
Vy heran, sudah hampir jam 8 pagi tapi suara Arunika belum terdengar memanggil. Biasanya anak itu bangun sebelum jam 8 pagi agar bisa leluasa bersiap-siap sebelum berangkat ke sekolah saat jarum jam menunjukkan pukul 9.
Vy meletakkan piring roti ke atas meja, lalu memasuki kamar anaknya.
"Kak?" panggil Vy, namun tidak ada jawaban. Ia lalu duduk dipinggir kasur dan mencoba membangunkan anaknya. Namun itu tidak terjadi, karena Vy lemas duluan saat tahu jika anaknya tidak baik-baik saja.
"Sayang" panggil Vy. Ia memangku anaknya.
Perlahan mata...