
Dalam asap tersebut, muncullah sosok Lucifer lagi. Kali ini, penampilannya lebih menakutkan daripada sebelumnya. Sayap-sayap hitamnya terbentang dengan anggun di sekelilingnya, dan matanya bersinar dengan cahaya kebiruan yang menghipnotis.
"Aurelie...!!!" kata Lucifer dengan suara yang tenang namun mengguncang.
Aurelie seakan-akan tidak bisa bergerak ataupun bersuara mendengar Mahkluk itu menyebut namanya.
"Aku kembali karena kita memiliki peran yang harus kita jalani bersama. Aku ingin mengajakmu untuk memahami lebih dalam tentang makhluk-makhluk supernatural, baik yang baik maupun yang jahat." Kata Lucifer menggoda Aurelie.
Meskipun Aurelie takut, ia merasa bahwa ia tidak bisa menghindar dari nasib yang telah mengikatnya dengan Lucifer.
"Apakah ini berarti aku harus menjadi bagian dari duniamu, Lucifer?" tanya Aurelie dengan gemetar yang tiba-tiba mulutnya terbuka dan bisa berbicara.
Lucifer tersenyum lebar, menunjukkan gigi-gigi putihnya yang tajam.
"Bukan hanya menjadi bagian dari dunia saya, Aku akan membawa kamu ke tempat-tempat yang belum pernah kamu bayangkan." Kata Lucifer dengan tatapan mata yang seolah-olah telah menghipnotis Aurelie.
Aurelie merasa dunia sekitarnya mulai berubah dan ia merasa seperti ada kekuatan tak terlihat yang mengawasi setiap langkahnya. Kilatan cahaya kebiruan dan suara-suara aneh yang dulu hanya muncul sesekali, sekarang semakin sering terjadi.
Aurelie juga merasakan pengaruh kegelapan yang merayap ke dalam jiwanya. Dia harus menghadapi cobaan batin yang begitu sulit, termasuk godaan dan ketakutan yang tak terbayangkan.
Lucifer memandanginya dengan senyum misterius di wajahnya kemudian ia menghilang. Aurelie yang merasa kecemasan berlebihan kini menghantuinya ia berlari ke luar dari rumahnya, ia berlari sejauh mungkin sebisa yang ia bisa.
Saat hari mulai gelap, Aurelie kembali ke rumahnya, Di dalam malam yang gelap dan di tengah hujan yang turun deras, seorang pengendara motor tiba-tiba melaju dan tidak melihat Aurelie, pengendara motor itu menginjak rem mendadak dan Aurelie terlempar jauh dan berguling-guling di jalan raya. Aurelie terjebak dalam sebuah kecelakaan yang mengerikan.
Pengendara motor itu segera menghubungi penduduk setempat dan Aurelie segera di larikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
"Apa anda keluarga pasien?" dokter bertanya pada pengendara motor itu.
"Tidak, aku bukan saudaranya, tapi aku akan bertanggung jawab untuk gadis ini sampai dia benar-benar di nyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit ini." jawabnya pengendara motor itu.
"Baiklah! Silakan isi formulir ini dan semua administrasinya segera di selesaikan." Kata dokter yang menangani Aurelie.
"Baik dokter." Jawab pengendara motor itu.
Namanya pria pengendara motor itu adalah Boy, ia yang bertanggung jawab atas Aurelie dan sekaligus menjadi walinya di rumah sakit selama perawatan itu.
3 jam kemudian, dokter dan para perawat membawah Aurelie keluar dari ruangan operasi, Boy segera menghampiri dokter dan bertanya soal perkembangan gadis itu.
"Dokter bagaimana keadaan gadis itu?" tanya boy wajah yang penuh khawatir.
"Syukurlah operasi berjalan dengan lancar. Namun karena benturan yang sangat keras menyebabkan gadis itu untuk sementara waktu akan mengalami koma." Kata dokter.
"Koma?" ucap Boy cemas.
"Ya, itu akan membutuhkan beberapa waktu hingga dia pulih kembali, kita hanya perlu berdoa pada sang kuasa agar gadis itu bisa melewati masa kritisnya." ucap dokter kemudian pergi.
...----------------...
Aurelie terbangun di sebuah tempat yang asing, sebuah istana yang tak terbayangkan oleh akal dan pikiran manusia.
Aurelie merasakan getaran dingin di seluruh tubuhnya saat dia berdiri di dalam istana yang begitu megah itu. Dinding-dinding batu hitam dan lantai marmernya menyebabkan tempat itu terasa seperti dunia yang sepenuhnya berbeda dari yang pernah dia kenal. Dia merasa terombang-ambing antara kekaguman dan juga ketakutan yang luar biasa.
"Selamat datang, Permaisuri Aurelie" ucapnya dengan hormat.
"Apa? Permaisuri?" ucap Aurelie.
"Penguasa kami, Lucifer, telah lama menantikan kedatanganmu." kata pelayan setan itu padanya.
Aurelie seolah-olah telah terhipnotis dan hanya bisa mengangguk-angguk dan mengikuti pelayan setan itu.
Malam itu, di ruang permaisuri yang mewah, Aurelie duduk di tepi tempat tidurnya yang besar, menatap jendela yang memberinya pemandangan langit neraka yang menyala-nyala. Dia merenung tentang bagaimana nasibnya bisa berubah dalam sekejap mata, menjadi permaisuri seorang setan.
Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menerima takdirnya dan bersiap menghadapi segala kemungkinan yang akan datang.
Aurelie merasa jantungnya berdebar kencang ketika dia melihat sekitar istana Lucifer yang megah. Lilin-lilin besar yang terbakar dengan warna-warni menyinari lorong-lorong yang lebar, mengungkapkan seni dan keindahan yang tak terkira. Tetapi, kesan indah ini hanya berbaur dengan kegelapan dan aura misterius yang mengelilingi tempat itu.
Aurelie berjalan perlahan, mengikuti pelayan setan itu ke ruangan yang lebih besar lagi. Di tengah ruangan itu, dia melihat sosok yang telah dia Sebelumnya. Lucifer, penguasa neraka, berdiri dengan gagah di depannya, ia memiliki sayap yang mengkilap seperti besi hitam, dan pandangan tajam yang memandang Aurelie dengan penuh misteri.
"Permaisuri Aurelie, Kau adalah tamu yang langka di sini. Selamat datang di istanaku." ucap Lucifer dengan suara yang begitu mendalam sehingga menggetarkan ruangan itu.
Isabella hanya bisa menelan ludah dan menjawab dengan gemetar.
"Apa maksudnya dengan tamu istimewa, dan aku ingin menjadi permaisurimu! Biarkan aku kembali ke duniaku sekarang." Kata Aurelie dengan suara gemetaran.
Dalam kebingungannya, Aurelie merasa dirinya seperti boneka yang ditempatkan di tengah pertunjukan yang tak bisa dia kendalikan. Dia tidak tahu apa yang diharapkan darinya sebagai permaisuri Lucifer, dan itu membuatnya semakin cemas.
Aurelie berdiri di hadapan Lucifer, penguasa setan yang legendaris itu, dengan rasa takut yang bercampur aduk. Matanya yang tajam menembus jiwanya, seolah-olah membaca setiap pikiran dan kekhawatirannya. Dia merasa dirinya seperti mangsa yang diletakkan di hadapan predatornya.
Lucifer, dengan tangan terangkat, membuat gerakan yang aneh di udara, dan tiba-tiba, sepiring hidangan lezat muncul di depan Aurelie. Aroma makanan itu menguar di sekelilingnya, menggiurkan perutnya yang kosong.
"Silakan, makanlah," kata Lucifer, suaranya yang gelap menggema di ruangan itu.
Aurelie merasa dilema, tapi ia sangat lapar, tetapi makanan ini jelas bukan dari dunianya.
Di piring mewah itu, setumpuk ulat-ulat sedang menggeliat, namun di mata Aurelie itu adalah makanan terlezat yang pernah ia lihat.
Dia mengambil sejumput ulat-ulat itu yang di lihatnya adalah makanan dan kemudian mencicipinya.
"Rasanya luar biasa, lebih nikmat dari segala yang pernah aku rasakan sebelumnya." gumam Aurelie.
Lucifer tersenyum penuh misteri melihat Aurelie yang sedang makan itu.
Aurelie mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya pada Lucifer.
"Mengapa saya di sini dan mengapa saya dipilih sebagai permaisuri Anda?" tanya Aurelie.
Lucifer tersenyum dengan tegas.
"Kita punya rencana besar, Aurelie. Kau adalah kunci untuk merubah segalanya dan sebagai permaisuri saya, kau akan memainkan peran penting dalam rencana besar itu. Namun, saat ini kau masih terikat dengan duniamu, kelak jika ikatan itu lepas kau akan kembali ke sini untuk selama-lamanya." kata Lucifer dengan suara tawa yang menggelegar bagaikan petir yang menyambar di ruangan itu.
Bersambung...👉