
Judith terus berjalan agak jauh dari kantor CEO Vaska. Setelah berjalan sejauh tiga meter ia pun berhenti di perempatan lorong.
“Judith kenapa kau berdiri di sana sendiri ?” ucap seorang gadis dari departemen lain yang kebetulan melewatinya. “Aku mau ke kantor CEO Marvell untuk mengantarkan ini.” Judith menunjukkan dokumen yang di bawanya pada Livia.
“Kebetulan sekali aku juga mau ke sana. Bagaimana jika kita ke kantor CEO Marvel sekarang ?” ucap Livia menunjukkan beberapa dokumen yang dibawanya.
“Kebetulan sekali ada Livia di sini jadi aku bisa tenang CEO Marvel tidak akan tahu jika aku tak sengaja mengintip mereka berdua tadi.” Judith mengangguk dan beruntung sekali bertemu dengan temannya itu. “Ya, ayo.”
Mereka berdua kemudian berjalan bersama menuju ke kantor CEO Marvell.
“Livia Sebenarnya ada apa antara CEO dan Kyle ?” tanya Judith tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya. “Kau tidak tahu ?”
Judith menggeleng.
“Mereka menjadi perbincangan hangat. Aku tidak tahu kebenarannya tapi dari berita yang beredar mereka berdua terikat dalam pernikahan kontrak.” jelas Livia dengan suara pelan dan sesekali melirik ke arah kanan dan kiri mereka, takut jika ada yang mendengar apa yang diucapkannya.
“Apa itu benar ?” Judith terkejut mendengarnya. Livia hanya mengangguk. “Ssts...” menutup mulutnya saat mereka tiba di depan kantor CEO Marvell.
“tok-tok...” Judith mengetuk pintu ruangan CEO yang sudah terbuka.
Pria itu akan berdiri dari tempat duduknya.
“Judith, Livia...bagaimana kalian bisa ke sini bersamaan ?” Kyle berjalan menuju ke pintu dan menatap mereka berdua bergantian. “Kami kebetulan bertemu di tengah jalan tadi.” jawab Livia.
“Ini kami mau mengantar dokumen untuk CEO Marvell.” Judith menunjukkan dokumen yang di bawanya pada Kyle. “Jika tidak urgen bisa di tinggal.” Kyle menerima dokumen dari tangan Judith.
Judith mencoba membuktikan apakah yang dilihatnya tadi benar atau tidak.
“Astaga di leher kiri Kyle ada bekas gigitan, persis seperti gigitan yang biasa dibuat oleh tuan Vaska.” pekiknya dalam hati. “Jadi... apa benar... CEO Marvell juga seorang vampir ?”
“Judith kenapa kau menatapku seperti itu ?” Kyle menunggu jawaban Judith yang belum meresponnya. “Oh tidak...ya baiklah jika begitu aku titipkan dokumen itu padamu.” Judith sedikit gugup.
“Livia aku pergi dulu jika begitu.” Judith segera berpamitan pada temannya itu untuk menutupi rasa gugupnya. “Ya Judith, kau pergi duluan saja. Karena aku harus menunggu dokumen ini. Dan itu pasti akan lama.” Livia kemudian masuk ke ruangan bersama Kyle setelah Judith pergi dari sana.
Judith tiba di kantor dan duduk di tempatnya. Ia kembali memikirkan apa yang diucapkan oleh Livia tadi.
“Apa mungkin Kyle sama seperti diriku ? Dia adalah istri kontraknya CEO Marvell yang notabenenya adalah seorang vampir ?” menopang dagunya dengan satu tangan. “Bagaimana bisa ada vampir lain di sini ? Dan kelihatannya Kyle tidak tahu siapa CEO Marvell itu.” bersandar ke kursi.
“Jika terus seperti itu dan Kyle tidak tahu jika dirinya menjadi penyuplai darah, maka kondisinya mungkin akan memburuk dan...” Judith tiba-tiba menutup bibirnya. “Dia akan bernasib sama dengan mantan istri tuan Vaska yang sudah diawetkan di dalam peti ?!” teringat pada banyak peti di rumah Vaska yang berisi banyak wanita cantik yang sudah meninggal. “Bagaimana jika aku memberitahunya agar dia bisa menjaga kondisinya ?”