
Sejak kedatangan sepasang suami istri tadi perasaan Anis kembali tak menentu, bayangan Ansenio akan melakukan hal yang sama padanya dan juga calon bayi di dalam kandungannya terus terlintas di benak dan pikiran Anis hingga membuatnya lebih banyak melamun.
"Ingat Anis, bagaimana pun bayi ini adalah darah dagingmu dan kau berhak untuk menyelamatkan nyawanya dari siapapun yang berniat jahat padanya, termasuk tuan Ansenio Wiratama sekalipun." dalam hati Anis seakan mengingatkan dirinya sendiri.
"Sekalipun tuan Ansenio sangat membenciku tapi dia tid...