Dia Adik Kelasku

Dia Adik Kelasku
Sifat Asli Jen


Hari ini adalah hari senin, dan hari senin adalah hari yang paling tidak disukai oleh kebanyakan siswa termasuk aku. Karena apa? Karena hari senin ada upacara. Nah itulah sebabnya. Selain harus datang lebih pagi dari hari biasanya, juga karena harus panas-panasan karena amanatnya yang kelamaan alias kepanjangan.


"Ya ampun udah jam berapa ini? Cepat siap-siap nanti kita telat lagi sekolahnya".Kata Alisa yang dari tadi sudah siap dengan seragam sekolahnya. Aku tidak menggubris perkataan Alisa dan langsung menuju kamar mandi. Sebenarnya aku malas sekolah tapi hari ini ada ulangan matematika. Jadi mau tidak mau harus mau.


Selesai mandi aku memakai seragam dan sepatu sekolah. Aku tidak panik jika terlambat bangun karena aku tidak seribet cewek-cewek yang suka dandan, aku lebih suka style yang simpel.


" Alisa ayo berangkat!! ".Teriakku.


" Aku udah di depan, cepat keluar nanti telat".Jawab Alisa.


Aku segera keluar dan mengunci pintu karena akhir-akhir ini katanya banyak maling yang suka berkeliaran di siang bolong. Aneh banget gak sih, masa maling di siang bolong. Aku kadang tertawa sendiri setiap kali memikirkan hal itu.


"Yuhuuuuu..... ketemu Jen hari ini".Kataku sambil merangkul Alisa.


" Lo beneran suka ama Jen? "Tnya Alisa.


" Gak tau sih, gue juga bingung beneran suka atau nggak".Jawabku dengan senyum yang sedikit dipaksa.


Sesampainya di sekolah upacara pun akan segera dimulai.


"Untung gak telat. Lo sih bangunnya kesiangan".Kata Alisa memukulku.


" Aduh sakit Alisa. Lagian gak telat juga".Jawabku.


"Selamat pagi anak-anak".Salam Pak Andi yang sekaligus kepala sekolah dan pembina upacara.


" Pagi pak!! "Jawab semua siswa siswi secara serempak.


" Pagi ini bapak tidak terlalu panjang lebar, bapak hanya menegur satu hal. Jen!!! kenapa bapak perhatikan kamu dari awal upacara cuma tertawa, ada yang salah? "tanya pak Andi dengan wajah menahan marah. Jen hanya diam sambil menundukkan kepalanya.


Ya, memang selama ini belum ada yang berani melawan pak Andi karena setiap siswa yang melawan pasti akan mendapatkan akibatnya.


" Jen kenapa diam saja? "Tanya pak Andi lagi. Jen masih tetap diam karena takut jika harus bicara dengan pak Andi.


" Oke kalau kamu gak mau jawab, setelah upacara ini selesai kamu ke ruangan saya".Sambung pak Andi.


Setelah upacara selesai aku bertanya kepada Alisa soal Jen yang tadi.


"Udahlah Alen, Jen itu gak baik dia udah berapa kali masuk BK".


" Loh!!! yang bener?? "Tanyaku seakan tak percaya karena selama ini yang aku tahu Jen adalah murid yang ramah dan pendiam.


" Iya serius. Tanya aja sama siswa lain".Jawab Alisa meyakinkanku. Aku seakan tidak percaya dengan perkataan Alisa tapi aku sangat mengenal Alisa tidak mungkin dia berbohong. Ah, tapi ya sudahlah sifat bukan alasan untuk berhenti menyukai bukan.


Jam pelajaran pertama pun dimulai dan ini adalah jam ulangan matematika aku tidak terlalu pusing karena aku sedikit paham dengan matematika. Tetapi aku terus memikirkan Jen sampai aku hampir menulis nama Jen di soal ulangan ku.