ALAM MAUT

ALAM MAUT
Pertanda-Pertanda yang Menakjubkan


Dengan usaha dan keyakinan di bantu oleh doa-doa yang tak henti-hentinya di ruang suci kuil Budha, mereka akhirnya berhasil menyegel patung Buddha raksasa terkutuk itu. Orang-orang yang masih hidup dan dalam pengaruh jahat roh-roh itu kini terlepas.


Patung Buddha itu kemudian perlahan-lahan retak dan akhirnya hancur berkeping-keping.


Keesokan harinya, biksu Joy dan biksu Jay pergi ke balai kota untuk memindahkan pecahan-pecahan patung tersebut ke lab kuil dan karena mereka telah berhasil menghancurkan kutukan dan pengaruh jahat dari roh-roh itu kini membuat para biksu merasakan perasaan lega dan bahagia. Juga perlahan-lahan kota kembali di bangun oleh gubernur yang baru.


"Kami memindahkan pecahan-pecahan patung Budha yang terkutuk itu ke lab, dan upacara penghiburan juga telah di lakukan agar mereka tenang dan mencapai Nirwana." kata biksu Jay.


"Kerja bagus!" Jawab biksu Joy.


...----------------...


Aurelie yang sempat mengalami cedera dalam misi mereka beberapa waktu lalu kini telah bangkit kembali dan bersiap untuk memulai awal yang baru dalam kesehariannya.


Setelah perjalanan panjang yang telah ia lakukan ia kembali mengingat ketikan ia baru saja tiba di kota sepulangnya ia dari rumah warisan peninggalan keluarganya turun temurun, ia langsung di hadapkan dengan misteri dan fenomena yang terjadi di kota dan sekaligus terlibat di dalamnya.


Ia berpikir untuk kembali ke Asrama Melatih tempat ia tinggal, namun kembali ia mengingat hal-hal aneh dan tidak menyenangkan tentang kost itu, ia kemudian memutuskan untuk berpetualangan dan berencana untuk pergi ke kota-kota lainnya untuk mencari pengalaman dan juga suasana yang baru sambil berharap kehidupannya di tempat baru menjadi awal yang baik untuknya.


Perjalanan keluar dari Kota City Land bukanlah hal yang mudah bagi Aurelie. Ia menghadapi berbagai tantangan yang menguji fisik dan mentalnya. Ia melewati hutan yang lebat, sungai yang berbahaya, dan gurun yang tandus.


Di tengah perjalanannya, ia bertemu dengan seorang petani tua yang memberinya makanan dan nasihat bijak tentang hidup, dan seringkali ia juga bertemu dengan sekelompok penjarah yang mencoba mencuri apa yang ia miliki.


Setelah melewati berbagai tantangan dalam perjalanannya, ia mulai merenungkan tentang arti sejati dari perjalanannya itu meninggalkan kota. Aurelie yang dulu merasa terjebak dalam rutinitas sehari-hari dan kenangan yang menyedihkan, kini ia merasa terlepas dari semua itu dan semakin bersemangat untuk memulai awal yang baru dalam kehidupannya.


Aurelie kemudian tiba di sebuah kota kecil, disana ia disambut baik oleh masyarakat. Aurelie merasa sangat senang dan ia berpikir untuk memulai kehidupan barunya di kota itu untuk beberapa waktu ke depan.


Ia lalu mendapatkan tempat tinggal di pinggiran kota, sebuah rumah tua namun bagi Aurelie itu adalah rumah tua yang unik dan juga indah. Ia pun memilih rumah tua itu dari banyaknya rumah yang di tawarkan padanya. Seharian ia bekerja menata rumah tua itu, hingga berubah menjadi rumah kecil yang ideal dan cantik.


"Wah, rupanya aku berbakat juga dalam seni!" gumam Aurelie memuji dirinya sendiri.


...----------------...


Di malam yang gelap dan berawan, Aurelie, seorang penulis yang hidup sendirian di sebuah rumah di pinggiran kota, merasa ada yang tidak biasa di udara.


"Biasanya, malam seperti ini akan tenang, tetapi kali ini ada yang berbeda." gumam Aurelie sambil melihat-lihat dari jendela kamarnya.


Tiba-tiba kilatan cahaya kebiruan yang aneh menyambar langit, menciptakan gambar-gambar yang membingungkan di pikiran Aurelie. Ia melangkah ke teras rumahnya dan merenungkan langit dan ia melihat bintang-bintang yang tampaknya bergerak lebih cepat dari biasanya dan suara-suara aneh yang datang dari dalam hutan di sekitar rumahnya. Bunyi gemuruh jauh terdengar, seolah alam semesta itu sendiri merasakan sesuatu yang besar akan terjadi.


"Apa yang sebenarnya terjadi malam ini? Apa arti pertanda-pertanda ini?" Ucap Aurelie.


Dia memutuskan untuk mencari jawaban dengan membaca buku-buku tua tentang mitologi dan kepercayaan kuno yang selama ini dia kumpulkan ketika ia berada di kota city land.


Pukul dua pagi, ketika Aurelie masih terjaga, ia melihat bayangan-bayangan misterius yang melintas di depan rumahnya. Bayangan-bayangan itu tidak memiliki bentuk yang jelas, tetapi mereka mengingatkannya pada cerita-cerita tentang makhluk-makhluk gaib yang berkeliaran di malam hari.


Tidak ada yang bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi, tetapi Aurelie tahu bahwa ini adalah awal dari sesuatu yang luar biasa. Malam itu, ia pergi tidur dengan pertanyaan besar yang menghantui pikirannya.


...----------------...


Keesokan harinya, Aurelie merasa perlu mencari tahu lebih banyak tentang pertanda-pertanda yang mengguncang malam sebelumnya. Dia menghabiskan sepanjang pagi untuk meneliti dan mencari informasi tentang kilatan cahaya, suara-suara aneh, dan bayangan-bayangan misterius yang dia saksikan malam itu dan dalam pencariannya, ia menemukan beberapa kisah legenda dari budaya-budaya kuno yang berbicara tentang makhluk-makhluk supranatural yang dapat memengaruhi alam dan manusia dengan cara yang tak terduga. Salah satu cerita yang menarik perhatiannya adalah tentang malaikat jatuh bernama Lucifer, yang pernah tinggal di surga namun kemudian diusir dan menjadi penguasa neraka.


"Lucifer? Tidak mungkin!" Gumam Aurelie.


Semakin ia mendalam dalam penelitiannya, semakin kuat keyakinannya bahwa apa yang dia alami malam sebelumnya memiliki kaitan dengan sesuatu dari masa lalunya dan iya merasa hal itu akan lebih menakutkan daripada yang dia bayangkan.


Pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dalam pikiran Aurelie.


"Apakah mungkin aku telah melihat sesuatu yang melibatkan si penguasa dunia bawah, Lucifer? Dan jika iya, apa yang akan terjadi selanjutnya?" Pikir Aurelie.


Tiba-tiba ruangan di kamarnya dipenuhi oleh asap tebal yang misterius. Asap itu mengelilingi dirinya, menciptakan pusaran-pusaran aneh di sekitarnya, dan pada saat yang sama, sebuah sosok muncul di tengah-tengah asap tersebut.


Sosok itu awalnya tidak terlihat dengan jelas, tetapi secara perlahan-lahan, cahaya mulai meneranginya. Aurelie dengan gemetar menyadari bahwa dia berhadapan dengan sosok yang menakutkan, seorang laki-laki dengan jubah hitam berdiri di hadapannya.


"Siapa kau?" tanya Aurelie.


"Halo, lama tidak berjumpa mantan calon permaisuriku!" jawab Lucifer.


Kini Aurelie tahu, kalau sosok yang berdiri di depannya adalah Lucifer penguasa dunia bawah yang di sebut Alam Maut atau Lebih di kenal dengan Neraka.


"Siapa kamu?" tanya Aurelie lagi dengan gemetar.


"Aku adalah Lucifer, yang pernah berada di surga, Aku datang ke sini karena ada sesuatu yang menarik hatiku, dan kau, Aurelie, memiliki peran penting dalamnya." Jawab Lucifer.


Bersambung...👉