
Max tertawa mendengar ucapan Yuri. Kedua tangan Max memeluk pinggang Yuri sehingga kedua da da Yuri dan Max bertemu.
"Ternyata mahasiswi satu ini sangat frontal sepertinya harus diberi hukuman tapi saya bingung harus memberi hukuman apa, kira - kira ya?" tanya Max yang mendekatkan wajahnya ke wajah Yuri.
"Kalau hukumannya jadi pacar pak Max bagaimana?" Yuri menyentuh da da bidang Max.
"Boleh... Mulai sekarang saya adalah pacarmu,Yuri" Max menggenggam tangan Yuri yang menyentuh da danya tadi.
Yuri sangat terkejut dengan ucapan Max barusan. Dia tidak menyangka kalau cara jadiannya dengan Max akan menjadi seperti ini dan secepat ini. Max menarik tangan Yuri untuk mengajaknya ke tepian.
...****************...
Mari kita tinggalkan pasangan baru jadian ini dan kita beralih ke ibu hamil muda yang lagi senang sekali berenang.
Lily terlihat sangat kegeringan saat dirinya menggerakkan kedua kakinya di belakang dan kedua tangannya dipegangi oleh suaminya. Edward berjalan mundur dengan melihat istrinya yang berenang seperti bayi kecil.
"Ayo baby! Teruskan seperti itu" ucap Edward yang berjalan secara perlahan.
"Hahahaha... Sayang aku suka sekali! Aku berenang dan Pinpin berenang walaupun di dalam perutku,hahaha..." Lily terlihat sangat bahagia saat Edward menarik kedua tangannya.
"Apapun aku lakukan demi istri tercintaku".
Lily terus berenang meskipun dirinya sudah melakukan satu putaran mengitari kolam renang yang besar tersebut. Edward menghentikan menarik tangan Lily karena dia takut Lily sangat kelelahan setelah berenang. Lily pun menuruti keinginan suaminya tersebut.
Edward memeluk Lily dari belakang kemudian mengelus perut Lily agar rasa lelah istrinya hilang. Tapi saat mereka sedang berduaan ada seorang wanita yang secara tidak sengaja melempar bola ke arah Lily. Untungnya Edward berhasil menangkap bola tersebut. (Bola yang author maksud bola mainan yang warna warni jadi satu gitu kayak bola voli mainan anak kecil gitu,para readers tahu kan?).
"Permisi tuan tampan! Apa kau bisa melempar bola itu kesini?" teriak sang wanita dari sisi lain kolam.
Edward melihat bola tersebut di sebelah istrinya. Lily yang hendak mengambil bola tersebut ditahan oleh sang suami. Edward mengambil bola tersebut menggunakan tangan kirinya. Kemudian Edward melempar bola tersebut kembali ke wanita tersebut tapi dengan cara sedikit kasar. Memang benar Edward mengembalikan bola tersebut namunnnnn... Bola itu mengenai wajah sang wanita sampai wajah dia merah.
Edward kembali memberikan elusan perut kepada Lily tanpa memperdulikan wanita itu lagi. Lily memegang tangan Edward lalu mengatakan,
"Sayang ke atas yuk! Aku capek tapi kamu gendong aku".
Dengan sigap Edward langsung menggendong Lily dan segera menepi. Lily melihat dari arah kejauhan kalau Yuri dan Max sedang bermesraan. Reaksi Lily hanya tertawa kecil saja.
Saat di atas, Edward membawa Lily ke tempat mereka meletakkan barang - barang tadi. Ketika disana Lily didudukkan di kursi tempat orang berjemur. Lily terlihat sangat kelelahan tetapi Edward tidak berani meninggalkan sendirian dan Lily meminta air dari tadi. Akhirnya Max dan Yuri kembali ke tempat Edward dan Lily.
"Ada apa dengan,Lily?" tanya Yuri yang khawatir melihat kondisi Lily.
"Bagus kau ada disini Yuri! Tolong belikan sebotol air di kantin sana! Pergilah bersama Max tapi cepetan! Lily sudah kehausan!" Edward memberikan uang kepada Max dan mendorong Max beserta Yuri.
Lima kemudian Max dan Yuri sudah kembali dengan membawa satu kantung plastik penuh air botolan. Edward mengambil satu kemudian memberikannya kepada Lily. Tangan Edward memegangi botol air tersebut yang dimana Lily meminum dengan terburu - buru.
"Pelan - pelan baby! Tersedak nanti!" ucap Edward yang memperingatkan Lily.
"Iya sayang! Maaf!" jawab Lily yang sudah selesai minum.
"Cepat sekali kau naik, ada apa memangnya? Perutmu sakit?" tanya Yuri.
"Aku capek karena aku sudah mengitari satu kolam renang ini" jawab Lily yang masih kelelahan.
"Pantes! Kalau begitu aku kembali masuk ke kolam,bye bumil!" Yuri berlari ke arah kolam kemudian menyeburkan dirinya.
Max mengikuti Yuri dari belakang. Lily mulai curiga dengan hubungan Yuri dengan Max. Biasanya mereka tidak akan sedekat ini tapi apa yang terjadi ? Kenapa mereka bisa dekat sekali sekarang?. Banyak pertanyaan menyangkut di pikiran Lily tapi ya sudahlah toh itu hubungan mereka.
...****************...
Selesai beristirahat Lily dan Edward ikut bermain di kolam. Edward memberikan pistol air kepada Lily dan Max memberikan pistol air kepada Yuri. Kedua tim tersebut saling menembak satu sama lain. Edward bermain sedikit curang yang dimana dia menyiram Max menggunakan tangannya sehingga mendapatkan damage air lebih banyak. Tapi tidak segampang itu melawan dosen ganteng ini, dia melawan balik Edward dengan cara yang sama. Lily dan Yuri sibuk saling menyemprot satu sama lain tanpa memperdulikan pasangannya.
Setelah beberapa menit bermain pistol air mereka berempat memutuskan naik dan beristirahat sebentar. Mereka berempat memakan bekal yang dibawa dan dibuat langsung oleh Lily. Jujur saja Edward merasa cemburu saat masakan buatan istrinya harus dibagi oleh Max kalau sama Yuri dia tidak mempermasalahkannya.
"Hei! Kelihatannya laukmu yang itu enak,minta dong" belum Max menjawab Edward sudah mengambil lauk Max yang ada di piring.
"Kalau kau tidak ingin aku merasakan masakan istrimu sebaiknya bilang! Jangan curi semua lauk paukku dong!" Max mulai memprotes tindakan Edward yang mengambil lauk pauknya tanpa izin.
"Sudahlah kalian berdua jangam berkelahi! Ini masih banyak!" Lily mengeluarkan kotak makan yang lain kemudian memperlihatkan isinya.
Edward terdiam dengan mulut menganga berisi nasinya melihat yang dibawa istrinya. Max terlihat senang saat Lily menunjukkan masakannya yang lain. Dengan cepat dua pria itu langsung mengambil lauk yang ada di kotak tersebut. Keduanya makan dengan lahap dan terburu - buru. Lily dan Yuri hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah pasangan mereka. Biasalah namanya cowok.
Selesai makan siang mereka kembali melanjutkan bermain airnya hingga sore. Edward dan Lily terlihat sangat senang bisa bermain air bersama. Max dan Yuri sangat senang bisa bersatu walaupun dengan cara yang aneh. Setelah bermain air seharian mereka membersihkan diri kemudian pulang ke rumah masing - masing.
AUTHOR MAU CURHAT SEDIKIT, KENAPA MANGATOON LAMA BANGET REVIEW CHAPTER YANG SEBELUM KOLAM RENANG?! PADAHAL ISINYA CUMAN KEBUCINAN KARAKTER UTAMA INI AJA KOK! TAPI YA SUDAHLAH
NANTI DOUBLE UPDATENYA GUYSSS
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>