The Villainess And Modern Weapons

The Villainess And Modern Weapons
Chapter 52 Pegunungan Deadly Ice 1


"Tsk, dasar! seenaknya saja!." Ketua pertama bangkit dari duduknya dan berjalan dengan berkharisma menuju Fernand.


"Ketua pertama, silahkan berbicara." Fernand berbicara dengan nada ketus.


"......."


Grrttt.


Suara gertakan gigi terdengar dari arah ketua pertama. Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat sembari menatap tajam pada Fernand. "Lancang!!."


Berbanding terbalik dengan ekspresi ketua pertama yang seperti ingin menerkam habis Fernand. Orang yang di tatap tajam hanya mendelikkan matanya. "Ketua pertama, sebaiknya kamu jangan menggertakkan gigi mu lagi. Bisa-bisa aku nanti harus membantu mu mengunyah makanan?."


Dengan sudut bibir yang terangkat ke atas, Fernand menatap sengit pada ketua pertama.


Oh, jika Sherlin melihat ini.. dia pasti akan terus menganga membiarkan mulut nya terbuka lebar-lebar. Kalian tahu? guru Fernand yang biasanya selalu stay calm dan stay cool mempunyai sisi yang seperti ini. Sangat mengejutkan sekali bukan?.


"Kau! dasar bocah bau!."


"Kurang ajar! Fernand!!." Dada ketua pertama naik turun dengan cepat, nafasnya ngos-ngosan dan matanya berkilat tajam.


Fernand mengerinyit kan alisnya dia kemudian bangkit dan berdiri memegang bahu ketua pertama. Dengan perlahan memapah ketua pertama untuk duduk di sofa.


Bruk.


"Jadi, ada urusan apa guru memanggil ku?." Fernand berdehem dan menetralkan raut mukanya.


"Oh? baru ingat memanggil ku guru?. Huh, dasar murid tidak berbakti." Ketua pertama mendengus.


"Tapi, dengan kebaikan diri ku. Aku akan melupakan hal tadi, jadi mari kita bahas mengenai perihal ku memanggil mu kesini."


Ketua pertama mengelus-elus jenggot nya yang panjang dengan lembut, matanya terpejam. "Ini mengenai murid mu itu."


Fernand menganggukkan kepalanya dan dengan seksama mendengarkan. Dia sudah menduga akan hal ini, gurunya itu pasti akan membicarakan tentang hal ini lagi.


"Jadi, anak satu-satunya dari keluarga Edinburgh itu kau calonkan menjadi ketua anggota Khuncupp ya?. Dari laporan-laporan yang selama ini kau berikan padaku mengenai anak itu, sepertinya kemampuan nya cukup baik."


"Aku cukup terkesan. Tapi, kau harus ingat jika aku akan selalu mengawasi setiap tindakannya."


Ketua pertama tersenyum tipis, dia bangkit dan berjalan ke jendela. "Aku hanya ingin memperingati mu saja Fernd." Ujar ketua pertama sembari menatap intens pada Fernand.


"Bukankah ini adalah kali pertama kamu mempunyai murid?. Aku...ekhem, sedikit cemas." Cicit ketua pertama.


Fernand terkejut dan membulatkan matanya. Dia tersenyum kecil dan matanya berkilau menatap ketua pertama hangat. "Akan ku ingat guru.."


Ketua pertama memalingkan wajahnya. "Hei! jangan menatapku seperti itu. Itu hal yang wajar bagi seorang guru pada muridnya."


Fernand mengangguk dan tertawa kecil. "Yaa..murid ini mengerti.."


Srek.


Sembari membalikkan badannya, ketua pertama melihat ke jendela, tepatnya ke arah menara kelima berada. Dia tersenyum simpul. "Tapi aku punya firasat, jika murid mu ini akan membuat semuanya berbeda. Memikirkan tentang asalnya yang dari dua keluarga elite."


Fernand tersenyum bangga dan meninpali ucapan ketua pertama dengan nada percaya diri. "Itu sudah pasti."


"Heh!."


"Kau ini!. Haahhh sudahlah, lebih baik kamu mengajak murid mu itu untuk berkenalan dengan orang-orang disini. Terutama para ketua dan murid-muridnya yang lain, jika dengan ku... terakhir-an saja. Aku ingin di istimewa kan!."


"Ya, aku akan segera melakukannya. Aku pamit, guru."


"Hm."


Klek.


Ketua pertama menatap dalam diam punggung Fernand yang semakin hilang tertutup pintu.


"Ini cukup mengesankan.." Gumam ketua pertama.


...----------------...


Menara kelima, ruangan Sherlin.


Sementara guru Fernand pergi, mereka berdua berceloteh ria bersama. Dan tentu saja yang memulai pembicaraan adalah Rishee, dia memiliki sikap yang mengasyikkan dan terbuka.


Sherlin baru menyadari itu setelah menyaksikan sendiri bagaimana menghabiskan waktu dengan Rishee.


Dan hal yang paling membuat Sherlin tertarik adalah usia Rishee sekarang. Ekhem, Sherlin dulu di bumi berusia 21 ingat? maka jika menurut hal itu mereka berdua seumuran. Makanya pembicaraan ini sangat cocok dan semakin asik.


Mereka berdua sudah cukup saling terbuka satu sama lain.


Dan, apa kalian ingin tahu apa yang dibicarakan sampai-sampai mereka berdua menjadi lumayan dekat dalam waktu yang relatif singkat?.


Yups, itu adalah membicarakan perihal diri sendiri pada orang lain.


Singkatnya seperti basa-basi membicarakan diri sendiri.


"Ha ha ha, biasanya aku selalu bereksperimen tentang perasaan hampir setiap satu Minggu sekali." Rishee menangkup pipinga dengan tangan kanan.


"Ho? benarkah?." Ujar Sherlin memiringkan kepalanya.


"Ya itu benar. Aku biasanya mendekati seorang pria, lalu setelah kami lumayan dekat aku meninggalkan nya dan tidak menemuinya lagi sampai sekarang...hohoho~."


"He? mengejutkan sekali! hahaha!."


"Kamu sungguh berani! apa kamu tidak takut jika dia datang dan mengganggu mu?."


Rishee tersenyum manis mendengar hal itu, dia berbicara dengan nada lembut. "Tentu saja tidak Sherlin, aku adalah pimpinan menara ke empat. Siapa yang berani? Lagipula aku hanha mendekati pria yang memiliki status dan kekuatan sedang."


"Oh! cerdik sekali." Sherlin tersenyum kecil.


Pemilik menara ke empat, Rishee Theasher.


Menurut pembicaraan tadi, dia adalah seorang sword master tingkat tujuh. Hanya 2 tingkat lagi, dia akan mencapai level 9. Di usia yang begitu muda, dia dapat mencapai pencapaian yang cukup brilian!.


Sherlin termenung sejenak, ketua ke empat ini baru saja pulang dari tugasnya. Dia mendapatkan tugas untuk membasmi para hewan spirit beast kegelapan di daerah pegunungan bagian Utara kekaisaran Fritina, tepatnya di pegunungan deadly ice.


Seperti namanya, pegunungan deadly ice adalah pegunungan yang tertutupi oleh es yang sangat tebal. Suhu di sana sangat dingin, bahkan tidak ada musim apa pun kecuali musim dingin disana.


Lava asli dari gunung bahkan bisa langsung menguap dan hilang dalam waktu beberapa menit.


Tidak ada orang yang berani mendatangi pegunungan itu, mereka yang pergi ke sana di anggap sudah mati karena peluang untuk kembali dengan selamat cukup kecil.


Hanya ada dua mahkluk hidup yang tinggal di sana, yaitu spirit beast kegelapan dan bunga snowdrop.


Spirit beast kegelapan adalah tujuan utama dari misi Rishee, dia mendapat tugas untuk membasmi kawanan spirit beast kegelapan yang berlari meninggalkan wilayah pegunungan dan menuju ke kawasan permukiman warga.


Dan Rishee membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan tugasnya, ada sekitar kurang lebih 2 bulan-an. Hal itu disebabkan oleh faktor sering terjadinya longsor di daerah pegunungan deadly ice, jika sebagian salju longsor maka para spirit beast kegelapan akan panik dan berubah menjadi ganas lalu berlarian kesana-kemari sampai mencapai ke pemukiman warga sekitar.


Sebenarnya para ahli sudah memperkirakan jarak antara pemukiman terdekat dengan pegunungan deadly itu lumayan jauh. Jadi, tidak memungkinkan para spirit beast kegelapan bisa sampai kesana tapi dengan ketangkasan spirit beast kegelapan yang panik dan gelisah membuat itu semua menjadi mungkin.


Rishee mempunyai firasat jika kejadian ini direncanakan oleh seseorang. Hal itu di buktikan dengan jangka waktu longsor yang seperti dikendalikan.


Bayangkan saja, jika Rishee baru sampai longsor juga terjadi dan bahkan longsor itu berada di jarak jangkauan paling jauh dari Rishee. Rishee tahu itu mungkin kebetulan bukan?


Tapi ayolah...tidak dapat dipercaya jika kebetulan seperti itu selalu terjadi secara berturut-turut selama 2 bulan lama nya kan?.


Nah inilah yang membuat Rishee yakin ada sebuah konspirasi dibaliknya.


Sementara itu, ada bunga snowdrop. Bunga yang menjadi satu-satunya hal yang indah di pegunungan deadly ice.


Bunga itu pertama kali ditemukan oleh seorang peneliti yang berasal dari luar kekaisaran. Dia dulu baru datang kemari dan berniat untuk menjelajahi setiap wilayah di kekaisaran.


Dan tempat terakhir yang akan ditujunya kala itu adalah pegunungan es. Dulu pegunungan ini belum diberi nama, karena semua nama pegunungan itu berasal dari orang ini.


Dia mendaki ke pegunungan untuk mencari sebuah pengetahuan baru yang bisa di publikasikan pada semua orang. Dan dia menyadari jika suhu rata-rata di pegunungan itu hampir bisa membuat seseorang mati kedinginan dalam waktu kurang dari 1 hari. Itu semua terbukti dengan adanya pembekuan darah dibagian tangan kirinya peneliti tersebut.


Karena itu, dia menepis niatnya sementara dan pergi meninggalkan pegunungan es tersebut.


Tapi, tak lama kemudian peneliti itu kembali lagi dan dengan memakai persiapan yang cukup matang. Dikarenakan dia adalah penyihir, dia bisa memakai mantra penghangat. Tapi, meskipun begitu sayangnya dia hanya penyihir level 2. Dia tidak terlalu mendalami ilmu sihir dan hanya terfokus pada ilmu pengetahuan.


To be continued.