Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Di Gym


"Yaa... aku suka aja lihat otot - ototmu itu kelihatannya sedikit seksi" jawab Lily yang menjauhkan wajahnya dari Edward. S s


"Hm? Beneran? Bilang saja baby" Edward sedikit curiga dengan tingkah Lily.


"Sayang~.... mau pegang boleh-- eh! Bukan! Pegang sama peluk boleh?" Lily akhirnya mengatakan apa yang dia inginkan.


"Hehehe.... tentu saja boleh baby,sini dong!" Edward langsung memeluk istrinya walaupun masih berkeringat.


Lily sangat senang bisa merasakan otot - otot suaminya yang sudah terlatih. Kedua tangan memegangi otot lengan Edward dan absnya.


"Sayang~...".


"Kenapa baby?".


"Elusin perutku".


Edward langsung menuruti keinginan istrinya. Tangan Edward mengelus pelan perut istrinya yang bulat.


"Deg!".


"Baby! Pinpin nendang! Coba tendang lagi nak" Edward terkejut merasakan tendangan yang diberikan janinnya.


"Deg!".


"Hehe... bener sayang, anak mama sudah bisa nendang sekarang" Lily mengelus pelan perutnya agar sang janin bisa merasakan sentuhan sang ibu.


"Pinpin tendangnya pelan - pelan ya, kasihan mama kamu nanti sekarang papa mau olahraga" Edward menci um perut Lily lalu melanjutkan olahraganya.


Lily kembali fokus memperhatikan suaminya yang berolahraga. Saat lagi fokus memperhatikan tiba - tiba ada ibu hamil yang lain duduk di sebelah Lily.


"Permisi ya bu saya duduk di sebelah ibu ya" ucap ibu hamil tersebut yang duduk di sebelah Lily.


"Silakan bu, ayo silakan" jawab Lily yang mempersilakan ibu hamil tersebut duduk.


"Permisi bu boleh saya kenalan sama bu nya, kenalin saya Kinan".


"Boleh kok, panggil aja Lily".


"Usia kandungan kamu berapa?".


"Delapan bulan dua minggu".


"Ohhh...sudah besar kalau saya baru enam bulan lebih seminggu".


"Kenapa kamu kelihatan muda sekali? Berapa sih usiamu? Muda sekali Lily".


"Umur saya tahun ini dua puluh satu".


"Astaga! Muda sekali kamu, saya baru dua puluh enam".


"Hehehe... iya,saya menikah umur sembilan belas".


Kinan tidak menyangka kalau Lily menikah di usia yang sangat muda sekali. Mereka berdua kembali melanjutkan pembicaraan mereka.


"Oh iya Kinan! Yang mana suamimu? Apa kau kesini gara - gara ngidam" tanya Lily yang juga melihat sekelilingnya.


"Iya saya kesini karena ngidam lagi pengen liat suami saya olahraga,itu suami saya di sebelah sana" jawab Kinan yang menunjuk ke arah pria yang hanya menggunakan baju singlet.


"Ohh... kalau suami saya itu yang sebelah sana" sekarang giliran Lily yang menunjukkan suaminya.


"Ohh... masih lebih tampan suami saya".


"Hahaha... ada - ada saja kau ini".


Mereka berdua kembali melanjutkan pembicaraan. Topik yang dibicarakan beragam dimulai dari keseharian selama masa kehamilan,ngidam apa saja,kesulitan apa yang dilalui,dan lain - lain.


▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎¤▪︎¤


"Makasi baby" ucap Edward yang mulai mengemasi barang - barangnya.


"Sama - sama sayang, nanti kita mampir belanja dulu yuk" jawab Lily yang kembali duduk di kursi panjang.


"Baby mau belanja apa? Tumben sekali biasanya suruh orang belanjain" Edward sudah selesai mengemasi tasnya dan sekarang dia memakai bajunya.


"Mau lihat - lihat aja tapi tidak terlalu pengen belanja sih" Lily juga memakai jaketnya.


"Jadi baby cuman mau lihat - lihat barang - barang yang ada di toko aja?".


Lily menganggukkan kepalanya dengan pipi mengembungnya. Mereka berdua beranjak dari sana menuju parkiran. Edward membawa seluruh barang bawaan termasuk milik istrinya.


Saat di parkiran, Edward tidak sengaja bertemu dengan mitra kerjanya. Edward mengajak Lily sebentar untuk menghampiri mitra kerjanya.


"Halo bro! Oh ternyata sama istri,keren" sapa Edward yang menepuk bahu temannya tersebut.


"Weit! Halo juga bro! Iya nih biasa istri lagi ngidam, ngomong - ngomong siapa yang di sebelahmu?" jawab teman Edward yang juga menepuk bahu.


"Ini istriku, namanya Lily" Edward beralih merangkul Lily.


"Ohhh.... eh sayang! Bukannya dia yang ajak kamu ngobrol tadi".


"Eh iya sayang! Ternyata suamimu teman suamiku" Kinan baru menyadari kalau ada Lily disana.


"Kalian sempat mengobrol?" Edward melirik ke arah istrinya.


"Iya tadi saat kamu lagi ngegym kebetulan dia duduk di sebelahku".


"Ohhh... ya sudah kalau begitu bro, gua duluan" Edward dan Lily beranjak pergi dari sana.


Mereka masuk ke mobil lalu segera pergi ke minimarket. Selama perjalanan Lily tidak henti - hentinya mengoceh tentang obrolan dia bersama Kinan tadi sedangkan Edward mendengarkannya. Edward juga tertawa saat mendengar topik yang dibicarakan istrinya secara acak dan lucu.


Mobil Edward sudah sampai di minimarket. Lily menarik tangan Edward agar segera masuk.


Saat di dalam Lily terpana dengan kerapian dan aroma barang - barang yang ada. Lily mulai berkeliling dengan Edward mengikuti dari belakang.


Sesekali Lily memegang atau menghirup aroma barang - barang yang ada. Edward juga melihat - lihat dan mengambil beberapa barang yang dia inginkan.


Setelah setengah jam berkeliling berulang kali akhirnya Lily mengajak pulang. Lily mengajak Edward ke kasir dan matanya melihat yogurt yang ada disana.


"Sayang... mau itu" pinta Lily yang langsung mengambil yogurt tersebut.


"Ambil saja sekalian bayar sama barangku" jawab Edward yang menyerahkan barang belanjaannya dan mengeluarkan kartu kreditnya.


Lily menyerahkan yogurt yang diambil kepada mbak kasir. Semua barang sudah terhitung dan sudah dibayar. Edward membawa belanjaannya sendiri, tidak dengan Lily yang ingin membawa barangnya sendiri.


Mereka berdua sudah masuk ke mobil lalu pergi menuju ke kediaman. Lily memakan yogurt tersebut dan enggan untuk membaginya dengan Edward.


Mobil Edward sudah sampai di kediamannya. Lily memasak makan malam dan Edward membersihkan badannya yang habis berolahraga.


Menu makan malam hari ini adalah tumis kacang panjang campur daging ayam,Sup jagung dan jangan lupa harus ada nasi. Sejak Lily usia kandungan Lily memasuki lima bulan, dia jadi lebih suka ngemil nasi. Kadang juga dicampur dengan sayur atau bumbu yang lain.


"Sayang! Makan malam sudah siap! Cepat kesini!" panggil Lily yang menata meja makan.


"Iya baby aku datang!" Edward langsung menuju dapur.


Edward dan Lily duduk berhadapan. Mereka berdua mulai makan malam dan yang paling lahap adalah Lily. Edward harus makan sedikit demi istrinya walaupun begitu Lily juga peduli kepada suaminya.


Selesai makan malam, Edward membantu Lily mandi. Lily sangat suka dimandikan oleh Edward dan itu merupakan hal favorit dia selama hamil.


Selesai mandi mereka berdua tidur dan tidak lupa memberikan ciu man selamat malam. Edward memandangi wajah istrinya yang semakin cantik dan menarik. Bahkan Edward sering lepas kendali saat melihat wajah istrinya.


Makasi yang sudah mampir dan baca


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>