
Terlihat jelas dari wajah Anis jika ia masih merasa kikuk berada satu kamar dengan sang suami, dan itu dapat di saksikan Ansenio dari gurat wajah cantik Anis.
"Jika kamu merasa tidak nyaman, mas bisa tidur di kamar yang lain." tawar Ansenio, namun dengan cepat Anis menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu mas, bagaimana aku bisa membiasakan diri dengan kehadiran mas di dalam hidupku jika mas memilih tidur di kamar yang berbeda denganku." kata Anis.
Ansenio menghela napas lega mendengarnya, meski ingatan Anis belum kembali setidaknya istrinya itu mau berusaha menerima kenyataan akan pernikahan mer...