CINTA SHERINA

CINTA SHERINA
Pemaksa


Sherin masuk ke dalam ruangannya tanpa mempersilahkan masuk pada Zain sekalipun. Wanita yang sudah terlanjur kecewa itu berjalan dengan angkuh dengan menyenangkan kedua tangannya di depan dada.


"Waktu dan tempat di persilahkan" Ucap Sherin setelah berbalik menatap Zain dan menyandarkan pantatnya di meja kerjanya.


Zain tiba-tiba merasakan sakit, dia tidak pernah melihat Sherin yang sedingin itu kepadanya.


"Sekali lagi memanggilku seperti itu, lebih baik keluar dari sini!!" Sherin merasa risih dengan panggilan mesra itu.


"Oke, Sherin. Aku minta kamu dengarkan aku dulu. Kamu harusny...