Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Perseteruan Edward dan Hazel


Nika kembali terdiam saat mendapatkan tamparan keras dari Hazel. Edward memberi kode kepada dua asistennya agar segera membawa keluar. Melihat tanda tersebut dua asisten Edward langsung menarik kedua tangan Nika dan segera menyeretnya keluar.


Si wanita cacingan sudah keluar dan sekarang mari kita dengarkan pembicaraan antara Edward dengan Hazel. Mari kita saksikan.


"Siapa wanita tadi? Kenapa dia bisa masuk begitu saja ke ruanganmu?" tanya Hazel yang duduk di sofa lalu menyalakan satu batang niko tin.


"Dia adalah wanita yang aku temui di negara J saat aku melakukan dinas terus wanita gila itu suka padaku. Aku sudah menolaknya berulang kali tapi dia tetap datang,bikin kesal saja" jawab Edward yang duduk dihadapan Hazel.


"Hmmm.... Huu.... Begitu rupanya. Aku tidak menyangka dengan apa yang aku dengar tadi".


"Maksudmu? Tentang pengakuanku tadi?".


"Yap! Aku tidak mengira kau berani mengakuinya".


"Tentu saja aku berani! Lagi pula ini demi Lily".


"Hehe... Sombong sekali ternyata kau".


"Jangan membuatku mengingat kejadian itu".


"Biarkan saja! Supaya kau sadar dengan posisimu".


"Iya aku tahu,Hazel! Kau lebih tinggi dari pada aku maksudku dalam artian derajat kita".


"Itu memang kenyataan!".


"Ekh! Manusia ini...".


"Kenapa? Kau marah padaku? Jika kau marah padaku, aku tidak segan - segan membawa pulang Lily".


"Jangan dong! Aku masih menyayangi dia apalagi dengan kondisi dia sekarang".


"Heh! Menyayangi dia? Lalu apa - apaan ini?" Hazel melempar selembaran kertas yang bertuliskan tentang kejadian Lola yang menyalahkan Lily saat di gedung olahraga.


"Aku sudah mengurusnya! Sean yang mempunyai masalah ini bukan Lily".


"Lalu? untuk apa dia menyeret nama Lily kalau dia tahu ini adalah masalah dia dengan pacarnya?".


"Pacarnya cemburu! Aku sudah memperingatkan Sean untuk sedikit mengontrol pacarnya tapi si pacar tidak mau dengar".


"Alasan saja kau ini!".


"Dengar ini Hazel! Aku tahu kau tidak menyukai dari awal bertemu sampai sekarang namun aku masih belum bisa menemukan penyebab kebencianmu itu".


"Tidak ada alasan penting! Aku hanya tidak menyukaimu".


"Kenapa? Apa karena aku mengajak Lily di usia muda? Sehingga dia tidak bisa kuliah? Atau kau berpikir Lily tidak bisa mewujudkan impiannya jika dia sudah menikah denganku?".


"Semua dugaanmu itu benar! Aku sangat membencimu karena kau adalah sumber penghabat masa depan adikku!".


"Aku tidak pernah melarang dia melakukan apapun! Aku selalu menuruti apa kemauan dia selama apa yang dia lakukan itu masih bersifat positif! Sekarang saja buktinya,dia bisa kuliah! Bisa berinteraksi lagi bersama teman - temannya. Aku sengaja mengajak dia menikah di usia muda karena dia akan mendapatkan gelar ratu di keluarga. Andaikan saja sampai sekarang aku belum mengajak Lily menikah terus ada sepupuku yang lain sudah menikah dan istrinya mendapatkan gelar menantu utama,bagaimana dengan nasib Lily?".


"Banyak omong kau ini!".


"Yang aku katakan adalah kebenaran Hazel! Aku melakukan hal ini demi kebaikan Lily sendiri! Aku tahu dia itu adalah anak setengah bangsawan,kakeknya adalah boss organisasi mafia terkuat di dunia,neneknya punya usaha tambang emas di berbagai negara,ayahnya mewarisi organisasi ayah dan ibunya, ibu Lily adalah seorang bangsawan di negara A ditambah dia memiliki usaha brand terkenal,dan kedua kakaknya sekarang sudah mewarisi semua itu. Saat pertama kali aku datang ke rumah utama, aku langsung bisa merasakan aura yang berbeda dari rumah itu".


"Tahu diri juga kau ternyata".


"Aku sejak dini sudah diajarkan untuk menjadi orang yang rendah hati dan bertanggung jawab".


"Hazel bisakah kau berhenti menyalahkan diriku? Aku sudah menjaga Lily sebaik mungkin,mencintai dia,menyayangi dia,dan sudah mewujudkan impian dia untuk kuliah. Lalu dimana salahku lagi?".


"Kau menghamili adikku".


"Apa salahnya kak?".


"Jelas salah! Adikku adalah mahasiswa yang berprestasi! Namun sekarang dia harus menunda satu semester demi anaknya".


"Jawaban kau salah! Aku sudah menanyakan kepada Lily bagaimana kalau dia mengikuti ujian kenaikan semester lebih dan dia menerima tawaran itu. Lily hanya memerlukan persiapan selama dua bulan saja".


"Lalu setelah melahirkan bagaimana? Tubuhnya melebar, lebih sibuk pada anak dari pada masa depannya".


"Yang jaga anak ada banyak, aku bisa, papa dan mama bisa,orang tua Max bisa. Apa yang kau takutkan Hazel?".


"Aku hanya takut kau merusak masa depan adikku saja".


"Cih! Kau datang kesini hanya untuk mengatakan hal itu saja".


"Bukan... Ada dua tujuan, yang pertama aku ingin mengantarkan ini lalu berikan kepada Lily dan yang kedua aku ingin mengatakan kalau aku tidak akan mengakui janin yang di dalam kandungan adikku sebagai keponakan,bye!".


Hazel pergi dari ruangan tersebut setelah melempar sebuah surat undangan. Tangan Edward meraih surat tersebut lalu terkejut membaca tulisan yang di atas surat tersebut. Tulisan tersebut bertuliskan "surat undangan tunangan Hazel dan Fellice". Tapi diundangan juga bertuliskan "hanya untuk Lily saja".


Edward tersenyum setelah membaca surat tersebut. Dia masukkan ke saku celananya. Tangan Edward mengambil ponsel lalu menyalakannya dan menampakkan jelas kalau wallpaper lock screen ponselnya adalah foto dia bersama Lily. Edward tersadar kalau dirinya memang agak rendah dari pada Lily tetapi dia akan membuktikan kalau dirinya itu pantas untuk wanita sesempurna Lily.


...****************...


Mari kita beralih ke gedung olahraga kampus Dazzling Stars yang dimana latihan intensif mereka harus terhenti kembali karena rektor datang. Rektor tidak datang sendirian melainkan dia juga datang bersama satu mahasiswa yang tampak asing bagi seluruh anggota klub basket.


"Terima kasih atas perhatiannya! Maksud kedatangan saya kemari adalah untuk memperkenalkan mahasiswa baru yang ingin masuk ke klub ini,ayo nak perkenalkan dirimu" ucap rektor yang menjelaskan sedikit tujuan kedatangan dia.


"Grey! Panggil saya Grey, dari fakultas fisika salam kenal" jawab mahasiswa baru yang bernama Grey.


"Grey pindah ke kampus kita karena pekerjaan orang tuanya disini dan saya harap kalian bisa menjadi teman yang akrab. Saya permisi" rektor beranjak pergi dari sana dengan Sean yang mengantarnya keluar.


Grey menaruh tasnya di dekat kursi panjang tempat biasa Lily duduk. Trio anak genius ini mengalami sedikit konslet yang dimana mereka mengalami kesulitan mendengar nama Grey. Yanh author maksud dari trio anak genius adalah Lily,Dovan,dan Jia.


"Lily! Jia! Nama dia siapa tadi? Aku tidak jelas mendengarnya tadi" tanya Dovan yang mengumpulkan kedua temannya lalu berbisik membahas nama Grey.


"Aku juga tidak mendengarnya, apa kau tahu namanya,Lily?" jawab Jia yang meminta Lily menjawab pertanyaan Dovan.


"Aku juga kurang jelas dengarnya tapi yang pasti namanya adalah G ay" jawab Lily dengan jawaban pastinya.(Sorry author spasi kalimat g ay itu karena takut reviewnya kelamaan).


Dovan dan Jia berdiri dengan pandangan menuju Grey. Jia memberi kode kepada Dovan agar memanggil Grey dengan jawaban Lily. Dengan penuh keberanian Dovan memanggil nama Grey dengan lantang,


"Woi G ay!".


Sontak saja Grey langsung menoleh saat namanya dipanggil dengan nada penyebutan yang melenceng. Henryi dan Kevin berusaha menahan tawanya saat mendengar Dovan. Grey berjalan menghampiri Dovan lalu menanyakan,


"Apa kamu panggil saya tadi?".


"G ay! Nama kamu G ay kan?".


INGET YA GUYS HARI SABTU DOUBLE UPDATENYA


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LOVE YOU GUYSSS


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>