
Hujan semakin deras mengguyur Kota Jakarta. Mami sejak tadi mondar-mandi cemas di ruang tamu, sesekali menatap ke arah luar jendela, berharap putrinya pulang. Sebuah penyesalan menyambangi hatinya saat mengingat perlakuannya pada putrinya selama ini. Harusnya ia lebih sabar menghadapi Willia yang selama ini diperlakukan bak seorang ratu oleh Papinya.
Ponsel Mami berdering. Mami pikir itu dari Hendra atau Willia tapi ternyata dari mantan suaminya yang pastinya ingin menanyakan kabar Willia.
"Angkat nggak ya?" gumam Mami dengan perasaan cemas dan takut. Takut kalau mantan suaminya akan marah pad...