Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
Kewajiban Suami


Assalamu'alaikum..


Selamat pagi sahabat Novel Toon yang setia di karya ku Aku Bukan Bidadari Surgamu ini ya...


Terima Kasih sudah setia dan sudah memberi dukungan pada Author selama ini untuk selalu berkarya.


Karena tanpa kalian sahabat setia dan para readers online ku di Novel Toon aku bukanlah siapa siapa.


Novel ini masih on going ya.. belum end jadi pantengin terus kelanjutan episodenya jangan di lewatkan ya bestie bestie ku..


Sebelum lanjut membaca nih Author ingatkan lagi ya.. jangan lupa kasih like, vote, favorit dan komentar juga ya readers..


Terima kasih 🙏🏻


Yuk next episode dengan mbk Liza..🤭


 


🥳S E L A M A T M E M B A C A🥳


"Ra, aku langsung pulang ya... dan aku duluan ya.. maaf nggak bisa bareng" pamit Liza


"Iya nggak apa apa santai saja lah Liz kayak sama siapa aja kamu ini, kamu juga sekarang sudah ada si tampan Syauqi kan jadi pengen cepet cepet pulang" sahut Dara yang tahu keadaan Liza sang sahabat.


"Makasih Ra.. duluan ya, kamu hati hati" ucap Liza sembari berlalu


"Oke Liz.." jawab Dara.


Sesampainya di rumah Liza segera menjemput Syauqi di rumah pengasuhnya,.


Ya, Syauqi memang di bawa pulang ole pengasuhnya dengan alasan kalau di rumah Liza kurang nyaman dan bebas.


Jadilah alhasil Liza dan Hasan ikut saja apa kata sang pengasuh, bukan tidak punya pendirian dan tidak kasihan dengan sang buah hati tapi bagaimana lagi itu pengasuhnya sendiri yang minta.


"Assalamu'alaikum.. Syauqi sayang ini bunda nak.."


Tok..


Tok..


Tok..


Ucap Liza di depan pintu rumah sang pengasuh Syauqi sang buah hati.


Ceklek..


"Wa'alaikumussalam...Oh bunda Syauqi, silahkan masuk bunda.." jawab sang pengasuh.


"Syauqi mana mbok?" tanya ku pada si mbok yang mengasuh Syauqi.


"Ada di dalam bund, habis mandi" jawab si mbok lagi.


"Oh anak bunda habis mandi ya.. iya hm.. duh sudah harum nih jagoan bunda" ucap Liza sembari mendekat ke anak nya yang sedang bermain sendiri.


Yang hanya di tanggapi kekehan oleh Syauqi.


***


Kini aku dan Syauqi lagi rebahan di kamar, hitung hitung aku lagi rebahan sambil nunggu Syauqi lah.. maklum pulang kerja pastilah capek tapi meskipun begitu tetap aku syukuri.


Untuk masalah aku lanjut kerja atau resign itu nanti aku bakal telfon ibu saja minta saran bagaimana baiknya.


Ya, memang aku sekarang seorang istri yang mana aku sekarang adalah tanggungjawab suami ku mas Hasan, tapi bukan berarti tak boleh kan kalau aku minta saran ayah ibu ku karena bagaimana pun beliau berdua lah yang telah menjadikan aku seperti ini, paling tidak aku masih menghargai jasa jasa beliau selama ini yang telah banting tulang untuk anak nya.


Dan kalau pun suami menghendaki aku resign memang tidak ada salah nya karena maksud dan tujuan nya baik yaitu demi anak, dan soal nafkah mas Hasan memang masih mampu cuma aku ingin yang ingin membantu nya dan slain itu juga tuntutan dari mertua yang katanya aku hanya suka minta uang serta menghabiskan uang suami tanpa mau bekerja.


Egois memang kalau hanya karena hal seperti itu aku mengorbankan anak, tapi tidak aku bukan mengorbankan anak tapi itu semua demi anak ku Syauqi biar nanti kalau butuh apa apa aku tidak perlu terlalu sering menengadahkan tangan kepada suami.


Karena sebenarnya kewajiban suami terhadap istri sudah di jelaskan, seperti Menurut Imam Al-Ghazali di dalam kitabnya yang berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail, Imam Ghazali (Kaira, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halam 442) menjelaskan mengenai adab suami terhadap istrinya, yang berbunyi sebagai berikut:


“Adab suami terhadap Istri, yakni: berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah. Kemudian juga menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil (pelit), memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri.”


"Nafkah merupakan hak istri yang wajib dipenuhi oleh suaminya. Di dalam Islam, suami wajib memberikan dan mencukupi kebutuhan istri yang Ia peroleh dari pekerjaan yang halal dan baik. Perlu diingat bahwa di dalam rumah tangga, kelangsungan hidup istri dan juga anak-anak berada di pundak suami. Kewajiban memberi nafkah yang cukup yakni meliputi, pemenuhan kebutuhan pakaian atau sandang, makanan untuk sehari-hari, rumah atau tempat tinggal yang nyaman dan aman."


Dan sebenarnya aku sudah mendapatkan itu dari mas Hasan, cuma tempat tinggal nyaman belum sepenuhnya karena masih ada mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga kami.


Kembali ke topik cerita gays...


Saat aku dan Syauqi enak enak rebahan di kamar tidak selang lama aku mendengar suara perabotan seperti jatuh dan berulang ulang,.


Ya, itu suara mertua yang sengaja berisik karena tidak suka melihat aku rebahan.. semua itu sengaja mertua aku lakukan agar aku tidak malas malasan saja, padahal bukan aku malas malasan tapi aku lagi nunggu Syauqi sembari rebahan.


Kejadian seperti itu tidak hanya terjadi kali ini saja tapi setiap kali melihat aku tidak melakukan pekerjaan rumah.


Padahal sebelumnya aku sudah bersih bersih, nyuci, setrika, masak, cuma semua itu menurut beliau bukan apa apa karena memang tugas ku..hmmm..


Pernah waktu pagi, pas hari libur.. aku masih di kamar karena Syauqi nen jadi aku terpaksa dong nggak keluar kamar, eh tiba tiba itu radio di stel sangat kencang maka terjadilah Syauqi yang tadi terlelap tiba tiba nangis kejer dan rewel lagi karena berisiknya suara radio ibu mertua.


Disaat seperti itulah aku kurang nyaman karena sudah mengusik Syauqi.


Sampai aku menangis tidak tega melihat anak ku yang waktu tidurnya terganggu, karena namanya anak kecil kalau malam kadang rewel nggak mau tidur.


Jadi pagi barulah dia memejamkan mata tapi karena suara radio ibu mertua yang sangat keras itu Syauqi malah rewel.


"Pagi pagi sudah nangis saja sih Syauqi, mangkanya pagi itu bangun jangan kok yo di kamar saja.." cercah ibu mertua ku ibu dari mas Hasan.


"Astaghfirullah.."


------------------------------------------------------------------------


Yah... gantung kan ya... yuk ikutin lanjutan episode nya.


jangan lupa kasih like, komen, vote dan jadikan novel favorit kalian ya..


Terima kasih🙏🏻


😘H a p p y R e a d i n g😘