Transmigrasi Elena

Transmigrasi Elena
15


Matahari menyorot masuk kedalam jendela,menerobos paksa kedalam kamar yang dihuni oleh dua insan yang sedang bergelung dalam selimut saling berpelukan,mereka saling tidak sadar,sampai elena merasakan sinar matahari yang menyorot dari jendela.


"eng, kok berat perut gue,kayak di timpa beton"elena bermonolog dalam hati


elena memaksakan untuk melihat apa yang ada diperutnya sehingga terasa berat,meskipun matanya sangat berat untuk dibuka.


Saat membuka mata elena melihat rahang tegas didepannya,tapi tunggu bukankah dia tidur sendiri tapi siapa ini...


"AAAAAAAA, KENDRICK KAU KENAPA TIDUR DISINI"


"ishlah kau sangat durhaka pada suamimu,aw sakit"


Kendrick meringis sambil memegang pinggang nya yang rasanya akan encok itu.


"kau kenapa bisa tidur disini,dan apa yang kau lakukan padaku semalam,aaaaa Kendrick kau sangat kurang ajar"


"DIAM,kau sangat berisik elena,ini masih pagi"


"itu salahmu kenapa kau tidur di sampingku"


"kenapa kau marah,dulu kau yang selalu ingin satu kamar dengan ku"


"itu dulu bukan sekarang,awas saja kau macam-macam denganku"


setelah itu elena langsung keluar dari kamar kendrick menuju kamarnya sendiri bisa-bisa dia darah tinggi lama-lama satu ruangan dengan kendrick.


Sedangkan kendrick masih terduduk dengan memegang pinggang nya yang sakit nya lumayan,dorongan elena tidak main-main,dan elena juga tidak ada niatan untuk membantunya berdiri.


"sialan"


Kendrick langsung beranjak ke kamar mandi,sebelum orang tuanya keluar terlebih dahulu,dan mendengar keributan pagi ini dia dan elena.


**************************************


Elena sudah siap dengan dress rumahannya karena hari ini memang dia tidak akan pergi kemanapun,dia hanya ingin seharian malas-malasan dirumah,keluar dari kamar bersamaan dengan kendrick yang sedang memasang dasi tapi kemeja belum dikancing kan,sepertinya dia sangat terburu-buru.


"kau bukan anak kecil lagi untuk tidak tau cara memakai kancing baju"


"diam elena aku tidak ingin berdebat"


"kau ini bagaimana,aku hanya mengingatkanmu kancing mu belum terpasang semua kendrick,tidak mungkin kau pergi kekantor dengan keadaan seperti itu"


Lagi pula elena heran biasanya kendrick tidak seperti ini,dia selalu rapi, santai,dan bisa melakukan semua dalam sekejap saja


"ini salah mu"


Kendrick masih berjalan sambil memakai dasinya pada kancing yang belum terpakai, sedangkan elena sangat kesal melihat kendrick seperti itu.


Elena menarik tangan Kendrick yang otomatis Kendrick langsung berhenti dihadapan elena.


"kau itu sudah besar Ken,tidak mungkin kau tidak bisa melakukan hal kecil seperti ini,dari dulu pun kau selalu melakukannya sendiri,kau tidak pernah bergantung pada orang lain,tapi kenapa pagi ini kau seperti gembel seperti ini"


Elena terus mengoceh sambil memasangkan kancing dan merapikan dasi kendrick elena melakukan semua itu dengan serius,yang tidak sadar hal itu menjadi ditatap oleh ken yang memerhatikan elena dari saat menarik tangannya.


"e hmm kalau mau mesra-mesraan jangan di tangga dong,mommy mau lewat"


Lamunan ken buyar saat mendengar suara mommy nya,dia langsung tersadar apa yang dia lakukan tadi.


"em kalau gitu ken berangkat dulu mom"


"loh kok buru-buru sih ken,gak mau sarapan dulu?"


"Ken ada meeting mom,ken sarapan di kantor"


"yasudah hati hati dijalan"


"hmm"


Elena hanya memerhatikan interaksi antara ibu dan anak ini tanpa mengacaukan dengan suaranya.


"eh kok malah bengong sih,ayo turun kita sarapan bareng"


"eh iya mom,kok mommy sendiri, daddy mana?"


Elena bertanya sambil turun dari tangga bersama Santi.


"kayak Ken,daddy itu sibuk banget padahal udah tua juga"


"hahaha tua tua gitu' masih banyak yang mau loh mom,mommy harus hati-hati"


Elena cekikikan melihat wajah mommy nya yang tiba-tiba seperti orang yang kesal.


"eh iya ya,awas aja kalau macem-macem mommy potong adiknya biar tau rasa"


"hahahaha mommy ada-ada aja"


"udah ah sekarang kita sarapan dulu,bibi udah nyiapin makanan"


"iya mom"


Disini elena merasa bahagia sebab mommy Santi,seperti mengganti kan sosok peran bunda dalam hidup keduanya ini.