Transmigrasi Elena

Transmigrasi Elena
8.SAHABAT MASA KECIL


Elena berjalan menuju ke halaman belakang,duduk sendiri menikmati kesunyian yang sangat tenang bagi elena,elena melamun sejujurnya dia sangat merindukan bundanya,ntah bagaimana kabar bundanya itu,bagaimana kondisinya mengetahui anaknya sudah meninggal,bundanya hanya tinggal berdua dengan elena,tanpa sadar air mata ikut mengalir di pipi elena yang sedang memikirkan kondisi bundanya.lamunan elena buyar saat bik Marni memanggil nya


"nyonya"


"eh iya bik,kenapa?"


"di luar teh ada non Tasya"


"hahh Tasya siapa bik?"


"aduh bibi teh lupa nyonya amnesia,non Tasya teh sahabat nyonya dari kecil atuh"


"ohh ya udah elena temuin dulu"


elena beranjak dari duduknya menuju ke ruang tamu,terlihat sosok gadis cantik yang sedang duduk disana.


"elena gue kangen banget sama Lo"


Sambil memeluk elena sangat erat sampai elena sulit bernafas.


"lepas dulu,gue gak bisa nafas"


"eh sorry abisnya gue seneng banget liat Lo sehat gini,waktu gue denger Lo jatuh dari tangga pas dirawat dirumah sakit gue khawatir"


mata Tasya menyiratkan betapa khawatirnya dia kepada sahabatnya itu,elena melihat ketulusan dari tatapannya.


"kok Lo diem aja sih,Lo gak kangen juga sama gue"


Elena terperanjat,dia bingung mengatakan dari bagian mana dulu.


"Non Tasya,nyonya elena teh lupa ingatan"


Bibi menjawab pertanyaan Tasya sambil meletakkan minuman dan cemilan di atas meja.


"non Tasya teh coba ngingetin nyonya elena pelan-pelan pasti nanti nyonya elena inget"


Bibi pamit ke belakang setelah mengatakan hal itu pada Tasya,meninggalkan Tasya yang menatap elena dengan tatapan prihatin,itu yang dilihat elena sekarang.


"jadi kau lupa ingatan?"


Elena hanya menjawab dengan anggukan.


"kau tidak mengingatku sama sekali?"


Lagi-lagi elena hanya menganggukkan kepalanya.


"huh tidak papa kita akan berkenalan dari awal,kenalin nama gue Tasya Angelina Danuarta anak dari papi Toni danuarta dan mami Celine Danuarta anak kedua mempunyai kakak bernama samuel Danuarta,sahabat Lo dari masih dikandungan sampai sekarang"


sambil menjulurkan tangannya kepada elena yang disambut baik oleh elena.


"em jadi kita teman dari kecil?"


"no gue bukan temen Lo tapi gue sahabat Lo"


"oh iya iya sahabat"


"ya udah Lo gak mau nyuruh gue duduk gitu?pegel gue berdiri terus dari tadi"


"ooh iya ayo silahkan duduk"


"formal banget sih Len,gak usah se formal itu"


yang dibalas hanya dengan senyum tak enak oleh elena,dia belum terbiasa berhadapan dengan Tasya,tapi jika dilihat lihat sepertinya Tasya orang baik,dan dia sepertinya sangat menyayangi elena sebagai sahabatnya.


"Len hei Lena"


"hahh iya apa?"


"huh kok malah bengong sih,Lo mah amnesia jadi berubah"


"maafin gue,gue masih ngerasa asing,tapi ntah kenapa gue ngerasa nyaman sama Lo"


"Len gue masih normal ya"


Sambil menatap elena dengan tatapan ngeri.


"bukan itu maksud gue,gue ngerasa aneh aja,tapi gue ngerasa kalau gue emang Deket sama Lo"


"ya iyalah orang kita sahabatan udah dari kecil,oh iya gue mau tanya,Lo kok bisa sih sampai jatuh dari tangga segala?lagian juga rumah laki Lo ini megah ada lift Lo gak gunain"


Benar memang sekaya itu Kendrick rumah lantai 7 dengan fasilitas lengkap sampai ada liftnya.


"gue juga gak tau,kata bibi gue cuma jatuh dari tangga"


"huh syukur Lo cuma amnesia kalo sampai gegar otak pas Lo gila kan gak lucu"


Elena mendelik mendengar pernyataan orang disampingnya ini,dia mendoakan dia jadi gila.


"Lo doain gue jadi gila?"


"Ha ha ha ha muka Lo komuk banget deh,ya nggaklah beb masak gue punya sahabat yang gila"


"ya berarti Lo gila juga"


"udah udah ah gue udah capek ketawa liat muka Lo itu"


Memangnya ada apa dengan ekspresi elena sampai Tasya sangat puas tertawa.


"oh iya gue lupa nanya,by the way gimana tuh suami Lo?masih gak menganggap Lo sama sekali?dia masih mementingkan sahabatnya gitu"


"Lo tau masalah gue?terus mementingkan sahabat?sahabat siapa?"


"apa sih yang gue gak tau masalah Lo,semua gue tau dari masalah dari kecil Lo,dan untuk sahabat suami Lo itu cewek gatel yang selalu ngarep belaian suami orang,katanya sih berkedok sahabat tapi setiap hari selalu menghubungi suami Lo"


Sahabat siapa?apa Kendrick punya wanita idaman lain?sampai-sampai dia tak menganggap keberadaan elena?.


"tapi Lo tenang aja meskipun Lo amnesia gue bakal bantuin Lo buat mengingat semua dan bales tuh ulet bulu"


Elena hanya tersenyum menanggapi omongan Tasya ,tapi dia penasaran siapa wanita yang dibicarakan tasya ini,apa benar dia benalu dalam rumah tangga elena dan Kendrick?elena harus mencari tau semua ini.


"elena gue udah dihubungin sama Jayden,kalau Lo gak inget siapa jayden dia itu pacar gue,gue harus pergi,padahal gue masih ngobrol sama Lo,tapi jayden udah jemput didepan"


"gak papa nanti kita bisa ketemu lain waktu lagi"


Elena mendapat pelukan dari tasya sebelum dia pergi.


"ayo gue anterin ke depan"


Mereka keluar dari rumah elena,disana elena melihat sosok laki-laki yang bersandar ke mobil melambaikan tangan pada elena yang dia yakin pasti dia yang bernama Jayden.


"ya udah kalau kayak gitu gue pergi dulu ya see you"


"bye"


Tasya menghampiri jayden yang langsung disambut pelukan oleh Jayden,mereka masuk kedalam mobil meninggalkan halaman rumah elena.


Elena masih terdiam memikirkan ucapan Tasya tadi,teman masa kecil Kendrick,dia harus mencari tau itu untuk melancarkan rencananya.