
Hendra duduk berhadapan dengan kedua orang tua Willia. Hendra tersenyum manis sembari menatap kedua orang itu secara bergantian. Perasaan gugup menyambangi hatinya ketika Papi menatapnya tajam karena ia sudah mengatakan tujuannya ingin melamar dan menikahi Willia pada kedua orang itu.
Sedangkan Willia saat ini berada di dapur membuat teh hangat untuk orang tuanya dan Hendra. Ia juga sekalian menyiapkan beberapa makanan ringan.
Hendra baru membuka mulutnya, ingin menjawab pertanyaan Papi, tapi niatnya itu diurungkannya...