TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES

TRANSMIGRATION OF UNIMPORTANT FIGURES
how could that be??!!


Di parkiran sekolah


Xavira sedang berjalan ke arah mobilnya berada. Di pertengahan jalan, ia mendengar beberapa murid sedang membicarakan Qiara. Xavira sontak berhenti berjalan dan berpura-pura membuka hp agar tidak ketahuan jika ia sedang menguping.



' *jadi Qiara mau keluar dari sekolah ini*? '


' *emang Qiara kenapa diana*?


' *perasaan Qiara ga ada masalah disini tuh*? '


' *aku juga gatau, Qiara belom cerita ke aku* '


' *Qiara keluar apa di keluarin sih*? '


' *padahal 2 hari lagi ujian kelulusan kok malah keluar*? '


' *iya, nanggung banget* '



**Jadi Qiara beneran dikeluarin... emm ahaa gue ada ide**. Batin Xavira kemudian kembali melanjutkan langkahnya ke mobil dan melajukan mobilnya



Sesampainya Xavira dirumah



" *ASSALAMUALAIKUM.. PAPAA? PA*? " teriak Xavira memanggil papa nya



" *Waalaikumsalam.. kamu kenapa Xav*? " tanya mama Karina



" *Papa udah pulang kerja belum ma*? " tanya Xavira



" *Udah, itu lagi diruang kerja* " jawab mama Karina



" *Xav kesana dulu ya ma* " ucap Xavira kemudian berlari menuju ruang kerja



....


Kini Xavira melihat papa nya sedang sibuk dengan laptop nya. Ia pun pelan-pelan mengetuk pintu



***TOKK..TOK***..


Papa Dani yang mendengar ketukan pintu pun menengok dan melihat Xavira diambang pintu


" *Heii... ada apa Xav*? " tanya papa Dani



" *Xavira mau ngomong sama papa* " ucap Xavira sembari berjalan menuju kursi kosong dan mendudukkan dirinya di kursi tersebut



" *Ngomong aja Xav* " ucap papa Dani



" *Emm.. itu... temen Xav dikeluarin dari sekolah pa... dia anak sederhana yang setiap pulang sekolah lanjut kerja jaga toko pa* " ucap Xavira



" *Dia juga cuma hidup berdua sama ibuknya... kasian pa, ibuknya sedih denger dia dikeluarin dari sekolah* " lanjut Xavira



" *Memangnya bagaimana bisa anak itu dikeluarkan dari sekolah*? " tanya papa Dani heran



" *Emm.. karna*... " Xavira masih berpikir untuk menjawab pertanyaan sepele dari papa nya



" *Dia... dia ga bisa bayar uang sekolah pa.. iya makanya itu pa* " ucap Xavira berusaha memberi alasan yang tepat



" *Ohh gitu... jadi intinya*? " tanya papa Dani



" *Xav mau papa daftarin temen Xav ke SMA pa.. Xav kasian kalau dia sampe putus sekolah* " ucap Xavira yang membuat papa Dani tersenyum kemudikan mengusap rambut Xavira



" *Anak papa baik banget sihh* " ucap papa Dani



" *Kamu minta KTP, KK, rapot sama kartu pelajar sekolah milik teman kamu itu... besok papa daftarin dia* " lanjut papa Dani yang membuat Xavira berbinar



" *MAKASII PAA!! SAYANG PAPA BANYAK-BANYAK* " teriak Xavira



" *Iya sama-sama* " ucap papa Dani dan memeluk Xavira


Tiba-tiba...



" *Ekhemmm... ada apa ini? kok peluk-pelukan ga ngajak-ngajak*? " tanya mama Karina yang tiba-tiba datang



" *Ini ma.. temen Xavira dikeluarin dari sekolah karena ga mampu bayar uang sekolah* " jawab papa Dani



" *Trus kenapa Xavira girang gitu*? " tanya mama Karina



" *Xavira minta papa daftarin temen nya yang dikeluarin itu biar ga putus sekolah* " lanjut papa Dani



" *Ohh gitu... bagus dong, anak mama harus saling tolong menolong* " ucap mama Karina



" *Kamu buruan mandi gih.. trus makan. Mama udah siapin makan* " ucap mama Karina pada Xavira



" *Oke ma.. Xavira ke atas dulu* " ucap Xavira



Setelah selesai makan, Xavira mengajari Rafael mengerjakan beberapa soal latihan


" Gue jelasin sampe berbusa gini mudeng kaga lo? " tanya Xavira


" Paham non " jawab Rafael


" Nih coba yang nomor 12 Lo kerjain " ucap Xavira yang langsung dikerjakan oleh Rafael


" Udah kak " ucap Rafael sambil memperlihatkan hasil jawabannya


" Wihhh pinter lo... ini baru adek gue " ucap Xavira bangga. Sementara papa dan mama nya yang melihat itu hanya geleng-geleng. Mereka anak siapa sih? pikir bonyoknya.


" Udah adzan Maghrib itu.. belajarnya udahan, waktunya sholat " ucap papa Dani memperingatkan


" Iya pa " ucap mereka berdua. Xavira langsung bangkit menuju kamarnya sementara Rafael mengemasi buku-buku nya


Setelah selesai sholat, Xavira membuka ponselnya. Ada yang mengirim pesan rupanya


...Gevan...


| Xav


| Di rumah aman?


| Kalo ada apa-apa bilang


^^^Aman kok |^^^


^^^Emang kalo ada apa-apa mau apa lo? |^^^


| Sip deh


| Ya kalo ada apa-apa bilang ke ortu lo maksudnya 🤣🤣


^^^Tadi ada yang bikin gue deg-degan |^^^


^^^Gue liat sesuatu |^^^


| Liat apa coba?


| Sini pap


^^^Ntar kalo lo ikutan deg-degan juga gimana? |^^^


^^^Mental lo kan marshmellow |^^^


| Dih


| Biasanya yang ngatain mentalnya lebih lemah


| Buruan pap


^^^Okee. wait |^^^


...Xavira mengirim foto...



| Bngst


^^^Why? |^^^


| G kok. cm mlyt aj


Gevan mengirim foto



..." JINGAANN.... BISA-BISANYA DIA NGIRIM FOTO??!! " teriak Xavira...


| Jantung lo aman?


...MASIH NANYA LO?!!!...


^^^Alhamdulillah aman 👌|^^^


| Ya.


__________________________________________


" Kenapa gue jadi sesek gini dah? " gerutu Xavira


" Yakali cuma perkara Gevan ngirim foto gue jadi sesek napas?? lebay bat gue, kek liat ABS nya Kai Exo aja " gumam Xavira masih mencoba menetralkan nafasnya


TINGG!


TINGG!


Xavira segera mengecek ponselnya kala sebuah notif ponselnya berbunyi


Ternyata dari Bu Mike yang mengirim file-file dokumen identitas Qiara... jadi tadi Xavira berinisiatif meminta surat-surat tentang Qiara pada Bu Mike. Bu Mike pun memberi file berupa foto KTP, KK, kartu pelajar, dan surat lainnya yang merupakan milik Qiara



Hari Sabtu pukul 10 pagi



" *Xav, ini seragam untuk teman kamu* " ucap papa Dani dan menyodorkan totebag kepada Xavira



" *Papa udah daftarin? Aaaa.. makasii pa* " ucap Xavira girang



" *Sama-sama* " ucap papa Dani



" *Kalo gitu Xav siap-siap ke rumah temen Xav.. ngasih ini sama ngabarin sekolah baru nya* " ucap Xavira



" *Iya.. semoga beruntung disekolah baru nya* " ucap papa Dani


Xavira pun segera menuju rumah Qiara



\*\*\*


" *Ini nih rumah nya* " gumam Xavira saat melihat rumah yang kemarin-kemarin Xavira lewati yang merupakan rumah Qiara


Xavira pun segera turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Qiara



***TOKK...TOKK***..



" *Assalamualaikum* " ucap Xavira



" *Assalamualaikum* " ucap Xavira mengulang lagi



" *Waalaikumsalam.. sebentar* " ucap seseorang didalam rumah



***Ceklekk***... pintu terbuka. Menampilkan ibu Qiara



" *Emm tante, saya temannya Qiara* " sapa Xavira



" *Ohh.. temannya Qiara.. ada keperluan apa kesini nak*? " tanya ibu Qiara



" *Saya mau ngomong sama Qiara bisa tan*? " tanya Xavira



" *Tentu... mari masuk* " ucap ibu Qiara



" *Silahkan duduk dulu nak* " ucap ibu Qiara



" *Terimakasih tante* " ucap Xavira



" *Qiara... nak ini ada teman kamu mau bicara.. cepat kesini nak* " ibu Qiara memanggil Qiara



" *Iya buk*... " ucap Qiara. Saat Qiara tiba dan melihat Xavira



" *Ada apa Xav*? " tanya Qiara



" *Ini... pertama-tama... papa aku udah daftarin kamu sekolah di SMA Merah Putih, dan ini seragam buat kamu sekolah disana* " ucap Xavira sembari memberikan totebag nya pada Qiara yang membuat Qiara dan ibunya terkejut



" *Ba- bagaimana bisa nak*? " tanya ibu Qiara



" *Emm.. saya minta pada ayah saya agar mendaftarkan Qiara ke sekolah baru... saya tidak mau Qiara putus sekolah tan* " tutur Xavira yang membuat Qiara dan ibunya menangis



" *Kenapa hiks.. kenapa lo repot-repot kayak gini Xav? hiks* " ucap Qiara kemudian meraih telapak tangan Xavira



" *Makasih Xav hiks... makasih* *banyak* " ucap Qiara



" *Terimakasih sudah membantu anak saya nak... terimakasih sudah peduli pada Qiara* " ucap ibu Qiara smabil memeluk Qiara



" *Kamu baik sekali nak.. semoga Allah melindungi mu* " imbuh ibu Qiara



" *Aamiin... makasih do'a nya tan... Qi, lo tetep semangat sekolah ya!! fighting* " ucap Xavira menyemangati



**Xavira baik banget. Dia tulus bantuin gue, sementara gue dulu malah berniat hancurin dia**. Batin Qiara



" *Makasih udah support gue Xav... Lo satu-satunya orang yang peduli sama gue* " ucap Qiara tulus



" *Hehee.. em- Qi, tante... saya pamit dulu ya, saya masih ada les. Maaf ga bisa lama-lama* " ucap Xavira



" *Ohh iya.. sebentar lagi kalian akan ujian ya, baiklah.. hati-hati dijalan ya nak* " ucap ibu Qiara



" *Jangan lupa mampir kesini lagi* " ucap Qiara



" *Yoii... saya pamit ya tan* " ucap Xavira sambil menyalimi tangan ibu Qiara



Didepan rumah Qiara



" *Xav*.. " panggil Qiara yang membuat Xavira menatap Qiara



" *Gue ga akan gangguin lo lagi... gue ga akan jahatin lo lagi.. gue nyesel, gue bener-bener nyesel* *Xav* " ucap Qiara



" *Iya.. gue tau lo masih punya hati yang baik didalam diri lo* " ucap Xavira dengan senyumnya



Qiara ikut tersenyum. Dan Xavira pun masuk ke mobilnya



" *See u next time* " ucap Xavira sambil melambaikan tangannya yang juga dibalas lambaian dari Qiara



🍀🍀🍀🍀