TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!


Xavira tengah duduk di bangku kelasnya, ia membaca materi pembelajaran satu semester nya. Masih sama, ga ada yang berubah dari nih materi, batin nya


" Wihh... tumben berangkat pagi Xav " ucap Vika yang baru saja memasuki kelas. Xavira menoleh ke Vika, " Wa'alaikumsalam " ucap Xavira yang membuat Vika nyengir


" Assalamualaikum... rajin amat lo " ucap Vika. " Ehh.. hari ini ada ulangan harian kan ya? " tanya Vika yang dijawab anggukan dari Xavira. " Pantes lo belajar " ujar Vika. " Gue tiap hari juga belajar.. gak kek lo " sahut Xavira


Bel masuk berbunyi, tak selang lama guru pun memasuki kelas Xavira. " Selamat pagi anak-anak, mari kita awali pagi ini dengan senyuman... okey sepertinya kalian sangat antusias untuk mengerjakan ulhar, baik tanpa berlama-lama saya langsung bagikan lembar kertas nya. waktu pengerjaan 2 jam... selamat mengerjakan " ucap pak Harto


' saking antusiasnya, saya sampai lupa kalau hari ini ada mapel bapak '


' bapak salah kelas deh kek nya '


' saya izin ke UKS ya pak, tiba-tiba alergi saya kumat '


' saya alergi mapel bapak hehee.. mon maap pak '


' pak, bapak ga bosen liat muka saya terus? mending skip dari kelas saya '


' dih lo siapa ngatur-ngatur pak Harto? sadar diri sadar posisi '


Pak Harto menjadi tersungut setelah mendengar ucapan-ucapan dari murid yang tidak ramah tersebut


" CUKUP!! BAGI YANG TIDAK INGIN MENGIKUTI ULANGAN SILAHKAN KELUAR DARI KELAS!! TERSERAH KALIAN INGIN MELAKUKAN APA SAJA... SAYA HANYA PEDULI KEPADA SISWA YANG INGIN SUKSES!! " ucap pak Harto dengan nada membentak. Kelas Xavira menjadi hening seketika


' maaf pak '


' maaf pak '


' maaf pak '


' maaf pak '


Xavira pun mengerjakan ulangan dengan santai. Hadehhh... dari jaman zigot sampe sekarang soal ujiannya gini-gini aja kaga ada kemajuan... nilai gue deh yang maju, kalau dulu sering remidi sekarang anti remidi yahahaa, batin nya


Bel istirahat berbunyi


" Pusing bat Xav... habis ngerjain langsung vertigo " gerutu Vika. " Aamiin " sahut Xavira yang langsung ditabok Vika. " Jahat lo " cibir Vika



***TINGG***!!


Xavira segera membaca chat dari Gevan



...**Gevan**...



| Yang


| Kamu dah selesai kelas kan?



^^^Iyaa, kok tau |^^^



| Aku kan pegang jadwal kamu


| Ke kantin tekno info yhaa


| Mau ku jemput?



^^^Gausah |^^^


^^^Aku otw kesana |^^^



\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



" Ekhemm.. dari mas pacar Yaa? " tanya Vika meledek. Xavira mengangguk " Ke kantin tekno info yuk " ajak Xavira. Kasian kalau ditinggal sendiri, pikir nya



" Ogah.. ntar gue jadi nyamuk " tolak Vika. " Ada temen-temen gue yang lain juga kok " ucap Xavira meyakinkan



" Ada cowok nya ngga? " tanya Vika nyengir. Xavira mendengus " Ada! banyak! " ucap Xavira dan langsung menarik Vika keluar kelas menuju kantin



Sesampainya dikantin


" Widihh.. temen lo Xav? " tanya Regan yang melihat ada Vika disamping Xavira. " Iya, kenalin ini Vika " ucap Xavira



Vika pun berkenalan dengan semua teman-teman Xavira. Sedangkan Xavira duduk ke kursi dekat Gevan



" Itu kok makanan nya masih utuh? ga dimakan? " tanya Xavira yang melihat di depan Gevan ada makanan yang menganggur. Gevan berhenti memainkan game nya. " Suapin " ucap Gevan yang langsung ditolak Xavira



" Makan sendiri gausah manja! ini tempat umum " ucap Xavira. *Udah gue tunggu lama sampe cacing perut pada demo.. eh tau nya kaga mau nguapin. Anjir dah*, batin Gevan kemudian menyantap makanan nya dengan malas



' Bianca '


Xavira menoleh dan mendapati jiwa Xavira yang tadi memanggil nya



' Nesya disuruh hati-hati... karna Fany, temannya Reyna menyukai Elang dan punya niat buruk ke Nesya '




' Lo tenang aja, gue kan ada! gue akan selalu bantu lo '



' Emang temennya Reyna mau apain Nesya? ' batin Xavira



' Gue juga gatau, masih gue pantau '



' Jadi setan bisa gitu ya? up to date banget ' batin Xavira. Jiwa Xavira pun menghilang. Gue harus mencetuskan hastag \#peduliLindungiNesya, batin Xavira



" By " ..... tidak ada sahutan


Gevan memajukan wajahnya tepat didepan wajah Xavira, ' By " ucapnya yang membuat Xavira terperanjat



" A-apa Gev? " tanya Xavira memundurkan wajahnya. " Ngelamunin apa? " tanya Gevan. Xavira hanya menggeleng



" Awas aja kalo ngelamunin cowok! " ucap Gevan datar. " Ga boleh su'udzon, pamali... kalo aku didatengin banyak cowok gimana " ucap Xavira terkekeh membuat Gevan kesal



" Aku sikat semuanya " ucap Gevan dengan raut tidak ramah. Xavira mengambil tangan kanan Gevan dan menciumnya, " I am yours " ucap nya. Hal itu sukses membuat Gevan tersenyum " Of course " sahut Gevan



Senyum Xavira luntur ketika arah pandang nya mendapati Reyna dan kedua temannya tengah menatap nya dan juga menatap Nesya dengan tatapan sengit



*Astaghfirullah dimana mana kok ada jalangkung sih... datang tiba-tiba, pergi tanpa pamit. Harus gue bantai nih* *memedi*, batin Xavira



Reyna dan kedua temannya pun meninggalkan tempat dan ide pun muncul dari benak Xavira. *Gue ikutin aja mereka, siapa tau berfaedah*, batin nya



" Emm... gais, gue sama Vika ke kelas dulu ya... ada tugas yang gue sama Vika mau kerjain " ucap Xavira. " Kok buru-buru sih Xav? " cibir Alesya



" Kaga bisa nanti aja ngerjainnya? " tanya Raya. Sementara Vika hanya menatap Xavira. " Ga bisa ini, nanti lagi ya... see u " pamit Xavira



*Auby kenapa*? batin Gevan terheran


" Lo ngomong apa sih Xav? tugas yang mana? " tanya Vika lemot. Xavira membuang nafas nya kasar. " Jadi tadi gue liat Reyna sama 2 curut nya lagi pada liatin kita.. mereka liatinnya kaga santuy, kek mau copot tuh bola mata... jadi gue pengen ngintilin mereka, Lo mau ikut kaga? " tanya Xavira


" Yaelah si Reyna... awas aja kalo macem-macem, yaudah yuk ikutin. Mana nih anak nya? " gerutu Vika


" Sipp.. tuh anaknya ke arah taman sepi deket perpus " ujar Xavira dan menarik tangan Vika


Sesampainya di taman, mereka melihat Reyna dan dua temannya duduk di satu kursi panjang menghadap selatan. "Saatnya menjadi paparazi " bisik Vika kemudian berjalan mendekati tempat duduk yang Reyna duduki dari belakang dan menaruh ponsel nya dibawah kursi mereka


" Astaghfirullah kelakuan ni bocah " gumam Xavira. Mereka pun fokus pada berbincangan yang mengarah ke Nesya.


' Gimana kalo kita jebak Nesya aja Fan? kunci aja si Nesya di toilet bareng Niko... pasti bakal viral ' ucap Laras


' Bener tuh... kita kasih pil sekalian biar afdol, sukur-sukur bisa sampe hamil hahaahh ' ujar Reyna. ' Gue ngikut kalian aja... gue cuma fokus deketin Elang, dia anaknya gampang di sepik ' ucap Fany


Vika dan Xavira yang mendengar itu tentu terkejut. Apakah anak kuliahan se gahar ini?, pikir mereka


" Sumpah Xav.... pengen misuh tapi takut dosa anying " gumam Vika. " Astaghfirullah sebut lo... sebut hehh " ucap Xavira menggumam


" Astaghfirullah... btw kita kasih tau temen-temen lo ga nih? " tanya Vika. Xavira menggeleng, " Gue ga mau Nesya parno, dia sebentar lagi mau nikah sama Elang... gue bakal lindungi dia, gue pastiin dia aman sampe nikah sama Elang " ucap Xavira yang membuat mata Vika berkaca-kaca


" Ihhh pengen... Xav lo mau kan jadi temen gue? " tanya Vika. " Ya mau lah.. gue ga tega, lo selalu nempelin gue " ucap Xavira


Saat ini Xavira dan Vika melihat Reyna, Laras dan Fany yang merapat seperti berbisik-bisik. Setelahnya mereka pergi meninggalkan taman, Xavira dan Vika pun langsung menghampiri ponsel Vika dan melihat isi rekaman tersebut


isi rekaman yang bagian mereka berbisik....


Fany: " Gue denger besok Nesya ada jadwal siang sampe sore.. kita manfaatin waktu itu "


Reyna: " Lo masih ada pil yang buat Laily mabuk kan Ras? "


Laras: " Masih kok. tapi cara menggiring Niko nya gimana? "


Reyna: " Niko biar gue yang ngurus "


Fany: " Besok sore arahin aja mereka berdua ke toilet, trus rekam "


Laras: " Sipp! akhirnya bisa main lagi.. gue bosen anteng mulu "


isi rekaman selesai


Xavira masih heran kenapa daritadi mereka menyebut-nyebut Niko. Memangnya ada apa dengan Niko?, pikirnya


" Kenapa mereka menyangkut pautkan Niko? " tanya Xavira. Vika berdehem " Gue ga tau kalo soal itu, yang gue tau kak Laily ini pernah jadi korban bullying trus memutuskan keluar dari sini " ucap Vika


" Yang bully Laily itu mereka bertiga? " gumam Xavira yang mendengar bahwa Reyna memberi pil untuk Laily. " Iya deh... berarti mereka anteng karena kasusnya kak Laily dong " tebak Vika


" Besok kita kuliahnya cuma sampe siang Xav... berarti setelah jam pelajaran habis kita langsung pantau mereka aja " saran Vika


" Iya.. tapi masalahnya toilet sebelah mana cuy? toilet kan ada banyak " gerutu Xavira


" Kita ikutin Nesya nya aja Xav, biar mempermudah menyelematkan dia dari pergerakan Reyna " usul Vika. " Sipp! makasih Vik " ucap Xavira


🍀🍀🍀🍀