Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
Permintaan maaf Hasan


Selamat hari sabtu maakk..


Selamat bekerja bagi yang bekerja tapi pulang kerja jangan lupa baca NovelToon ya..he he he


Dan selamat bersantai ria bagi yang lagi bersantai..


Aku Bukan Bidadari Surgamu datang lagi untuk mengisi hari hari para readers semua..


Jangan lupa bantu kasih hadiah, vote, komen, like, rating bintang 5 dan favorit ya...


∞∞∞∞


S E L A M A T M E M B A C A


"Berarti aku hebat ya Ra.. topcer" sahut mas Hasan


"Waaa.. otak mas Hasan mulai terkontaminasi dengan dua orang senewen ini kayaknya" ucap ku


Dan semua langsung tertawa terbahak bahak.


"Nggak apa apa kan sekali kali ya tidak Ngga?" ucap mas Hasan mencari pembelaan pada Angga.


"Yup betul ndan.. ha ha ha" jawab Angga malah semakin tidak jelas


"Ya Allah nak, yang sabar ya.. nanti kamu bakal punya uncle yang rada rada orang nya" ucap ku mendramatisir


Tak terasa waktu sudah mulai petang, sang matahari sudah mulai bersembunyi dan berganti dengan rembulan, detik sudah berganti menit, menit berganti jam.


Kini menunjukkan jam 18.00 wib, waktu makan malam pun tiba, dan semua sudah berkumpul di meja makan.


"Kali ini meja makan kita ramai ya bu." ucap ayah terlihat sangat senang karena dirumah nya ramai.


"Iya yah, ibu juga seneng banget biasanya hanya kita berdua saja di meja makan." ucap ibu apa ada nya


"Angga, Dara sering sering lah main kesini kalau bisa bermalam juga boleh kok, ya nggak yah." ucap ibu minta pembenaran pada ayah


"Bener banget tuh" jawab Ayah begitu saja.


"Terima kasih tan, om.. atas jamuan dan tawaran nya.. he he he, jadi nggak enak sendiri" ucap Dara cengengesan.


"Ayo mari makan semuanya." ucap ayah ku


***


Setelah berkunjung serta makan malam dirumah orang tua Liza, kini Angga dan Dara pamit untuk pulang karena sudah malam dan tidak enak dengan ayah dan ibu Liza karena terlalu lama di sana, ya.. meskipun ayah dan Ibu Liza oke oke saja tapi tetap saja tidak enak.. he he he


"Tan, om Dara pamit pulang ya sama Angga, terima kasih atas makan malam nya.. jadi merepotkan" pamit Dara kepada ayah dan ibu ku


"Iya om.. Angga juga pamit dan makasih ya om, tan.." ucap Angga


"Iya, tante dan om juga makasih kalian sudah mau main kerumah kami, jangan kapok y main kemari.. om dan tante senang sekali bisa nambah keluarga" ucap ibu ku dengan senyum yang selalu meneduhkan dan tulus


"sama sama tan.. om.." jawab Angga dan Dara serempak


"Liz, mas Hasan kami pulang makasih juga ya atas waktunya.. hi hi hi" ucap Dara dengan cengengesan


"iya, biasa aja kali Ra, kayak sama siapa aja kamu ini" jawab ku


"hati hati di jalan bro, bawa anak gadis orang" goda mas Hasan


"Siap ndan" sahut Angga


"kamu juga Ra, jangan lama lama mikir nya nanti keburu diambil orang dan pindah ke lain hati" goda ku saat sudah di teras rumah.


"Ck,!" decak Dara sambil bi*bir nya manyun


Waktu sudah semakin malam, kini semua penghuni rumah sudah pada tidur di kamar masing masing.


Aku dan mas Hasan pun sudah merebahkan diri, karena mumpung baby Syauqi sudah terlelap dengan begitu nyenyak nya.


"Sayang, maafkan ayah dan ibu mas ya." Ucap mas Hasan tiba tiba disaat aku sudah mulai memejamkan kedua mata ku


Ku buka mata ku dan ku lihat wajah suami ku, ayah dari Syauqi anak ku.


"Kenapa minta maaf mas?" tanya ku bingung sambil menautkan kedua alis ku


"Ya mas minta maaf atas nama orang tua mas" jawab nya sendu


"Mass.." panggil ku dengan lembut serta ku elus wajah nya


"Hmmm" sahut nya


"Sudah tidur yuk mas.. kamu pasti capek seharian yang ngurusin Syauqi gara gara aku asik dengan teman teman aku" ajak ku untuk mengalihkan topik.


Bukan nya aku tidak tahu apa maksud dari permintaan maaf suami ku barusan, aku tahu suami ku tidak enak dengan ku, ayah dan ibu ku karena ayah dan ibu nya tidak ikut mengantar ku dan Syauqi pulang dan tidak jenguk Syauqi kerumah orang tua ku, padahal baby Syauqi cucu pertama mereka.. tapi aku tidak mau melihat suami ku sedih dan kepikiran akan hal ini jadi aku mengalihkan saja.


"Maafin karena ibu dan ayah ku tidak ikut kemari mengantar kamu dan Syauqi pulang, tidak njenguk baby Syauqi cucu pertamanya" ucap mas Hasan dengan memeluk ku


"Mas, sudahlah mas.. aku dan kedua orang tua ku tak masalah akan hal itu kok mas.. aku mencoba untuk positif thinking saja, mungkin ayah dan ibu masih repot mas.. kalau nanti libur pasti ayah dan ibu kamu bakal main kesini mas kerumah ayah dan ibu ku" ucap ku menenangkan mas Hasan.


"Mas malu sama ayah dan ibu kamu sayang, sama tetangga dan keluarga kamu yang lainnya" ucap mas Hasan lagi.


"Sudah lah mas.. yang tahu hanya kita, bukan mereka mas" kata ku lagi


"Sudah yuk bobok, keburu nanti anak ganteng kamu bangun dan aku sama kamu belum bobok sama sekali." ajak ku lagi


"Iya sayang." ucap mas Hasan sambil mencium lembut pucuk kepala ku


Dan aku pun merebahkan kepala ku dengan tangan mas Hasan sebagai bantal nya, kemudian ku peluk mas Hasan lebih tepat nya aku dan mas Hasan saling berpelukan.


Tak berapa lama ku dengan dengkuran halus dan teratur dari mas Hasan, yang artinya dia sudah tidur.


"Hhhhhh😔" ku hela nafas panjang lalu ku hembuskan dengan kasar


Kasihan kamu mas, Orang tua kamu tidak pernah berada di pihak kamu, kamu seperti bukan anak nya saja. Padahal kamu sangat menurut dengan ayah dan ibu mu, terutama ibu kamu mas..apa semua ini gara gara aku mas? semoga suatu saat ibu bisa berubah lebih baik dan bisa menerima aku dengan baik, tulus dan tidak membeda bedakan dengan anak rekan kerja nya.


Karena kita tidak tahu bagaimana mereka sebenarnya, yang kita tahu hanya katanya saja yang belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya terjadi di keluarga mereka.


#Sabar Liz..


...Yakinlah, pasti ada pelangi setelah hujan. Jadi jangan lah kamu meragukan Kuasa Nya, karena Dia Maha Membolak-balikkan hati setiap Hambanya.. Begitupun dengan sifat manusia....


Up sedikit ya maaakk..


Body agak meriang tapi tak apalah biar para readers tidak kecewa.


.


.


...❤️Happy Reading❤️ ...