
Hera bangun dan mendapati suaminya sedang memeluk nya dengan sangat dia biasa melihat detail wajah pria itu
Hidung yang mancung dan alis tebal , serta garis mata tajam seperti yang dia miliki , bibir tipis dan bulu-bulu halu di dagu pria itu membuat nya sangat terlihat maskulin
"dia selalu saja sangat tampan"
Hera diam sejenak memandangi suami nya , dia dapat merasakan hantung nya berdetak dengan cepat dia masih sangat mencintai pria itu
Perubahan yang dia lakukan adalah bentuk protes untuk ke egoisan Rio bagaimana pria itu mengambil miliki nya yang berharga dan menghina nya secara bersamaan , membuat di sangat sakit hati
Tapi itu tidak dapat merubah perasaan nya yang sudah tumbuh bertahun-tahun, hati hanya sedikit hampa dengan sikap Rio selama pernikahan mereka
Hera menakup wajah Rio denga lembut mencium kening pria itu dengan tulus , dia kembali memandangi nya dengan sorot mata yang begitu sayu
"kau sudah bangun hmmm".
Rio tiba-tiba membuka matanya membuat wanita itu kaget, langsung menarik tanga yang tadi masih di tengkuk Rio
"su..sudah". Hera mencoba melepas dekapan Rio , tapi pria itu malah mengeraskan pelukan nya
"Aku ingin sarapan". Rio sudah menyatu kan kening nya dengan Hera
"Ya sudah lepaskan , biar aku memasak sarapan"
"aku ingin sarapan itu nanti, sekrang aku ingin sarapan yang lain"
"sarapan yang lain. apa?". Hera tidak mengerti maksud pria itu
Rio mengusap punggung Hera tangan nya sekarang sudah tidak bisa di kondisi kan
"Rio hentikan itu sangat geli". Hera bisa merasakan ada yang mengeras di intinya, dia buru- buru melepaskan lengan Rio
Tapi pria itu sudah lebih dulu mencekal nya dia mengulangi apa yang mereka lakukan semalam
______
Hera memasak sesuai permintaan pria tadi sejujur nya dia masih lemas karena ulah suami nya
Rio memandangi Hera dari belakang menunggu sarapan nya selesai , dia sudah berpakaian rapi untuk berangkat ke kantor
Pria itu terlihat segar seperti mendapat ke kuatan baru , padahal dia sudah membuat seseorang kehabisan tenaga untuk melayani nya
Hera menaruh sarapan di depan pria itu dan jugadi sebelah nya, dia memasak sarapn untuk mereka berdua
Ini pertama kalinya Pria itu bersedia memasak makanan nya setelah pertengkaran mereka beberapa bulan yang lalu
"Hmm..apa persidangan nya masih lama ?". Rio membuka percakapan tidak seperti biasa nya pria itu terlihat sangat berbeda
"seperti nya tidak"
"bagus lah , karena kita akan liburan nanti, daddy sudah menanyakan tentang bulan madu kita"
"apa?...jangan bercanda!".
"Aku tidak bercanda , kita akan pergi bulan madu setelah urusan mu selesai"
"aku tidak mau"
Rio memandang Hera dengan kesal , kenapa wanita itu sangat berubah belakangan ini dia menjadi pembangkanga yang keras kepala sekarang
"Aku sudah buat keputusan bulat jangan menentang ku !"
"Aku juga punya keputusan ku sendiri!, aku berhak menentukan nya, dan soal daddy dia juga tahu kalo pernikahan kita tidak lebih dari kontrak"
"Aku tidak pernah menyetujui itu Hera , kau sudah menikah dengan ku selama nya kau akan bersama ku"
"cih bukan nya kau dan Eliana yang sudah membuat kesepakatan satu tahun itu huh"
Rio terdiam dengan pikiran nya awal pernikan mereka Hera hanya ingin menggantikan Eliana meski wanita itu benar-benar mencintai Rio , tapi dia tidak ada niatan untuk menikah dengan secara paksa
Tapi semua perlakuan kasar Rio yang terlampau batas selama pernikahan mereka , membuat Hera menutup hatinya pada pria itu
Dia seakan sadar jika dia bukan lah wanita yang di inginkan oleh Rio , perasaan hampa itu membuat dirinya tidak sadar dengan apa yang dengan perasaan Rio sekarang
Jika dulu dia akan ke geeran dengan pertanyaan Rio tentang siapa teman pria nya rapi sekrang tidak lagi pria itu hanya ingin menjaga nama baik nya saja seperti yang di katakan Rio berhari-hari yang lalu
Kini di matanya Rio hanya pria egois yang berperilaku seenak nya
"Aku ....Aku ingin kau bersama ku ". Ayo tanya kan aku mencintai mu atau tidak
"Cihh..Aku tidak ingin bersama pria egois seperti mu". Rio mendapat perkataan yang tidak sesuai harapan nya
"kau!"
Rio tidak lagi melanjut makan nya dia langsung menuju keluar , ingin sekali pria itu mengungkap kan apa yang dia rasakan sekarang
"ahk ..apakah perubahan ku tidak berarti di mata mu huh!, kau pasti sudah buta!"
"Tuan silah kan masuk". Jeremy yang baru saja sampai bisa melihat betapa kesal nya wajah pria itu
"ahk sia*lan!" . Hera langsung masuk , ke dalam mobil mengumpat dengan kesal , perubahan wanita itu sungguh di luar batas nya
Rio meraba saku nya dia tidak mendapat kan handphone nya di sana
"di mana benda itu, ah iya ketinggalan di meja makan"
"Jer kembali ke rumah hanphone ku ketinggalan"
"baiklah tuan , apa anda ingin saya mengambil nya". Jeremy memutar balik mobil ketika mereka sudah setengah perjalanan
"tidak perlu aku akan mengambil nya sendiri!"
Rio berjalan ke meja makan tadi dia mendapatkan Hera yang sudah merapikan semua barang nya , rumah itu selalu di tinggalkan dengan keadaan rapi
Pria itu juga dapat melihat Hera yang sudah rapi dia akan berangkat ke persidangan
"Ini tas dan barang mu yang ketinggalan". Hera tadi melihat barang Rio yang ketinggalan begitu juga dengan handphone nya yang tergeletak di meja makan , dia mutuskan membawanya berencana mampir ke kantor nanti
Bukan nya merima barang yang sudah di ukur kan Hera pria itu malah memeluk nya dengan lembut mengusap kepala wanit itu
Dia berharap Hera akan mengerti perasaan nya dia sudah terbiasa dengan Hera yang mengejar cinta nya
Hingga membuat pria itu lupa cara mendapat kan wanita itu
"Rio lepaskan aku akan terlambat". Hera sangat bingung dengan perlaju Rio sekarang, tapi dia memilih tidak memikir kanya dia takut salah paham
Di depan sudah ada Zeus dan anak buah nya yang biasa mengawal Hera ke pengadilan
"Ayo kita berangakat bersama" Rio mengambil barang nya dia hendak menggenggam tangan wanita itu
"Tidak mereka sudah menjemput ku".
"Mereka ?, siapa?. Rio menatap keluar ada beberapa pengawal , sedangkan Zeus biasa nya menunggu di dalam mobil
Hera berjalan keluar , Rio mengikuti nya dari belakang , salah saru pengawal itu membukakan pintu nya sehingga Rio bisa melihat Zeus di sana
Rio mencekal tangan wanita itu, "kau berangkat dengan dia?"
"iya begitulah"
"tidak , tidak boleh , kau ikut dengan ku!"
"Rio lepaskan aku akan terlambat"
Zeus dapat mendengar perdebatan mereka dia memutuskan kaluar dari mobil itu