
Hera bekerja seperti cleaning servis pada umum nya dengan baju nya yang kebesaran dan topi yang menutupi rambut nya yang digulung membuat nya tidak terlihat seperti wanita di tambah Jackson juga memberikan dia masker
Pria itu sangat senang dengan pakaian itu tidak akan ada pria hidung belang yang menggodanya begitu
“Cat… tolong ke lantai 4 no 14 , ada tamu VVIP yang tidak sengaja menumpahkan wine”
“umh baiklah pak”
Hera sampai di depan pintu ruangan yang dia tuju dia sedikit ragu membukanya, sampai dia terkejut dengan siapa yang dia lihat di dalam sana
Eliana dan Rio sedang bermesraan tanpa tahu siapa yang sedang memandang mereka, Hera terpatung beberapa saat di sana
“Kau tidak bisa menjaga mata mu hah!!”
Rio melototi orang yang mandang mereka , baginya itu sangat tidak sopan , Hera masih terpatung sebentar hingga pikiran jernihnya mulai keluar
“Maaf Tuan aku tidak bermaksud”
Hera langsung membersihkan wine tumpah itu , sesekali dia melirik dua orang itu , mereka sangat lengket dan ada kissmar di leher Elina , membuat hatinya semakin terluka ada bulir mengalir di sudut mata itu
Dia keluar dari sana menahan isak tangis nya , bagaimana pun mereka sudah menikah tidak bisakah Rio menghargai pernikahan mereka sedikit saja dan lihat lah sahabat nya pun mmengianati dirinya sendiri
Klinggg
Bunyi pesan dari Jackson menyadar kan Hera , dia memutuskan datanng ke sana setelah menghubungi Frans agar ikut dengan nya sebelum nya Hera sudah menjelaskan mengenai Jackson pada nya dan dia setuju
“Hera apa kau baru menangis?”
Frans melihat mata Hera memerah walau mata itu hampir tidak terlihat tertutupi oleh rambut dan dan masker yang wanita itu pakai
“Tidak hanya kelilipan saja tadi?”
“Kau Bohong!”
Frans menangkup wajah Hera , melepaskan masker dan menyelipkan rambut wanita itu ke belakang telinga hingga wajah wanita itu benar-benar terlihat , menunjukan banyak kesedihan di sana
“Hera kenapa kau menangis jawab aku!”
Suara Frans sudah meninggi untungnya mereka di lorong yang sepi sehingga tidak ada yang mendengar kan teriakan Frans
“Aku…Melihat Rio dan El..”
“Cukup!”
“Frans aku…..”
“Berhenti ku bilang , jangan menagis jadiah Hera yang kuat!”
Frans sudah tahu arah pembicaraan itu walau Hera sering bercerita pada nya ;tentang kehidupanya wanita itu mmenceritakannya dengan wajah datar walau hatinya sangat terluka ,namun wajah nya yang sekarang menunjukan segalanya
“Kau ingin bertahan dengan dia, kau ingin memakai satu tahun yang kalian janji kan?”
“hmm”
“kalau begitu jangan cengeng , jadiah badas seperti Hera ku biasanya atau aku akan mencoret mu dari kartu persaudaraan kita1”
Hera tidak banyak bicara sejak perjanjian itu dia sudah tahu konsuekensi nya jadi jika hal seperti tadi terjadi dia harus bisa menerimanya
Frans memeluk erat Hera agar beban itu terbagi kepundak nya , dia memang tidak suka dengan Rio sejak Hera menceritakannya namun melihat kegigihan wanita itu , dia hanya bisa menjadi penyemangat yang selalu ada
“Ehemmmm , bisa kah kita masuk keruangan ku dulu kau menenangkan diri mu ?”
Jackson sedari tadi melihat dua insan itu, dia bahkan sedikit mendengar percakapan mereka tanpa sengaja karena dia menunggu di atas , dia tidak sabran karena Hera dan Frans tidak kunjung muncul jadi dia memutuskan untuk turun
“Tidak apa Jack ayo kita langsung ke ruang eksekusi”
“Kau yakin , kita akan langsung bekerja itu akan menguras tenaga mu”
Frans khawatir pada Hera karena tadi wanita itu sampai sengugukan di pelukannya
“tentu aku ini kuat tahu!”.
Hera sudah mencubit dada bidang pria itu
“Ahk s*alan aku akan membals mu nanti”
“ya dan akan ku laporkan kau dalam tidak pelecehan!”
“Enak saja kau bisa mencubit n***n ku sesuka hati mu tapi tidak dengan ku ini tidak adil!”
Frans sangat kesal wanita itu selalu saja mencubit dada nya atau choco coklat milik pria itu kapan saja dia mau sangat tidak adil , jika dia melakukan balik maka bisa gawat hidupnya
Jackson memandang Hera yang mencubit dada Frans membuat nya merinding dia masih ingat bagaimana wanita itu mencubit dada nya dan Daniel waktu SMA p*ntil mereka sampe merah
“Sudah lah kau alay sekali, Ayo kita ke atas!”
Hera sudah menarik tangan Frans yang masih meringis kesakitan , meninggalkan Jack yang masih merenungi masa kelam nya dulu
“Hei tunggu”. Tarik tangan ku juga. Jack sedikit cemburu ketika Hera menggenggam tangan Frans
Gunawan dan Ajudan nya yang sudah pingsan karena ulah wanita sewaaan Jacksoon , mereka berdua tebaring di sebuah kasur di ruangan itu
“Wow apa yang kau lakukan pada mereka?”
Frans dan Hera kedua mahluk yang nampak berantakan itu sungguh mengenaskan sekaligus menjijik kan mereka sudah telanjang bulat hanya di tutupi dengan selembar sapu tangan saja di bagian bawah mereka
“Sial perut ku mual”
Hera berlari ke wastafel memuntahkan isi perut nya belum pernah dia melihat pandangan mengerikan seperti ini
“Tenang saja mereka hanya pingsan setelah di layani oleh wanita-wanita sewaan ku , dan di tambah aku memberikan sedikit obat di minuman mereka”
Jackson sangat bangga dengan kerja tangan nya
“hiihhh apakah tikus-tikus lain juga seperti itu?”
Hera baru ke luar dari kamar mandi wajah nya agak sedikit pucat , dia harus makan nanti
“Ya 99% seperti itu , jadi apa yang akan kalian lakukan pada mereka?. Jacksson penasaran apa yang mereka lakuan pad tikus-tikus itu
“Ummm kami akan memeriksan Handphone dan mengambil DNA serta sidik jari mereka berdua , apakah mereka berdua benar-benar pingsan?”
Hera masing sedikit memalingkan pandangan nya dia benar-benar ngeri dengan pemandangan di depan nya , Jackson langsung menutupi merek dengan selimut melihat Hera yang tidak nyaman