
Setelah memberikan beberapa nasehat pada Albert dan juga pada orang tuanya, Vaska segera berpamitan ternyata di rumahnya saat ini pasti ada pasien yang masih menunggunya kembali.
“Terimaksih atas bantuannya, dokter Vaska.” Ayahnya Albert mengantar Vaska hingga ke depan rumah.
Pria itu pun terlalu dari rumah warga dan berjalan kembali melewati hutan untuk menuju ke rumahnya.
“Aku ingin bertemu dengan vampir yang menghisap anak-anak di daerah sini.” Vaska menatap ranting-ranting pohon yang ia lewati di sepanjang jalan mencari sosok burung putih bertanduk. Namun sayang, ia tak menemukan sosok itu di sana.
“Mungkin lain waktu, aku akan keluar mencarinya. Jangan sampai terjadi wabah di sini.” ia melanjutkan jalannya meskipun sebenarnya ia ingin mencari sosok itu saat ini.
Vaska di tempat prakteknya. Ia pun segera menghampiri Judith.
“Bagaimana keadaan pasien yang kau periksa ?” Judith segera bertanya saat melihat pria itu datang. “Kondisinya lebih parah dari 15 pasien sebelumnya, tapi aku sudah mengatasinya dan aku akan menceritakan padamu nanti.” Vaska singkat menceritakannya.
Judith mengusap pipi Vaska dan lebih mendekat lagi padanya. Ia hanya ingin memeluk nya saja.
“Judith jangan. Aku belum ganti baju. Baju ku kotor terkena banyak virus. Nanti saja setelah praktek tutup kau bebas mau melakukan apa padaku.” Vaska menolak dan segera mundur.
Judith yang tahu Vaska seperti itu pasti karena mengkhawatirkan dirinya. Ia tak ingin dirinya terkena virus atau sejenisnya, hanya diam saja dan tidak marah padanya.
“Sayang, sebaiknya kau panggil pasien yang ada untuk segera masuk.” Vaska beralih menatap ke ruang tunggu dan mendapati banyak pasien yang menunggu untuk diperiksa. Ternyata mereka tetap mau menunggu kedatangan dokter meskipun Judith bilang pada mereka jika dokter mungkin lama baru akan kembali.
“Pasien nomor antrian 57, silahkan masuk.” Judith segera memanggil pasien yang mengantri karena ada pasien lain yang juga baru datang.
Semenjak kejadian itu anak-anak kecil yang ada di sana tak berani main ke hutan setelah mendapatkan larangan dari orang tua mereka juga setelah melihat beberapa dari mereka yang sakit.
“Semoga saja tak ada korban lagi setelah ini.” ucap ayahnya Buddy setelah memeriksa dan memberikan obat pada putranya sebelum tidur.
Di rumah Vaska.
Terlihat pria itu ada di ruang santai sekarang bersama Judith.
“Sayang aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan penyakit yang diderita anak-anak kecil di sini.” Judith tiba-tiba teringat pada mereka.” menatap Vaska. “Apa mungkin ada vampir di sini ?” lanjutnya yang membuat Vaska terkejut.
“Kau ini bicara apa, tak ada vampir disini. Tempat ini aman. Dan anak-anak itu sakit karena virus bukan disebabkan oleh gigitan vampir.” Vaska berbohong karena tak ingin membuat gadisnya itu ketakutan.
Pukul 23.00 di rumah warga.
Matheos datang setelah semua orang di sana tidur pulas dan mungkin saja sedang bermimpi indah.
“Kuuk...” terlihat sosok burung hantu bertanduk putih di atas atap beberapa rumah warga. Mereka sudah berada di sana dari dua jam yang lalu. “Jadi rupanya begitu... para orang tua yang ada di sini melarang anak-anak mereka untuk bermain di hutan. Jadi pantas saja hutan sekarang sepi sekali.” Matheos mencuri dengar percakapan mereka dan menemukan penyebabnya kenapa mereka tak bisa minum beberapa hari ini.
“Aku akan melaporkannya pada Raja Alfonso.” Matheos kembali terbang dan hilang di udara setelah mendapatkan informasi yang mereka perlukan.