Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
Cara penyajian ASIP


Assalamu'alaikum kakak Author dan kakak Readers semuanya...


Cuaca sekarang habis panas terik tiba tiba hujan ya.. jadi banyak yang sakit, apalagi anak anak banyak yang sakit.


Mohon maaf kalau beberapa hari ini saya tidak Up karena sakit gigi cenut cenut banget sampai nggak bisa mikir..


Sekarang di usahain Up smoga cerita nya tetap bisa menghibur para readers


****


S E L A M A T M E M B A C A


Tak berapa lama ku dengan dengkuran halus dan teratur dari mas Hasan, yang artinya dia sudah tidur.


"Hhhhhh😔" ku hela nafas panjang lalu ku hembuskan dengan kasar


Kasihan kamu mas, Orang tua kamu tidak pernah berada di pihak kamu, kamu seperti bukan anak nya saja. Padahal kamu sangat menurut dengan ayah dan ibu mu, terutama ibu kamu mas..apa semua ini gara gara aku mas? semoga suatu saat ibu bisa berubah lebih baik dan bisa menerima aku dengan baik, tulus dan tidak membeda bedakan dengan anak rekan kerja nya.


Karena kita tidak tahu bagaimana mereka sebenarnya, yang kita tahu hanya katanya saja yang belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya terjadi di keluarga mereka.


Jadi jangan pernah melihat orang dari luar nya saja tapi cobalah untuk mengerti dirinya, sama hal nya jangan hanya melihat keluarga seseorang dari luar nya saja karena kadang apa yang kita lihat tidak sesuai dengan apa yang mereka jalani


****


5 bulan kemudian...


Kini Baby Syauqi sudah berusia 5 bulan, sudah bisa menggerakkan kedua tangan dan kaki nya secara bersamaan, sudah bisa duduk, mengangkat kepala sendiri, tengkurap, dari tidur menjadi duduk, dan lain nya sehingga Liza dan Hasan semakin gemas melihat perkembangan putra mereka yang sangat baik dan sehat itu.


Liza dan Hasan sudah mulai bekerja. Hasan bekerja setelah dapat cuti 3 hari setelah baby Syauqi lahir, sedangkan Liza mulai bekerja setelah mendapatkan cuti selama 2 bulan, dan selama itu baby Syauqi di asuh ole saudara jauh dari ayah Hasan.


Awalnya Liza tidak tega kalau Baby Syauqi di asuh orang lain walaupun masih saudara, tapi mau bagaimana lagi karena Liza juga harus bekerja.


#Flashback On


"Mas.. sekarang usia Syauqi sudah masuk 1 bulan setengah, gimana nanti ya mas siapa yang mengasuh mas kalau aku kerja" tanya ku sedih


"Kemarin ayah telpon sayang, katanya mbak yang saudara jauh dari ayah mau kok merawat dan menjaga anak kita saat kamu kerja" jawab mas Hasan.


"Benarkah mas?" tanya ku berbinar


"Iya sayang.." jawab mas Hasan


"Tapi aku kan belum mengajari bagaimana nanti saat Syauqi nangis minta minum, bagaimana. menghangatkan ASIP yang di kulkas mas." ucap ku lagi, yang tadinya berbinar bahagia kini aku sedih kembali.


"Jangan sedih sayang, mangka nya mas bilang ke kamu, bagaimana kalau besok atau lusa kita balik kerumah kita, jadi kamu bisa mengajari mbak Tun sendiri dan biar Syauqi sedikit terbiasa dengan mbak nya itu." kata mas Hasan menjelaskan


"Tapi kan masih lama mas.. 2 minggu lagi kan aku kerja nya." jawab ku


"Iya mas tahu, tapi kan dalam waktu 2 minggu itu bisa kamu manfaatkan untuk bener bener kamu mengajari mbak nya sayang" ucap mas Hasan


"Oh iya mas.. maaf ya mas.. aku nggak faham faham maksud mas tadi" jawab ku


Dan akhirnya setelah 2 hari aku dan mas Hasan pamit pulang kepada ibu dan ayah ku,.


Keesokan hari nya mbk Tun sudah kerumah ku untuk belajar mengasuh Syauqi saat aku tinggal bekerja.


"Belajar bagaimana bund? bukan nya mengasuh ya begitu begitu saja" jawab mbak Tun


"Iya, maksudnya nanti bagaimana cara menghangatkan ASIP nya mbak, dan ASIP mana yang harus di minum kan terlebih dahulu karena ada tanggal nya." kata ku lagi


"Lha?? bukan susu formula kah bund Syauqi ini nanti kalau bunda tinggal kerja?" tanya mbak Tun


"Bukan mbak, Syauqi minum su*su ASI yang sudah aku pumping, jadi meskipun aku nya kerja tapi baby Syauqi tetap ASI mbak." jawab ku


"Owalaa begitu bund" ucap mbak Tun


"Biarkan tutup botol ASI atau kantong ASI tetap tertutup, letakkan botol atau kantong ASI pada mangkuk berisi air hangat bukan air panas selama beberapa menit ya mbak, setelah sudah mencair cek suhu ASI nya dengan cara meneteskan kejari atau pergelangan tangan mbak sebelum di berikan kepada bayi. Oiya mbak jangan memanaskan ASI secara langsung dengan kompor atau microwave, aduk ASI untuk mencampurkan lemak yang mungkin terpisah karena proses penyimpanan."


"Sampai sini sudah faham mbak??" tanya ku setelah menjelaskan


"itu yang dari freezer ya bund? kalau misal sebelum anak nya nangis minta minum, saya sudah mengeluarkan ASI dari kulkas gitu gimana bund?" tanya mbak pengasuh


"Ok bagus, jadi begini mbak.."


"Setelah dikeluarkan dari lemari es sebaiknya didiamkan tidak terlalu lama dan kemudian dihangatkan dan diberikan ke sang bayi. Dan jika sudah di lemari pendingin dan didiamkan dapat bertahan kurang dari 4 jam. Jika bayi sudah meminum ASI dan tidak habis sebaiknya menggunakan ASI yang lainnya dan bukan ASI yang sudah diminum sang bayi karena sudah terkontaminasi dari mulut bayi dan sebaiknya menggunakan botol yang sudah disterilkan lagi."


"Lakukan pemanasan secara perlahan. Keluarkan botol ASIP ataupun kantong ASIP dari lemari es, kemudian diamkan sejenak pada suhu ruang, selanjutnya dapat dialiri dengan air suhu biasa dan selanjutnya dengan air hangat"


"Dan ya, jangan sampai memasukkan kembali ASIP yang sudah di hangatkan kedalam lemari es ya mbak.. jadi lebih baik hangatkan jika dia membutuhkan biar tidak mubadzir" jelas ku panjang lebar


"Bagaimana mbak? ada yang ditanyakan?" tanyaku kepada mbak pengasuh


"Insya Allah sudah faham bunda" jawab mbak pengasuh


"Sip, aku disini fokus di ASI dan ASIP mbak ya . soalnya kalau masalah memandikan, memakaikan pakaian, ganti popok aku rasa mbak nya sudah tau" kata ku


"iya bunda" jawab mbak pengasuh


"Oh iya, hampir lupa.. Syauqi kalau cebok nggak pakai tissue basah ya mbak, di sini aku sudah nyiapin kapas dan air jadi itulah cebok nya dan setelah pipis atau pup jangan di bedaki takut masuk ke ti*tit nyananti jadi kasihan dia nya mbak" jelas ku lagi.


"Ngge bunda siap"


"Untuk yang lain nya nanti sambil berjalan saja aku ngajari mbak nya soalnya aku rasa masih ingat kan ya waktu mbak merawat baby mbak dulu.. he he he" ucap ku


"Insya Allah masih bunda." jawab nya


"Ok makasih mbak.. semoga mbak sabar dan telaten ya" kata ku


"Iya bunda, insya Allah "


#Flashback Off


Yeeee panjang ya flashback nya.. he he he


semoga bermanfaat ya bunda bunda semua, sesuai pengalaman Author kalau ASIP jni, kalau ada yang salah mohon maaf ya 🙏🏻🙏🏻


...❤️Happy Reading❤️...