CINTA SHERINA

CINTA SHERINA
Nostalgia


Abi kembali melihat ke bawah, dimana tangan Sherin yang memegang jasnya secara canggung. Tangan putih bersih itu tidak memeluk pinggang Abi selama perjalanan yang sudah di tempuh beberapa menit lalu. Tapi hanya berpegangan pada ujung jas Abi saja, namun hal itu tetap terasa membahagiakan bagi Abi.


Bisa sedekat ini lagi dengan Sherin, membuat hati Abi berbunga-bunga. Jika dulu Abi sering kali mengeluh tentang Sherin yang selalu saja meminta di bonceng olehnya, namun kini justru Abi yang berharap seperti itu.


Abi memacu motornya yang ia dapat dari salah satu pegawai mall dengan jaminan ktp, uang...