
Hera mendapatkan kabar kalau Eliana sudah kembali , dia sangat merindukan sahabatnya itu dia merasa sedikit sedih karena tidak membalas pesan dan surat yang di beri Eliana padanya
Frans sedang bersama Hera mereka memutuskan mkan malam bersama karena persidangan itu selesai, besok adalah keputusan akhir dari Hakim untuk memberikan hukuman yang setimpal pada mereka
sekarang dia sudah tahu jika wanita itu sedang mengandung , dia sedikit kesal karena tahu Rio memkasa Hera melakukan hubungan itu
Harus nya dia bisa mengungkap kan perasaan nya dulu jika dia sudah jatuh cinta pada Hera
Frans bisa melihat perhatian Rio yang berubah total pada Hera , pria itu selalu menjemput dan mengantar Hera , membuat Zeus tidak memiliki kesampatan , Frans bisa melihat kecewa dari teman lamanya itu
Sungguh malang dia sudah berusaha menjadi pebinor dan menurunkan harga dirinya untuk Hera , dan apa yang terjadi sekarang membuat memutuskan menjauh dari wanita itu dia kembali ke negara nya
"Ku pikir aku akan menemui El nanti"
"Huh kau masih ingin menemui nya?". Frans sedikit kesal dengan Hera , dirinya tidak suka pada Eliana , Eliana itu orang yang plin plan
"tentu saja , aku hanya kesal padanya aku masih mmenyayangi nya "
Frans hanya mendesah saja , sahabat nya itu sangat keras kepala dia tidak akan bisa di atur dengan kata-kata dia memilih topik lain saja untuk menjadi pembicaraan mereka
Sidang yang mereka jalani sudah sangat maksimal , para pejabat korup itu sudah berada di ujung tanduk jika mereka melakukan usaha sedikit lagi pun untuk memutar balikkan keadaan
Hera dan Frans beserta krekan mereka yang lain bisa memastikan jika hidup mereka akan menjadi lebih menderita lagi Dosa yang mereka buat sudah membuat oraang lain sangat menderita
Perdagangan Manusia dan Pabrik ilegal yang mereka buat kini sudah di ambil alih oleh , Jeff seorang Jendral yang di percaya oleh Jordan
Semua peusahaan gelap yang mereka bangun dengan susah payah sudah menjadi rata di bawah kekuasaan Jeff , posisi mereka sebagai Dewan Rakyat kini sudah di ganti dengan orang-orang baru
Keserakahan dan kesombongan mereka kini berubah menjadi tangis dan isakan mereka mengahancurkan keluarga mereka terutama Gunawan bahkan anak nya yang bersekolah di luar negri mati terbunuh oles salah satu orang yang membenci Gunawan
Kini pandangan masyrakat sudah sangat terbuka semua sidang yang di lakukan secara terbuka , membuat mereka bisa melihat betapa menjijikan Dewan yang mereka percayai selama ini
Rio sendiri mengeluarkan banyak dana untuk kasus itu , dia mungkin tidak akan mendapat kan keuntungan dari sana , dia tidak peduli istrinya butuh bantuan nya dia tidak ingin istrinya yang sedang mengandung anak nya terganggu gara-gara itu
Perilaku Rio itu membuat Frans semakin yakin untuk membiarkan Hera tetap bersama pria itu , namun dia sekarang kurang mengerti dengan sikap Hera wanita itu seperti ingin menjauhi Rio perhatian yang di berikan pria itu entah mengapa membuat nya malah menjauhi Rio
Pria itu belum mengakui perasaan nya tapi apa yang dia lakukan untuk istrinya itu sangat menunjukan apa yang ada di hatinya , dan skarang yang menjadi masalah adalah Hera mata nya seakan tertutup dengan apa yang ada
"Hera"
"Hmmm". Hera menjawab sekedar nya dia sedang fokus dengan makanan nya dia mudah lapar karena
"Bagaimana hubungan mu dengan Rio?'.
"Tidak tahu , jangan tanyakan dia aku sedang malas"
"Cih kau itu , kau tidak melihat perubahan sikap Rio itu pada mu kenapa sekarang kau sedikit berbeda setiap hari dia menjaga mu apa kau tidak ingin bertahan dengan nya"
Hera sedikit berpikir sejujurnya dia juga merasa perubahan Rio terhadap nya , tapi mengapa dia risih dengan pria itu jika di tanya perasaan nya dia pun masih sangat mencintai suaminya
"Entahlah arfum nya sangat bau". Hera memberikan alasan yang tidak masuk akal membuat Frans kesal saja , dia tidak mengerti mood ibu hamil itu
Hera sedikit merasa mual mungkin karena makan terlalu banyak dia memutuskan untuk pergi ke toilet , disana dia memuntah kan makanan
"Shhh aku haarus makan lagi kalau begini"
Dia kembali kepada Frans pria itu menunggu nya dengan khawatir , dia lewat di antara ruang VIP , matanya menangkap sosok yang dia kenal di salah satu ruangan dengan pintu yang sedikit terbuka itu
Entah mengapa dia yakin itu adalah wanita yang dia rindukan mungkin tidak sopan jika dia membuka nya begitu saja tapi hati dirinya sangat penasaran dia membuka pintu tanpa izin dia membuka nya dengan pelan
Deghhh . Hati Hera terasa pedih melihat pemandangan itu suami dan sahabat nya berpelukan , diri nya sedang hamil sekarang , apakah mereka tidak puya hati nurani
Sedangkan orang yang berada dalam ruangan itu
Hera langsung pergi dari ruangan itu , Frans yang melihat Hera berlari dengan wajah yang sudah di banjiri air mata , dia tidak inngin bertemu Rio sekaarang
"Ayo pergi Frans aku tidak ingin di sini lagi". Hera masih menangis hingga Frans membawa wanita itu ke apartemen nya dia tidak ingin kembali kerumah Rio
"Ada apa Hera ceritakan pada ku kenapa kau menangis". Frans mendekap Hera dalam pelukan nya dia mengusap punggung wanita itu untuk menenangkan sahabatnya itu
"Aku...hiks aku melihat Rio dan Eliana bersama di ruang VIP tadi hiks". Perkataan Hera membuat Frans sangat terkejut dia tidak menyangka pria itu berulah lagi
"Baik aku dengar tenangkan dirimu Hera ada janin dalam perut mu oke..."
Hera mencoba menenangkan pikiran nya sampai dia berhenti menagis , Selena yang dari tadi melihat ke dua orang itu tidak mengert , dia hanya ikut duduk di sana
Melihat Hera menangis begitu pasti ada hal buruk yang terjadi pada wanita itu
"Aku ingin pergi jauh Frans aku ingin pergi hari ini juga , aku tidak ingin di sini lagi kau bisa mengurus persidangan itu untuk besok kan?". Hera menatap sahabat nya itu dengan wajah sendunya , hati pria itu ikut teriris
"Aku tidak masalah dengan itu , tapi bagaimana dengan orang tua mu apakah kau tidak ingin kembali ke sana dulu?"
Hera tampak berpikir bulan lalu dirinya dan Rio baru saja berkunjung ke sana bersama Adam juga kehamilan Hera membuat dua keluarga itu senanng , walau Hendra yang sebelum nya ragu dengan itu , dia sudah berharap Hera kan bercerai dengan Rio setelah setahun
Tapi kehamilan Hera saat ini mengurungkan niat nya di tambah lagi istrinya Amber selalu menasehati nya mau tidak mau dia harus merestui mereka sama seterusnya
Dia belum tahu kekejaman apa yang di lakukan Rio sebelum nya pada putri nya tapi melihat perlakukan Rio paada Hera ketika di rumah sedikit mengubah hati nya
"Aku akan mengirimkan mereka surat nanti , aku tidak ingin bertemu dengan Rio lagi aku mohon"
Frans sangat sangat bimbang tapi melihat Hera yang menangis seperti itu membuat nya tidak tega ,"Baiklah tapi aku tidak mengizinkan mu pergi malam ini , aku aka memesan kan tiket untuk mu besok"
Frans mengantar kan Hera ke kamarnya dia membiarkan wanita itu beristrahat di sana dia kan memesan tiket dan tidur diluar , sebagai pria sejati dia tidak akan membiarkan Selena dan Hera tidur di luar kamar
Pria itu memesan tiket dan tempat tinggal wanita itu di sana ,Swiss adalah negara tujuan Hera dari dulu di sana dia memesan vila yang sepi di dekat sebuah bukit yang indah
Dirinya sendiri sudah pernah ke sana , dia bisa meminta bantuan Zeus untuk mengirimkan anak buah nya untuk menjaga Hera karena Zeus memiliki cabang perusahaan di sana itu akan mudah baginya bukan
Dia beristrahat setelah mengurus semua itu dia menyelesaikan nya samapi jam 1 malam , Sementara di sisi lain seorang Pria dengan kesal menunggu istrinya yang tidak kunjung pulang
Rio sudah melakukan ratusan panggilan dan pesan tapi nomor istrinya tidak aktif itu membuat nya semakin khawatir , Hera sedang hamil dia takut ada apa-apa , Jeremy sendiri ikut begadang untuk menemani kegelisahan tuan nya itu
Pria itu mengirim seluruh anak buah nya untuk mencari Hera , dia frustasi sendiri sekarang dia tidak pernah sekhawatir ini, dia sudah bertanya pada Orang tua Hera mereka , juga bingung
Rio tidak ingin mengatakan Hera belum pulang ke rumah itu akan membuat mertuanya khawatir , mendengar kebingunan mereka tadi Rio bisa tahu jika Hera tidak pulang ke sana
Rio bahkan sudah mengirimkan pesan dan menghubungi Frans pria itu hanya menjawab singkat "Tidak , aku tidak mengetahuinya"
Dengan bodoh nya Rio mempercai nya dia khawatir sekarang kewarasan dan logika pria itu tidak berjalan lagi ketika dia stress
Keesokan harinya sesuai kesepaatan Frans denga ceat mengantar Hera ke bandara dia sudah memberitahu kemana tujuan pesawat itu dia mendekap wanita itu dala sebelum dia berangkat
"Berjanjilah kau akan menjaga diri mu dengan baik di sana"
Hera mengangguk , dia hanya ingin menghindari Rio sekarang semua sakit hati yang di buat pria itu membuat hati nya tertutup sekarang
Dia hanya ingin fokus pada anak yang berada dalam perut nya
Frans sudah menjelaskan kemana dia pergi , dia sangat bersyukur memiliki Frans dalam hidup nya pria itu sangat mengerti dirinya bahkan detail kecil dari wanita itu
Dia kan merindukan mereka , dia berjanji akan kembali ketika dia sudah bisa berdamai dengan dirinya sendiri , dia sudah membuat keputusan dia ka menceraikan Rio begitu dia kembali dari Swiss
Hera menitipkan surat untuk orang tua nya , dia yakin kedua orang tua itu akan mengerti perasaan Hera , Frans sendiri yang akan memberi surat itu langsung kepada Hendra dan Amber
Tidak lupa dia menitip salam untuk Adam bagaimana pun pria tua itu sudah seperti ayah bagi nya
Sedangkan untuk Eliana dan Rio jika memang mereka masih bersama dia akan belajar merelakan mereka meski ada anak yang dia kandung dalam perutnya
Dia berjanji akan tetap kuat ketiak dia kembali