
Aurelie merasa sangat bangga dan bahagia. Dia merasa seperti telah menjadi bagian dari sesuatu yang besar dan berarti. Namun, ada juga perasaan nostalgia dalam dirinya. Dia tahu bahwa saatnya untuk meninggalkan dunia seruni telah tiba. Dia ingin kembali ke desa, ke dunianya.
Seruni dan kuntilanak mengucapkan selamat tinggal dengan penuh kasih sayang. Mereka memberikan kalung merah kembali kepada Aurelie sebagai tanda terima kasih. Kalung itu tidak lagi bersinar terang seperti sebelumnya, tetapi tetap memiliki makna yang mendalam.
Aurelie kembali ke desa kecil itu dengan perasaan baru dan pengalaman yang tak terlupakan. Dia merasa bahwa perjalanannya di dunia seruni dan kuntilanak telah mengubahnya, dan dia siap untuk berbagi cerita ini dengan desanya.
Di desa, Aurelie menceritakan petualangannya kepada neneknya. Neneknya mendengarkan dengan penuh perhatian dan tersenyum dengan bangga. Aurelie merasa bahwa dia telah menghormati warisan dan legenda di desa itu.
Desa itu sekarang hidup dalam damai dengan makhluk halus yang dulunya dianggap menakutkan. Warga desa menerima Aurelie sebagai pahlawan yang membawa perdamaian.
Namun, meskipun perasaan damai mengelilingi desa itu, Aurelie merasa bahwa cerita misterius itu belum berakhir. Kalung merah yang dia terima sebagai tanda terima kasih dari seruni dan kuntilanak tampaknya memiliki lebih banyak rahasia yang perlu diungkapkan.
Aurelie sering berjalan-jalan di hutan terlarang, merenungkan peran kalung tersebut dan mencoba mengungkap misteri yang lebih dalam. Suatu hari, ketika dia berada di hutan, dia mendengar suara rintihan yang datang dari dalam hutan terlarang. Suara itu terdengar seperti seseorang yang membutuhkan pertolongan.
Aurelie merasakan panggilan hatinya untuk menyelidiki suara tersebut. Dia memasuki hutan yang tetap penuh dengan rahasia dan berbahaya itu, meskipun kutukan telah diakhiri. Saat dia semakin mendekati suara rintihan, dia melihat seorang wanita yang tampak terluka dan lemah.
Wanita itu memiliki rambut panjang yang terurai dan gaun putih yang robek. Dia sangat mirip dengan seruni yang pernah Aurelie temui, tetapi dia tampak dalam kondisi yang sangat lemah dan terluka. Aurelie tahu bahwa dia harus memberikan pertolongan.
Aurelie membantu wanita itu dan membawanya kembali ke desa. Setelah beberapa perawatan, wanita itu akhirnya sadar. Dia berbicara dengan bahasa yang aneh dan sulit dipahami, tetapi Aurelie merasa bahwa itu adalah bagian dari misteri yang belum terungkap.
Wanita itu mengatakan bahwa namanya adalah Surya, nama yang Aurelie kenal dari kisah tentang seruni dan kuntilanak. Dia mengungkapkan bahwa dia adalah orang yang pertama kali mengenakan kalung merah itu dan bahwa dia adalah cinta sejati dari kuntilanak yang pernah dia cintai.
Aurelie merasa terkejut.
"Apakah ini berarti kalung merah adalah kunci untuk membuka kisah cinta yang telah berlangsung selama berabad-abad ini? Dan mengapa Surya terjebak di dalam hutan terlarang dengan penampilan yang terluka?" pikir Aurelie.
Dengan banyak pertanyaan yang belum terjawab, Aurelie tahu bahwa dia telah terlibat dalam misteri yang lebih dalam daripada yang dia bayangkan. Dan dengan kehadiran Surya, perjalanan baru dalam petualangannya telah dimulai.
...----------------...
Kehadiran Surya, wanita yang Aurelie temui di dalam hutan terlarang, menjadi misteri baru dalam petualangan mereka. Surya tampak terluka dan lemah, dan bahasanya yang sulit dipahami itu membuat Aurelie semakin penasaran.
Aurelie berusaha untuk merawat Surya dan membantunya agar bisa cepat pulih. Di samping itu, dia berbicara dengan warga desa dan meminta bantuan untuk mengartikan kata-kata Surya. Beberapa penduduk desa mengenali bahasa yang Surya gunakan sebagai bahasa kuno yang telah lama hilang dari pengetahuan mereka, itu membuat Aurelie semakin tertarik untuk menggali lebih dalam lagi.
Saat Surya semakin pulih, dia mulai membagikan kisahnya kepada Aurelie . Dia menceritakan tentang cintanya yang mendalam dengan kuntilanak, tentang bagaimana mereka terpisah oleh takdir, dan tentang perjalanan panjangnya untuk mencari cinta sejatinya kembali itu.
Surya juga menjelaskan bahwa kalung merah adalah bagian dari kisah cintanya dengan kuntilanak.
"Kalung ini adalah simbol cinta abadi kami, dan kunci untuk mengembalikan kebahagiaan kami yang telah hilang selama berabad-abad." Kata Surya.
Aurelie merasa semakin terlibat dalam kisah itu. Dia tahu bahwa peran kalung merah masih belum selesai dan bahwa dia harus membantu Surya untuk mengakhiri perjalanan panjang cintanya. Bersama-sama, mereka merencanakan untuk mengikuti petunjuk yang tertulis dalam bahasa kuno untuk menemukan lokasi tempat cinta Surya dan kuntilanak pertama kali bersemi.
Perjalanan mereka akan membawa mereka lebih dalam ke dalam hutan terlarang, tempat di mana semua misteri dimulai. Dan dengan setiap langkah yang mereka ambil, mereka semakin mendekati kebenaran di balik legenda kuntilanak dan seruni.
Aurelie, dan Surya yang semakin pulih, bersiap untuk perjalanan yang lebih dalam ke dalam hutan terlarang. Mereka membawa dengan mereka kalung merah yang menjadi simbol cinta abadi Surya dan kuntilanak.
Hutan terlarang terlihat lebih menakutkan dan misterius pada saat malam purnama. Namun, Aurelie merasa semakin kuat dan bersemangat karena dia tahu bahwa mereka akan mengungkap rahasia di balik legenda kuntilanak dan seruni.
Saat mereka menjelajahi hutan, mereka menemukan petunjuk-petunjuk kuno yang mengarahkan mereka ke tempat-tempat yang memiliki arti dalam kisah cinta Surya dan kuntilanak. Mereka mengunjungi air terjun di mana mereka pertama kali bertemu, pohon tua tempat mereka berjanji cinta, dan gua tersembunyi di mana mereka sering bertemu.
Setiap lokasi itu memberikan lebih banyak detail tentang kisah cinta Surya dan kuntilanak. Mereka menemukan gambar-gambar kuno yang menggambarkan momen-momen indah dalam kisah cinta tersebut. Mereka juga menemukan mantra-mantra kuno yang diucapkan oleh Surya dan kuntilanak untuk menyatakan cinta mereka.
Saat mereka mendekati akhir perjalanan mereka, mereka tiba di sebuah sumber air panas yang tersembunyi di dalam hutan. Di sinilah, menurut legenda, Surya dan kuntilanak pertama kali bertemu. Mereka duduk di pinggir sumber air panas itu, merenungkan kisah cinta yang tak berujung.
Malam purnama mencapai puncaknya, dan cahaya bulan menerangi sumber air panas itu. Di bawah cahaya bulan, Aurelie dan Surya merasa bahwa mereka benar-benar telah mengungkapkan rahasia cinta abadi itu. Cinta yang pernah hidup di antara Surya dan kuntilanak.
Namun, di saat itu juga, mereka merasakan kehadiran sesuatu yang tidak terlihat. Sesuatu yang misterius dan kuat. Dengan hati yang berdebar, Aurelie dan Surya memahami bahwa perjalanan mereka belum selesai dan bahwa masih ada satu rahasia besar yang perlu diungkap.
Aurelie dan Surya duduk di tepi sumber air panas yang tersembunyi di dalam hutan terlarang itu. Cahaya bulan purnama menerangi tempat itu, menciptakan suasana yang tenang namun penuh misteri. Mereka merasa bahwa mereka telah berhasil mengungkap sebagian besar rahasia cinta abadi Surya dan kuntilanak, tetapi mereka juga merasakan bahwa masih ada sesuatu yang tak terungkap.
Bersambung...👉