
Sherin keluar dari cafe dengan menyeret kakinya. Sebenarnya sudah tidak kuat lagi baginya untuk melangkah menuju mobilnya, namun dia tidak ingin terlihat memperihatinkan di mata orang-orang ketika dia terjatuh bersimpuh di dalam sana.
Menahan tangisannya yang tadi sempat keluar di hadapan Indah membuat dadanya amat sakit. Tubuhnya yang gemetar dan berkeringat dingin itu membuatnya lemah tak berdaya.
Mobil yang seharusnya begitu dekat dengannya itu menjadi sangat jauh untuk digapainya. Tatapan matanya yang kosong penuh dengan kekecewaan itu tak bisa di sembunyikan lagi. Sherin benar-benar hancu...