TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!



Sesampainya dikantin, Xavira dan Alesya duduk dimeja dekat Gevan dkk duduk.



Mata Gevan melirik Xavira dan Xavira menyadarinya. Xavira hanya acuh karena ia malas dengan Qiara yang menye-menye



" *Lo mau pesen apa*? " Tanya Xavira



" *Gue bakso sama es jeruk* " jawab Alesya



" *Oke. Gue pesenin aja, lo jaga meja takut ada yang ngembat* " ucap Xavira membuat Alesya terkekeh



Xavira langsung pergi memesan makanan



*Xavira asik juga, kelihatan banget dia anak yang ga ember*. Batin Alesya



" *Woii gabung ya daapp* " ucap Regan



" *Sendiri aja lo? Keliatan banget jones nya bahh* " ejek Davian



" *Lo pada gausah nebeng disini deh. Sakit mata gue liat kalian* " ucap Alesya dongkol



" *Ni kantin punya sekolah ya. Bukan punya lo* " ucap Regan



Blablablaa~~



Meja Gevan POV



" *Lo ga pesen makan Van*? " Tanya Satria karena Gevan hanya memesan minum saja



" *Gevan kok ga makan? Nanti sakit perut loh. Aku gamau Gevan sakit* " ucap Qiara sedih



" *Nih Qiara perhatian banget. Buru pesen makan Van gue ada uang buat traktir lo* " ucap Elang entah sengaja sombong atau tidak sengaja karna elang kalau ngomong ga di filter



" *Bhangke ni orang. Kaga denger gue Lang... Kaga denger*! " Ucap Satria



" *Lo ga denger? Perasaan kuping lo kaga kesumpelan uang tuh? Kok bisa kaga denger*? " Ucap Elang dengan polos nya



" *Bisa ga sih gausah bawa-bawa uang. Bonyok gue juga kaya kali* " ngegas Satria



Gevan melihat Xavira pergi ke stan bakso pun mengikuti nya



Stan bakso POV


" Auby " bisik Gevan di belakang tubuh Xavira


Xavira tersentak dan menoleh ke belakang sambil menatap Gevan bingung


" Panggilan spesial dari gue " ucap Gevan sambil mengedipkan matanya jail


" Sakit lo? " Ucap xavira sambil bergidik ngeri


" Uhhh perhatian banget sihh " ucap Gevan


" Fix lo gila " ucap Xavira


" Mbak ini bakso nya, 2 jadi 12ribu " ucap mbok kantin


" Oh ya buk. Ini, makasih " ucap Xavira menyodorkan uang nya dan melangkah ke arah meja nya dengan membawa nampan bakso


Gevan tersenyum kala menggoda Xavira, ini akan menjadi candu bagi nya.


" Buk, bakso 1 " ucap Gevan



Di meja Alesya



" *Kok ada duo monyet bonbin lepas landas disini*? " Ucap Xavira sambil meletakkan bakso



Bonbin\= kebun binatang



" *Sembarangan lo. Ga ada sejarahnya monyet yang ganteng* " ucap Davian




" *Sotoy lo. Mana ada gue nge babu Xavira* " ucap Alesya



" *Xav, jangan kalem-kalem bat jadi cewe. Gue suka yang kalem soalnya* " ucap Davian



" *Najis prikk* " ucap Xavira sambil makan bakso membuat Regan dan Alesya tertawa.



" *Ehh gue belom latihan dialog wehh* " ucap Regan



" *Ya gimana mau latihan kalo daritadi lo pargoy an bareng Raisa* " ucap Alesya



" *Tau lo. Mana mantep lagi jogetnya* " tambah Davian



" *Hehh lo* " ucap Davian mencegat laki-laki yang menggunakan kacamata



" *Ke-kenapa kak*? " Tanya laki-laki tadi



" *Pesenin bakso 2 sama es teh 2 gih. Nih kembaliannya buat lo* " suruh Davian dan memberi uang pada laki-laki cupu itu



" *tadi aja lo nuduh gue nge babu Xavira tenyata lo sendiri tukang nge babu huu* " ucap Alesya



" *ketua kelas mah bebas, rakyat jelata diem aja* " songong Davian.



BYURRR...



" *IHH LO MURAHAN BANGET JADI CEWEK... NEMPELIN GEVAN MULU KEMANA-MANA*! " Bentak Nesya



" *Tau tuh... cari tuh yang selevel! emang lo udah cocok bersanding sama level nya Gevan haa*! " ucap Raya



Nesya datang dengan menumpahkan es teh nya ke sepatu Qiara sampai basah



" *aku cuma hiks temenan sama hiks Gevan* " ucap Qiara sambil menangis



" *lo bisa ga sih anteng sehari aja*? " tanya Satria



" *gue ga bakal ganggu dia kalau dia ga murahan* " ucap Nesya



" *jaga congor lo ya. gue gampar emas juga lama-lama* " gedeg Elang :)



Gevan hanya diam saja, ia menatap Xavira yang sedang melihat ke arahnya sambil nyeruput es jeruk nya. ternyata jika dilihat lama-lama Xavira cantik juga.


kenapa ia baru mengenal Xavira sekarang?



*gue ada ide*. batin Gevan lalu mendorong kursi nya dan berlalu meninggalkan kantin.



" *Gevan mau kemana*? " tanya Nesya



tak ada sahutan dari Gevan



" *ihh. kok ditinggal* " cemberut Nesya



" *udah deh Sya, kita makan aja. laper gue* " ucap Raya



" *ngapain lo masih nangis? gajelas banget* " sungut Raya menatap Qiara



" si Qiara hobi banget nangis " Ucap Regan


" ga capek apa nangis mulu, mending dia debut artis aja biar berfaedah " usul Davian


" kok gue ngeliat Qiara kaga ada rasa kasian ya? " ucap Alesya


" ga penting " ucap Xavira


🍀🍀🍀🍀