
"Jangan seperti ini, tuan." ibunya Anis membantu Ansenio untuk berdiri. di saat Ansenio telah kembali menempati sofa yang sebelumnya ia tempati tadi, ayahnya Anis justru memilih beranjak meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya. sejujurnya ia juga merasa bersalah karena telah membuat wajah menantunya itu hingga babak belur, namun mau bagaimana lagi semua sudah terjadi, ia yang tadi tidak sanggup lagi menahan emosi seperti tak sadar melakukan semua itu pada Ansenio.
"Maafkan atas tindakan suami saya, tuan." ucap Ibu Anis yang kini tengah mengobati luka serta memar di wajah Ansenio.
"Tidak ada ya...