
Bismillah up pagi pagi ya semoga lancar..
Kalau pagi ini bisa up insya Allah Othor usahain hari ini double up ya maaakk
Cerita bab ini mau Othor kasih konflik sedikit ya.. agar tidak lempeng aja gitu, kayak sayur tanpa garam kurang enak kurang sedep gitu maaakk..
Ups.. jadi nyanyi deh si Othor ini... he he he he
***
S E L A M A T M E M B A C A
"iya bunda" jawab mbak pengasuh
"Oh iya, hampir lupa.. Syauqi kalau cebok nggak pakai tissue basah ya mbak, di sini aku sudah nyiapin kapas dan air jadi itulah cebok nya dan setelah pipis atau pup jangan di bedaki takut masuk ke ti*tit nyananti jadi kasihan dia nya mbak" jelas ku lagi.
"Ngge bunda siap"
"Untuk yang lain nya nanti sambil berjalan saja aku ngajari mbak nya soalnya aku rasa masih ingat kan ya waktu mbak merawat baby mbak dulu.. he he he" ucap ku
"Insya Allah masih bunda." jawab nya
"Ok makasih mbak.. semoga mbak sabar dan telaten ya" kata ku
"Iya bunda, insya Allah "
#Flashback Off
Saat Liza dan Hasan mulai sama sama bekerja, ada kalanya ibu Hasan datang menengok sang cucu, tapi ya gitu pasti ada julid nya.. herraann
Saat Liza pulang kerja sang ibu mertua masih di rumah Liza dan Hasan, kebetulan Syauqi pas lagi rewel entah kenapa, sampai sampai Liza yang baru pulang kerja bingung, di periksa popok nya barang kali penuh ternyata tidak, jadi dibuka lah semua baju nya takut nya ada serangga atau semut yang mengigit..
Tapi sebelum nya Liza sudah memberi ASI tapi ternyata baby Syauqi tidak mau, makanya Liza mengecek popok dan seluruh badan baby syauqi.
"Mbak, kenapa Syauqi nangis kayak gini ya mbak? haus enggak, popok penuh juga enggak, aku kira ada di gigit semut atau serangga juga ternyata enggak mbk." tanya ku kepada mbk pengasuh.
"Tapi dari tadi minum nya tidak seperti biasanya kok bund, masak baby Syauqi kurang enak badan bund?" ucap sang mbak pengasuh
"Minta tolong ya mbk, coba mbak ambil termometer dulu ya mbak di kotak obat biar tau tau demam apa tidak" kata ku kemudian mbak berlalu mengambil termometer.
"Ini bunda.., termometernya.." ucap mbak pengasuh sambil memberikan termometer kepada ku
"iya mbk, terima kasih ya mbak.." kata ku, kemudian aku cek suhu tubuhnya
"Ya Allah mbak ternyata benar Syauqi demam mbak, memang tidak terasa kalau di cek dengan tangan kosong mbak.." ucap ku lagi
"Sebentar ya mbak nitip Syauqi dulu, aku mau ngecek ada tidak obat demam buat baby, soalnya setauku ada" ucap ku kepada mbak pengasuh.
"iya bund" jawab mbk Tun sebagai pengasuh Syauqi
Kemudian berlalu setelah menitipkan Syauqi kepada nya.. Dan aku mulai mencarinya, alhasil aku menemukannya, buru buru aku membawa nya mendekat ke baby Syauqi
"Alhamdulillah, Setelah minum obat seperti nya dia terlihat lebih tenang bund" kata mbk pengasuh
"Alhamdulillah... terima kasih mbak, mbak makan dulu habis itu baru pulang" kata ku
"Bund, tadi ibu mertua bunda kesini, sekarang lagi dikamar sedang tidur" ucap mbk pengasuh memberi tahu
"Oh ya?" tanya ku kaget
"iya bund.. kalau begitu saya ijin pulang saja langsung ya bund, semoga Syauqi lekas sembuh ya..aamiin" ucap mbak Tun sang pengasuh
"Ya mbak, terima kasih ya" ucap ku
Saat baby Syauqi bobok, aku pun segera melakukan aktifitas lainnya, dan tak berapa lama Syauqi terbangun dan menangis.
"Itu bayi kenapa sih, rewel sekali brisik" ucap ibu tiba tiba
Disini aku hanyalah diam tanpa ingin menanggapi ucapan mertua ku.
"Enggak sopan, orang tua tanya kok nggak di jawab" gerutu nya
"Assalamu'alaikum" ucap mas Hasan saat masuk rumah.
"Wa'alaikumussalam.. sudah pulang mas?" jawab dan tanya ku
"iya sayang, Syauqi kenapa sayang?" tanya mas Hasan saat sudah masuk rumah
"Dia demam mas..jadi agak rewel, mas mandi bersihin badan dulu gih mas" ucap ku menyuruh mas Hasan
"Lha.. ibu di sini?" tanya mas Hasan saat jumpa dengan ibu nya di ruang tamu
"Iya, istri kamu nggak becus ya jagain anak, masak sampai nangis gitu dan demam, seharusnya lebih berhati hati jagain bayi" adu ibu Hasan kepada mas Hasan
"Aku yang samar samar mendengar tak aku hiraukan, biarkan mereka ngomong apa yang penting aku fokus saja pada Syauqi" gumam ku seorang diri
"Cup cup nak.. Syauqi sakit ya.. hmm.. ayo nen ASI ya biar lekas sembuh, biar bisa tingkah tingkah lagi.." aku ajak Syauqi bicara
Saat Hasan sudah selesai mandi, kini menghampiri istri dan anak nya.
"Syauqi kenapa bunda? kok rewel gitu?" tanya mas Hasan kepada Liza sang istri
"Syauqi demam mas.. tadi aku pulang kerja sudah demam tapi sudah aku kasih obat penurun panas kok mas" ucap ku apa adanya
"Apa kamu resign saja bund, biar bs merawat Syauqi sendiri" ucap mas Hasan tiba tiba
"Kok gitu mas? bukan nya sudah kita bahas ya sebelumnya?" jawab ku
Setelah Syauqi tidur, Liza segera meletakkan nya di box baby dan Liza menghampiri Hasan sang suami untuk membicarakan hal tadi
"Iya aku tahu sayang, tapi lihat Syauqi seperti itu sakit dan rewel" ucap mas Hasan
"Mas.. kenapa kamu tiba tiba sih membahas masalah kayak gini, namanya anak kecil ya kalau kaget dikit saja bisa demam mas" jawab ku
"Karena orang melihat seperti tidak becus merawat anak kita sayang" kata suami ku
"Kata siapa mas? siapa yang bilang seperti itu, dari tadi tidak ada siapapun kenapa kamu bisa berkata seperti itu, yang ada cuma mbak Tun, aku dan ibu saja" ucap ku sedikit emosi, karena aku tahu kalau itu kata kata keluar dari mulut ibu mertua ku
"Ya kan takut nya sayang.." jawab suami ku
"Mas, kenapa sampai punya pikiran seperti itu sekarang? tidak mungkin kalau tidak ada kompor disini mas.. kenapa harus mikirin kata orang mas, kalau orang itu saja tidak mikirin kita malah membuat kita cekcok saja? sahut ku
"Maksud kamu apa kok jadi panjang begini Liza?" tanya mas Hasan dengan emosi
"Ya, kan aku bicara apa adanya, toh dari tadi tidak ada siapa pun hanya kluarga kita saja, jangan jangan ada yang menghasut kamu" pancing ku
"Jadi kamu menuduh ibu begitu maksud kamu, HAH!" bentak mas Hasan
Aku hanya tersenyum sinis melihat mas Hasan marah dan membentak ku sampai memanggil nama ku saja.
"Kami bentak aku mas? cuma gara gara kamu belum tahu keadaan hanya dari hasutan saja?" kataku
"Dan satu lagi, ibu kamu kesini saja tidak bantu menenangkan Syauqi sama sekali tapi malah menghasut kamu seperti ini, bahkan aku pun tidak tahu kalau ada ibu karena aku datang ibu dikamar entah tidur atau apa aku tidak tahu mas.. yang pasti tidak peduli sama sekali ketika anak kita menangis, dengar kamu mas, mengerti kamu sampai disini?" ucap ku pelan tapi dengan sorot mata penuh kekecewaan
Aiissshhh.. itu emak lampir kenapa ya pake kerumah Liza dan Hasan kan tuh jadi berantem.
...đź’“Happy Readingđź’“...