Transmigrasi Elena

Transmigrasi Elena
9.KE KANTOR KENDRICK


Tasya sudah pulang dari beberapa menit yang lalu,dan sekarang elena sangat merasa bosan ,dia tidak boleh melakukan apapun disini,bibi pun sedang keluar belanja bulanan yang ditawarkan akan elena lakukan tapi dilarang oleh bibi.


"huh sangat membosankan"


Jika dihitung ini sudah kesekian kalinya elena melenguh,merasa bosan pada setiap hembusan nafas yang dia hembuskan saat ini.elena berpikir keras kira-kira pekerjaan apa yang membuat dia menghilangkan rasa bosan ini,lama dia berpikir tiba-tiba dia kepikiran dengan yang dibicarakan oleh tasya tadi tentang sahabat kendrick yang selalu mencari perhatian kendrick,mungkin mencari tau tentang itu tidak ada salahnya,dimulai dari dia akan pergi kekantor Kendrick.


Lagipula dia ingin tau,apa karyawan kendrick tau kalau dia punya istri secantik elena ini hahahaha elena tertawa didalam hati karena dia memuji dirinya sendiri.


Elena mengambil tas selempang nya dia tidak perlu bersiap-siap karena dia sudah rapi dan cantik,turun kebawah menghampiri supir yang ditugaskan dirumah kendrick.


"pak anterin saya ya?"


"siapp,nyonya mau dianterin kemana?"


"saya mau ke kantor kenn ehh maksud saya,saya mau kekantor suami saya"


Dengan tersenyum elena menjawab pertanyaan pak supir,menggambarkan sosok elena yang dulu.


"mari nyonya saya antar"


Pak supir membukakan pintu untuk elena.


"makasih pak,lain kali tidak usah begini pak,saya bisa buka pintu sendiri"


senyuman elena menghipnotis supirnya itu,ternyata sang nyonya sangat cantik,dulu dia sangat jarang tersenyum,selalu murung karena diabaikan oleh tuannya.


"ohh iya nyonya"


Membuka pintu bagian supir,pak supir siap mengantarkan elena meninggalkan halaman rumah kendrick menuju ke kantor tuannya.


Sepanjang jalan elena hanya memperhatikan keadaan sekitar jalan,tidak ada yang beda semua sama,orangnya,gedungnya, tidak ada yang beda dengan dunia elena yang asli.


Keasyikan memerhatikan jalan,elena sampai tidak sadar jika sudah memasuki gedung kantor Kendrick,hal pertama yang elena lihat megah dan elegan sangat mencerminkan sosok Kendrick yang tidak banyak bicara.


"kita sudah sampai nyonya"


"iya pak,bapak jangan pulang dulu ya,saya gak akan lama kok"


"nyonya gak pulang sama tuan?"


"nggak pak,takutnya suami saya lagi sibuk"


"baik nya"


Elena keluar dari mobil berjalan dari lobi perusahaan menuju resepsionis untuk menanyakan ruangan kendrick.


"permisi mbak ada yang bisa saya bantu?"


Resepsionis itu menyapa sangat ramah pada elena,awalan yang bagus untuk karyawan kendrick.


"saya mau tanya,ruangan kendrick itu sebelah mana mbak?"


Bisa elena lihat resepsionis itu agak terkejut mendengar pertanyaan elena,mungkin karena dia menyebut kendrick dengan sebutan nama langsung tanpa embel-embel pak


"maaf sebelumnya,apa mbak nya sudah ada janji?"


"saya gak ada janji mbak,tapi saya mau ketemu kendrick"


"maaf sebelumnya mbak,tamu yang belum membuat janji dengan pak kendrick tidak diperkenankan menemui beliau,ini ketentuan dari beliau sendiri"


"apa benar-benar tidak bisa?"


"sekali lagi saya mohon maaf mbak,tidak bisa"


Resepsionis itu menolak dengan sopan,tapi elena kecewa karena tidak bisa masuk kedalam,melangkah keluar elena melihat Andre yang akan memasuki lift.


"Andre"


Elena sedikit berteriak memanggil Andre yang membuat sebagian karyawan menatap kearahnya.andre menoleh sedikit


Kaget tapi tak lama dia menghampiri elena


"nyonya,mengapa anda disini?"


"apa aku tidak boleh datang kesini?"


Andre terkesiap, bukankah kendrick sendiri yang melarang elena untuk datang kesini,dan itu sudah kesepakatan saat mereka awal menikah.


"bukan begitu nyonya maksud saya,mengapa anda berdiri disini tidak langsung keruangan tuan kendrick?"


"aku tidak tau ruangannya"


"mari saya antar"


Elena pergi bersama Andre diikuti dengan tatapan para karyawan termasuk resepsionis tadi,siapa dia?ada hubungan apa dengan bos mereka.kembali ke elena dan Andre yang sudah memasuki lift untuk menuju lantai teratas di dalam gedung,Tak ada pembicaraan diantara mereka hanya keheningan didalam lift,sampai bunyi lift telah sampai.


"nyonya tuan sedang rapat bersama kolega,nyonya bisa menunggu didalam ruangan tuan"


"aku tidak papa masuk kedalam?"


Sebetulnya Andre juga tak begitu yakin,tapi jika di suruh menunggu diluar juga sangat tidak sopan bagi Andre.


"tidak apa-apa nyonya,mari saya antar"


Andre membuka pintu dengan tulisan CEO,menampilkan ruangan dengan kesan Eropa tapi sedikit sentuhan klasik


"oke"


"kalau begitu saya permisi nyonya"


Elena hanya menjawab dengan anggukan,selepas Andre keluar elena menyusuri ruangan kendrick,melihat lihat penghargaan yang didapat Kendrick,dan beberapa foto keluarga,teman yang pastinya tidak ada foto elena sama sekali,meskipun sekedar foto pernikahan.


Tatapan elena jatuh pada foto orang bertiga dengan 1 perempuan ditengah dan 2 laki-laki disampingnya yang elena sangat yakin salah satunya adalah kendrick,lebih memerhatikan lagi elena jadi ingat sahabat kendrick apa dia yang dimaksud Tasya?


Lama menatap foto itu sampai elena tidak sadar ada orang yang masuk ke dalam ruangan itu.


"kau siapa?"


Elena sedikit kaget mendengar suara perempuan,saat menoleh dia melihat perempuan cantik dan anggun,pesonanya memang sangat baik,sepertinya dia yang ada difoto itu


"hei aku bertanya padamu,kau siapa?lalu apa yang kau lakukan di ruangan Kendrick?"


"kau tidak tau siapa aku?"


"kenapa kau malah balik bertanya"


Sedikit emosi,tapi tak lama di kembali ke wajah awalnya,anggun.sepertinya yang dikatakan Tasya benar tentang dia.


"aku bisa panggilkan security jika kau lancang masuk ruangan CEO tanpa ijin"


"kau juga masuk tanpa ijin"


"aku sahabatnya CEO disini"


"hanya sahabatnya derajatku bahkan lebih tinggi darimu"


"kau__"


"ada apa ini"


Keributan itu terhenti saat suara kendrick menginterupsi.


"lihat dia kendrick,dia memasuki ruangan mu tanpa ijin,saat aku bertanya dia malah marah"


Sangat klise alasan itu,memasang wajah anggun sok polos untuk menarik perhatian kendrick, kendrick menoleh pada orang yang ditunjuk sahabatnya.


"kenapa kau kemari?"


"tidak boleh menemui suamiku sendiri?"


"apa suami, kendrick siapa wanita ini,dia mengaku jadi istrimu?'


wanita itu bertanya dengan gelisah pada kendrick yang hanya diam.


"pulang!'


"kau tidak ingin mengenalkan ku pada seluruh karyawanmu,sepertinya mereka tidak tau jika aku adalah istrimu"


"jangan bertingkah elena,aku bilang pulang"


"baik-baik,aku akan pulang,padahal aku hanya berjalan-jalan karena bosan dirumah"


Elena mengambil tas selempang nya di sofa yang dia duduki,sampai pada samping wanita itu dia berbisik


"jangan jadi wanita murahan hanya untuk mencari perhatian"


Sedikit elena tau dia kesal,tapi hanya sebentar sebelum dia keluar diikuti oleh Andre


"kenapa kau mengikuti ku?"


"hanya mengantarkan nyonya sampai ke lobi"


Didalam lift elena bertanya pada Andre dia ingat dia belum tau nama wanita itu.


"siapa wanita itu?"


"nyonya tidak ingat?"


"kau tidak terlalu tua untuk pikun kalau aku amnesia"


Sangat seperti tuanya jika sudah seperti ini.


"ehh dia adalah nona Sherin Prasetya putri dari pak Pras salah satu kolega tuan,dia juga sahabat tuan dari kecil"


Sudah elena duga pasti wanita itu.


"dia sering kemari?"


"em ya nona sherin sering kemari nyonya"


"hm baiklah, terimakasih Andre sudah mengantar ku,aku pergi dulu"


"sama-sama nyonya,hati-hati pak"


"iya tuan,mari"


Andre hanya menjawab dengan anggukan,masih memperhatikan mobil yang membawa istri dari tuannya itu,sebenarnya Andre merasa kasihan padanya tapi sikap tuannya yang sangat keras kepala.


"sungguh rumit kehidupan rumah tangga"