Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps 87 Merasakan Judith


Selesai menghisap darah Judith, Vaska kembali berbaring di samping gadisnya.


“Kondisi mu baik-baik saja rupanya.” Vaska memeriksa kondisi Judith untuk memeriksa gadis itu mengidap anemia kembali atau tidak. “Aku harap setelah kontrak berhasil kau akan tetap berada di sisiku.” membelai pipi Judith kemudian menyentuh bibir tipis merah gadisnya.


Vaska kembali mengeluarkan asap putih yang beraroma harum yang membuat tidur Judith semakin dalam dan pulas.


“Kau terlihat cantik dalam lingerie putih ini.” Vaska kembali melihat lekuk seksi tubuh Judith yang membuatnya kembali tergoda. “Judith kenapa kau membuat ku tak bisa berhenti...” Vaska mulai mencium bibir tipis Judith dan menyingkap sedikit lingerie yang dikenakan gadis itu.


Ia terus mencium bibir Judith sambil tangannya juga bergerak menyentuh setiap jengkal tubuh seksi Judith.


Vaska duduk di depan Judith. “Judith... maaf...” Vaska mencium area sensitif Judith. “Aku akan melakukannya jika kau dalam keadaan sadar saja.” Vaska mengurungkan niatnya dan bergeser.


Ia kemudian kembali berbaring di samping Judith dengan memeluknya erat sambil mencium lehernya.


“Sudah saatnya aku kembali.” Vaska yang bisa tertidur sebentar tiba-tiba bangun karena merasa hari sudah hampir fajar. “Judith aku pergi dulu.” Vaska mencium kening Judith kemudian menghilang dari sana.


Dua jam kemudian Judith bangun.


“Uh...” Judith merasa ada sesuatu yang menyentuh area sensitifnya. Ia pun bangun “Kelopak mawar merah ?” menemukan dua kelopak mawar merah di sana dan mengambilnya. “Kenapa bisa ada kelopak mawar lagi di sini ?” berdiri dan segera melihat keluar jendela namun ternyata kosong tak ada apapun di sana.


“Mungkin hanya perasaan ku saja, tidak mungkin tuan Vaska ada di sini semalam.” mengambil dan menaruh dua kelopak mawar tadi pada toples kaca bening di mana kelopak mawar lainnya ia taruh di sana.


Satu jam setelahnya Judith berangkat kerja ke kantor seperti biasa.


Ya dia terpikirkan pada CEO Marvell yang berulang kali mencoba untuk mendekati dirinya karena suatu motif.


“Cepat antarkan dokumen ini sekarang ke ruangan CEO.” ucap manajer Abel karena gadis itu tak kunjung bergerak dari tempatnya. “Bai-baik manajer.” Judith yang sebenarnya enggan pergi ke sana dan bertemu dengan pria itu kemudian segera berjalan keluar dari ruangan untuk mengantarkan dokumen urgent.


“Pagi CEO... ini ada Dokumen untuk anda dari Manajer Abel.”ucapnya setelah masuk ke ruangan dan melihat pria itu sedang sibuk dan ia pun menaruh dokumen itu di meja.


“Tunggu sebentar jangan pergi.” panggil CEO Marvell menghentikan langkah kaki Judith yang baru beberapa langkah saja.


“Ya CEO.” Judith berhenti dan berbalik.


“Ini sudah bawa kembali dokumennya.” pria itu hanya membacanya sekilas dan segera membubuhkan tanda tangannya kemudian memegang kembali dokumen itu.


Saat Judith kembali mendekat padanya dan memegang dokumen yang ada di tangannya.


“tac !” CEO Marvell menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan dia pun menjentikkan tangannya yang membuat Judith pingsan.


“Kau tak bisa lari dariku lagi.” CEO Marvell menangkap tubuh Judith sebelum roboh. Ia pun segera mencium leher Judith dan menghisap sedikit darahnya untuk mencobanya. “Manis sekali, 10 kali lipat darah Kyle rasa manisnya.” mengusap bibirnya.


Dalam hitungan detik ia pun kembali menjentikkan jarinya dan membuat Judith tersadar kembali.


“Oh... baik aku akan membawanya.” Judith segera berjalan kembali membawa dokumen dan merasakan sedikit pusing.