
"Kak Anis." Anin berlari ke arah Anis ketika menyadari kedatangan kakak perempuannya itu.
Anis merentangkan kedua tangannya.
"Baru juga beberapa hari tidak bertemu, rupanya kau sudah sangat merindukan kakak tercantikmu ini ya." kelakar Anis, dan hal itu mampu membuat Anin mencebikkan bibirnya kesal, baru juga suasana haru tercipta tapi kakaknya itu sudah mengubah suasana dengan kelakarnya.
Ibunya yang baru saja muncul dari arah dapur cukup terkejut dengan keberada...