak gampang mengalah. Aku keluar dari kamar menuju meja makan karena perutku sudah bunyi sejak dari jalan tadi.
Selesai makan aku kembali ke kamar untuk istirahat. Kulihat Alisa sedang tidur, padahal tadinya aku mau ceritakan semua yang terjadi di sekolah tadi tapi dia malah tidur. Akupun akhirnya ikut berbaring disamping Alisa dan tidak lama kemudian aku pun ketiduran.
"Alena, sebenarnya gue udah lama suka sama lo. Mau gak jadi pacar gue? "Jen mengungkapkan perasaannya di tengah lapangan yang disaksikan oleh semua siswa.
" Terima...... terima!!!!!! "teriak semua siswa.
Aku memandangi ke sekelilingku seakan tidak percaya dengan semuanya.
" I-iya gue mau jadi pacar lo".Jawabku dengan gugup.
"Alen,, lo gapapa? Tadi lo senyum-senyum pas tidur makanya gue bangunin".Tanya Alisa sambil memegang dahiku.
" Apaan sih Alisa, gue cuma mimpi gak ada apa-apa".
"Mimpi apa emang, kok sambil senyum-senyum gitu? " Alisa semakin penasaran.
"Gue mimpi jadian ama Jen".
Kuceritakan semua kejadian di sekolah tadi dan juga soal mimpi ku itu kepada Alisa.
" Lo suka yah sama Jen? "Tanya Alisa.
"Gue gak tau sih, tapi tiap gue ngeliat dia senyum tuh kayak suka salting sendiri".Jawabku malu-malu.
" Hm Alen, kalau emang lo suka ama Jen gapapa tapi jangan terlalu berharap yah. Gue takut lo sakit hati lagi, gue gak bisa liat lo disakitin ama cowok".
Aku hanya tersenyum lalu menganggukkan kepala kepada Alisa.
"Yaudah, gue mau mandi dulu".Alisa menepuk bahuku sambil tersenyum lalu beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi.
Aku termenung memikirkan kata-kata Alisa yang tadi. Ya memang seharusnya aku tidak perlu menyukai siapa-siapa, apalagi sampai suka sama Jen aku baru mengenalnya, belum tau sifat dan asal-usulnya bahkan bertukar nomor whatsapp pun tidak. Tapi kenapa tiba-tiba aku mimpiin dia? Apakah karena aku benar-benar menyukainya atau hanya karena kebetulan saja? Pertanyaan-pertanyaan itu terus muncul di pikiranku. Aku mencari kesibukan lain agar tidak terlalu memikirkan hal itu. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 06:00 sore,waktu berjalan begitu cepat padahal rasanya baru pulang dari sekolah. Aku pergi kedapur untuk menyiapkan makan malam karena Alisa belum selesai mandi jadi aku memutuskan untuk menyiapkan makan malam saja. Walaupun aku terkadang tidak makan malam karena memang sudah menjadi kebiasaanku.