
Tuan Park merasa tersudutkan. Dia meraih kepalanya dengan kedua tangannya, meremas rambutnya dengan kuat. Dia tidak bisa lari, dan dia tidak bisa mengelak lagi. Dia harus jujur, semua rahasia yang selama ini dia sembunyikan harus di ungkap.
“Appa!” Arkan memanggil ayah mertuanya yang sejak tadi terdiam sambil memegang kepala. Dia tahu, dan dia paham kalau saat ini ayah mertuanya sedang dilema.
“Semua ini terjadi begitu saja .....