
"Kau bisa bertemu dengannya langsung dan meminta penjelasan padanya," ucap Arkan menenangkan Rose agar tidak terus menangis.
"Ya, seharusnya memang seperti itu," jawab Rose seraya melepaskan pelukan Arkan, dia menundukkan kepala seraya mengusap air matanya dengan cepat. "Maaf, karena aku sangat cengeng," ucap Rose pada Arkan, kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Arkan memandang wajah Rose yang terlihat sendu. Hidung mancung itu terlihat memerah karena kebanyakan menangis. Dan bibir ranum itu bergetar, menandakan jika calon istrinya ini sedang menahan tangis dan kesedihan yang mendalam...