Transmigrasi Elena

Transmigrasi Elena
13


matahari menyorot masuk pada jendela, mengusik wanita cantik yang sedang bergelung didalam selimut tanpa terusik dengan sinar yang masuk.


Elena masih betah didalam selimut meski jam sudah lewat dari jam biasanya dia bangun,rasanya hari ini dia sangat malas untuk melakukan sesuatu,tapi ketenangan itu hilang sesaat dia mendengar pintu kamarnya diketuk.


Tok tok tok


"nyonya,bangun nya"


Itu suara bibi yang sedang memanggilnya dari luar.


"nya bangun nya,tadi nyonya besar nelpon telepon rumah"


Apa tadi kata bibi,nyonya besar berarti mommy,mertua elena,otomatis elena langsung beranjak dari tempat tidurnya membuka pintu kamar yang diketuk bibi dari tadi.


"apa bik, tadi siapa yang nelpon bik?"


Elena bertanya dengan terburu-buru pada bibi yang kaget dengan penampilan elena masih baru bangun tidur.


"bik,kok malah bengong sih,saya tanya loh bik, siapa yang nelpon"


"ehh iya nya,itu tadi nyonya besar nelpon katanya beliau mau kesini sama tuan besar,karena sudah datang dari luar negeri"


"kok gak nelpon saya mommy bik?"


"kata nyonya besar sudah telfon nyonya tapi tidak diangkat"


"oh mungkin saya gak denger bik, ya udah bik makasih ya"


"iya nyonya,kalau gitu bibi kebelakang dulu nya"


"iya bik"


Elena masuk lagi ke kamarnya,dia berpikir apa yang harus dia lakukan didepan mertuanya nanti,apa dia harus berpura-pura menjadi istri yang baik perhatian pada suami,tapi kendrick saja tidak perduli dengan hubungan mereka,mungkin mengerjai kendrick sedikit tidak masalah.


"Sekarang mandi,dandan yang cantik karena akan menyambut mertua tercinta"


Elena pergi ke kamar mandi,dia bersiap-siap untuk menyambut kedatangan ibu mertuanya.


selesai dengan ritual mandinya elena pergi ke walk in closed memakai baju dan langsung menuju meja rias,menumbuhkan sedikit riasan pada wajahnya agar tidak kelihatan pucat.


"memang sudah dasarnya cantik,mau dandan seperti apapun ya sudah cantik"


Elena memuji dirinya sendiri,toh juga ini adalah tubuhnya,miliknya jadi bebas untuk memuji sendirinya.


"sekarang sudah selesai,saatnya untuk menyambut mertua tersayang"


Elena keluar dari kamarnya,turun ke ruang tamu untuk menyambut kedua mertuanya.


"bibi"


"iya nya"


Bibi langsung menghampiri elena saat mendengar namanya dipanggil.


"udah siapin jamuan buat mommy?"


"sudah nya,semuanya sudah siap"


"ya udah kalau gitu,makasih ya bik"


"sudah tugas saya nya"


"kalau gitu saya mau nunggu mommy di ruang tamu ya bik"


"bibi beresin yang di belakang nya"


"iya bik"


Elena menunggu kedatangan kedua orang tuanya sambil duduk diruang tamu memainkan telepon pintarnya,dia cekikikan sendiri melihat video lucu yang lewat di beranda tiktok nya,sampai dia mendengar suara mobil di depan halaman rumah,elena melihat dari jendela,terlihat dua orang paruh baya yang masih terlihat tampan dan cantik keluar dari mobil itu yang elena yakini adalah kedua mertuanya.


Elena harus bersikap biasa,dia harus bersikap baik sopan,dan sedikit mengerjai kendrick hahahaha.


Cklek


"selamat datang mommy"


"halo mantu mommy yang paling cantik"


mertua elena langsung memeluk elena dengan erat,seperti orang yang sudah tidak bertemu selama bertahun-tahun.


"gak kangen sama daddy?"


"hehehe kangen dong dad"


Elena langsung memeluk Daddy nya yang berada dibelakang mommy nya.


"ya sudah kangen-kangennya sekarang mommy sama daddy duduk dulu,elena minta bibi ambil minum dulu"


Elena pergi ke dapur meminta bibi untuk menyiapkan minum untuk mertuanya,dia keluar bersama bibi yang berada di belakangnya membawa nampan berisi makanan dan minuman.


"makasih bik"


"sama-sama nyonya,nyonya apa kabar?"


"saya baik bik, bibi juga apaa kabar?"


"kalau saya mah baik nyonya,kalau gitu saya kebelakang lagi nyonya tuan"


"iya bik"


"diminum dulu mom"


Elena memberikan minum nya pada mommy mertua.


"iya sayang"


"elena bagaimana hubunganmu dengan kendrick?"


Rion bertanya pada elena


"hah elena tidak tau dad harus bicara seperti apa?"


elena berakting seakan-akan dia tersiksa dengan sikap kendrick.


"apa kendrick selalu menyakitimu?"


Mommy bertanya dengan nada khawatir.


"tidak mom Kendrick baik pada elena,mungkin dia hanya sedang lelah saja"


"anak itu memang tidak bisa diberi tau"


"jangan salahkan Kendrick dad, kendrick tidak salah"


Elena masih memerankan seolah-olah dia yang paling tersakiti,walaupun memang elena asli yang tersakiti.


"apa dia masih sering bersama Sherin?"


"mama tau sama Sherin?"


"dia memang sahabat kendrick tapi mommy tau sifat aslinya,dia hanya senang pada harta dan ketenaran Kendrick,dia terobsesi untuk menjadi nyonya Collins"


"dia seperti itu?"


"ya sayang,dia memang seperti itu,mamah sudah berkali-kali mengingatkan Kendrick tapi dia tidak percaya"


Elena termenung memikirkan jika Sherin berhasil menjadi nyonya Collins itu bahaya besar untuk kehidupannya.


"sayang,tapi kamu jangan khawatir,itu biar jadi urusan mamah"


"gak perlu mah,itu biar jadi urusan elena sama Kendrick"


"mamah emang gak salah pilih menantu seperti kamu"


"mamah jangan berlebihan"


"yasudah kalau begitu Daddy dan mommy ingin beristirahat dulu,nanti malam kita pulang setelah Kendrick datang"


"yasudah kamarnya udah dibersihin tadi"


"kalau gitu mommy istirahat dulu ya sayang,mommy capek banget"


"iya mom"


Kedua mertua elena pergi ke kamar tamu meninggalkan elena yang tinggal sendiri di ruang tamu.


"kalau Sherin cuma mengincar harta sama gelar nyonya dirumah ini gak bakal gue biarin, awas aja Lo Sherin kalah Lo sama gue"