
...Pagi yang cerah.....
...Suasana tampak ramai seperti biasanya, anak - anak tampak sibuk dengan aktivitasnya....
..." Aku bosan.. " keluh caramel....
..." Ya mau gimana lagi " jawab Yumi yang memperhatikan Caramel, " ke kelas kak Armord yuk " ajak Max....
..." Memang boleh apa ? " tanya Yumi, " ya nggak apa sih, lagian guru - guru sedang rapat besar ya apa boleh buat.. " cetus Caramel....
..." Eh itu kak Lia kan " seru Yumi menunjuk keluar jendela, " wah .. wah.. sepertinya kak Lia sedang di tembak tu.. " seru Max....
..." Kesana yuk " seru Caramel yang beranjak dari tempatnya, Yumi dan Max langsung mengikuti Caramel tampa pertanyaan sama sekali....
...Mereka melihat Lia menolak cowok yang menembaknya dengan lembut, " kenapa kau tak mau denganku " tanya cowok tersebut....
...Wajar saja Lia begitu diminati oleh banyak pria, karena ia adalah siswi paling terpopuler disana. ...
..." Maaf ya aku sudah menyukai seseorang " ucap Lia pelan....
...Akhirnya cowok tersebut pergi dengan kecewa, Caramel pun langsung menghampiri Lia. Disusul oleh Max dan Yumi mengikuti Caramel dari belakang....
..." Kakak apa kabar? " sapa Yumi....
..." Ternyata kalian ada apa kemari? " tanya Lia penasaran....
..."Kakak begitu populer di sekolah, tapi tak pernah ada yang bisa memikat hati kakak " jelas Caramel....
..." Bukan begitu, sebenarnya sudah menyukai seseorang " ucap Lia dengan muka memerah....
..." Benarkah ?? " seru Yumi....
..." Iya " jawab Lia tersenyum....
...Tiba - tiba datang seseorang mendekati mereka, " yo kalian sedang apa ? "tanya Nori. Ternyata itu Armord dan yang lainnya....
...Dari belakang mereka, Shion juga mengikuti mereka. " Kalian sedang apa disini? "tanya Caramel " ya ampun kau sangat menyebalkan " keluh Nori kesal....
..." Begini, kami berencana mengajak Shion berkeliling. Lagian dia masih belum tau semua lokasi sekolah kita, " jelas Armord....
..." Aku mau ikutan " seru Caramel dengan antusias....
..." Oke aja kok, lagian Nori sama Shaki mau ke kantin dulu " ucap Armord....
...Shaki dan Nori pun lagsung meninggalkan mereka berempat, " kami pergi dulu ya " seru Nori melambaikan tanganya....
..." Kakak mau ikut nggak ? "tanya Caramel melirik ke arah Lia....
...Lia hanya mengangguk dengan malu, " hm.. sepertinya kakak sangat menyukai kak Shion " pikir Caramel....
...Mereka bertiga mengajak Shion keliling ke berbagai tempat fasilitas yang ada di sekolah, mulai dari ruang komputer, laboratorium, gedung olaraga, perpustakaan dan lainnya....
..." Ini ruangan apa ? " Shion menunjuk ke sebuah pintu yang berada di ujung lantai tiga tersebut, pintu itu berwarna hitam dan sedikit kumuh....
..." Itu gudang, dulunya itu kelas memasak. Karna kebakaran tempat itu pun di tutup, akhirnya di pakai untuk meletakkan kan barang - barang." jelas Armord....
..." Ooo begitu " jawab Shion pelan....
..." Sepertinya di sedang di mood yang buruk "pikir Armord yang sedikit khawatir....
...Sebenarnya Shion masih memikirkan pengumuman lama yang ia lihat di terowongan kereta bawah tanah kemarin, ia merasa ada sesuatu yang mengganggunya....
...Kemungkinan akan membahayakan.....
..." Armord ! " teriak seseorang dari kejauhan....
...Dari kejauhan seseorang berlari mendekati mereka berempat, " lah Anki, ada apa? " tanya Armord kebingungan. Anki menarik bahu Armord dan membisikannya, Armord terkejut mendengarnya....
..."Ada apa kak ? " tanya Caramel....
..." Aku harus pergi ada keperluan yang mendesak, tapi apa kau tak keberatan Shion? " tanya Armord....
..." Aku akan menemaninya " jawab Lia....
..." Oh baguslah, apa kau tak keberatan Shion? " tanya Armord yang sedikit khawatir....
..." Ya tak apa, lagian kami sudah berkenalan " jawab Shion dingin....
..." Baguslah, ayok kita pergi sekarang " seru Anki langsung menarik Armord pergi....
..." hm.. " pikir Caramel melirik ke arah Shion dan Lia, " kurasa orang yang di sukai kak Lia adalah kakak ini, walau banyak rumor beredar. Banyak yang berkata hal yang buruk... aku penasaran kenapa begitu, mungkin apa aku cobe tinggalkan mereka berdua saja " pikir Caramel senyum - senyum sendiri....
...Tiba - tiba Yumi datang, " Caramel, ikut aku cepat " seru Yumi gelisah "ada apa sih? " tanya Caramel bingung....
...Yumi pun membisikkan sesuatu pada Caramel....
..." Ada apa? " tanya Lia khawatir, melihat muka Yumi begitu ketakutan....
..." Kakak aku pamit dulu, dah kak. "seru Caramel pamit dan langsung berlari meninggalkan Lia dan Shion, di susul oleh Yumi....
..." Mereka kenapa sih? " tanya Shion....
..." Entahlah " jawab Lia....
...Lia menoleh ke kanan dan ke kiri, " tunggu dulu sekarang aku hanya berdua dengan Shion???!! " pikir Lia terkejut....
..." Kita mau ke mana selanjutnya? " tanya Shion....
..." Kurasa kita akan keliling di sekitar lorong kelas saja " ucap Lia gugup....
...Mereka berdua pun pergi bersama, tapi saat mereka berada di lantai dua. Terjadilah sebuah keributan yang luar biasa, " ada apa ini? " tanya Shion....
..."Kurasa itu anak - anak bandel yang selalu mencari masalah, kurasa Shaki akan turun tangan untuk masalah ini. Karna dia termasuk anggota OSIS, merepotkan... " Jelas Lia....
..." Oo begitu rupanya.. " ucap Shion santai....
...Tiba - tiba seseorang berlari dari kejauhan, Shion dan Lia masih memperhatikan keramaian tersebut. "Tolong aku teriaknya " berlari tak melihat arah....
...Buk ~...
...Orang tersebut tak sengaja menyenggol Lia dengan kuat, saking takut nya. Lia pun terdorong ke arah jendela, saking kuat nya dorongan tersebut membuat Lia keluar dari jendela....
...Armord dan Shaki yang berusaha mencegah kerusuan, malah terkejut melihat Lia yang terlempar keluar jendela....
..."Lia?!!!!! “ seru Armord panik begitu juga Shaki....
..." Aaaah!!!! " teriak Lia....
...Shion langsung respek dan berusaha menangkap Lia, dan membuat dirinya ikut keluar jendela....
...Semua orang panik bukan main melihat Lia terlempar dari jendela, Shion langsung menangkap Lia dengan agresif....
..." Aku akan terluka?!! " pikir Lia sambil menangis....
...Set~...
...Shion menggendong Lia, dan berencana langsung turun. Saat mau mencapai tanah, Shion malah terpeleset di antara dinding....
...Dan membuat kakinya terkilir dan jatuh, " sial " keluh Shion dalam hati. Shion pun memeluk Lia dengan erat, dan mengarahkan tubuhnya dengan posisi tertimpa....
...Yang mana Shion lah yang akan menghempaskan tubuhnya ke tanah, sedangkan Lia akan menimpa dirinya....
..." Kurasa ini akan menyakitkan " pikir Shion....
...Wuss.. Buk.. ~...
..." Shion! Lia! " teriak Armord melihat ke arah luar jendela, tampa ragu Armord langsung berlari ke arah tangga turun....
...Suasana sangat ramai, Lia yang tak sadarkan diri pun terbangun. " Shion kau baik - baik saja ? “ seru Armord khawatir, " Lia kau baik - baik saja???!! " seru Haruka yang muncul dari keramaian....
..." Aduh sakit sekali " keluh Lia yang berusaha bangkit....
..." Shion kau baik - baik saja ???! " seru Lia panik....
..." Lia, jangan kau sentuh dia " seru Armord....
..."Kenapa, diakan terluka" seru Lia yang mulai terbawa emosi....
..." Dia sedang terluka parah sebelum nya, lukanya pasti belum sembuh " jelas Armord....
...Lia pun mengingat kejadian saat Shion di serang mister Horis, tentu saja luka sedalam itu mana mungkin sembuh dalam beberapa hari....
..." Sakit.. " keluh Shion membuka mata....
..."Shion kau baik - baik saja " tanya Armord panik melihat darah di bajunya, " kurasa begitu " ucap Shion berusaha bangkit....
..." Luka Shion menjadi lebih parah dari sebelumnya, ini terjadi karna dia melindungi ku " ucap Lia dalam hati dengan mata yang berkaca - kaca....
...Shion pun mulai berdiri secara perlahan, di bantu oleh Armord dan Shaki....
..." Semakin lama luka ini semakin menyakitkan, kalau saja aku tak menolongnya mungkin uda dia duluan yang masuk rumah sakit. " pikir Shion....
...Shion sedikit terkejut saat melihat Lia terjatuh, dan membuatnya mengingat kejadian di masa lalunya. Terlebih lagi Lia adalah orang yang berhubungan dengan dirinya masa lalu........
...Di ruangan UKS.......
..." Kaki mu terkilir dan membuatmu kesulitan untuk bergerak, jadi ku saran kan kau izin untuk sementara waktu dulu " jelas Haruka....
...Haruka adalah salah satu anggota OSIS, ia memegang bagian kesehatan....
..." Aku akan mengantar mu pulang " seru Armord....
..." Baiklah " jawab Shion pelan....
...Ketika semua orang sudah pergi hanya tinggal Lia dan Shion berdua, " anu.. terimakasih banyak sudah menolong ku " ucap Lia sambil menundukkan kepalanya....
..." Ya tentu " jawab Shion dingin....
..." Apa ada yang bisa ku bantu? " tanya Lia khawatir....
..." Tidak ada " jawab Shion pelan....
...Lia begitu merasa bersalah, tapi ia sangat ingin Shion mengerti tentang perasaannya. Apalagi hanya Shion lah yang ada di ingatannya.....
...Walau Shion membenci seseorang, sebagai cowok yang sangat cuek. Ia selalu perhatian, walaupun itu yang ia benci atau bukan....
...Itulah mengapa Lia menyukai Shion, semenjak kedatangan Shion. Lia mulai bisa mengingat beberapa kejadian di masa lalunya, tapi tidak tentang kematian Naruka....
...Sepulang sekolah Armord membantu Shion berjalan ke rumah, " hey apa kau akan baik - baik saja sendirian di rumah? " tanya Armord khawatir....
..." Aku akan baik - baik saja " jawab Shion dingin....
..." Aku berharap kau cepat sembuh karna beberapa bulan lagi kita akan ujian semester 2,kau harus segera sembuh " jelas Armord....
..." Baik " jawabnya....
...🔑...
...Beberapa hari kemudian.....
...Di hari minggu....
...Lia berada di depan rumah Shion, ia berniat mengantar buah untuk Shion....
...Tapi ia begitu malu disertai rasa gerogi yang luar biasa, Armord pun yang ingin menjenguk Shion melihat Lia....
...Ia melihat Lia yang begitu ragu untuk melangkah masuk, " Hai Lia " sapa Armord....
...Lia terkejut dan langsung melangkah mundur, " kau khawatir bukan? " seru Armord pada Lia, gadis mengangguk menandakan iya....
..." Tapi dari mana kau tau ini rumahnya? " tanya Shion penasaran, dan mulai memperhatikan seksama....
..." Aku.. semalam.. m mengi.. kutimu saat kau.. mengantarnya pu.. lang... " ucap Lia terbata - bata....
..." Ternyata begitu " pikir Armord....
..." Aku yakin dia akan menyukai apa yang kau bawakan, selama ini kulihat tak ada yang datang kemari " jelas Armord....
..." Aku... begitu gerogi " ucap Lia yang berusaha menenangkan dirinya....
...Tak lama kemudian.....
...Lia berdiri di depan pintu apartemen tempat Shion tinggal, Lia hanya perlu menekan belum saja....
...Tapi ia masih malu untuk melakukannya, sambil bergemetaran ia berusaha menekan belum secara perlahan....
...Ting.. tong... ~...
..." Aku menekannya " seru Lia dalam hati....
...Clek~...
..." Siapa? " ucap Shion membuka pintu....
..." Hai.. " sapa Lia gemetaran....
..." Hai Lia, ada perlu apa? " tanya Shion, Lia pun langsung menyondong kan bingkisan yang berisi buahan kepada Shion....
..." Ini untuk ku? " tanya Shion....
...Lia mengangguk, " terimakasih ya " ucap Shion. Seketika itu muka Lia memerah, " ada apa dengan wajah mu? " tanya Shion....
..." Bukan apa - apa " jawab Lia langsung membalikkan wajah, ia begitu malu.....
...Hehehe rasa yang begitu kuat yang membuat hatinya Lia berdetak tampa alasan yang kuat, adalah perasaan cinta yang belum ia sadari....
...Lia pun kembali berbalik badan, " semoga cepat sembuh.. " ucap Lia dengan lembut....
..." Terimakasih banyak ya " jawab Shion....
..." Kalo begitu aku pamit dulu, cepat sembuh ya " ucap Lia....
..." Lia " seru Shion, " ada apa? " tanya Lia. Shion pun masuk kembali, Lia pun menunggu sebentar....
...Shion pun keluar dengan membawa sesuatu, " jika kau tak keberatan apa kau mau mencicipi nya " ucap Shion memberi kan kotak padanya....
..." Ini apa, apa ini untukku? " tanya Lia dengan muka yang memerah. ...
..." Ya " jawab Shion sambil mengangguk kan kepalanya, " terimakasih " jawab Lia gugup. Aku membuat kue tadi karna kebanyakan, takut nya terbuang. Semoga kau menyukainya.. " seru Shion. ...
..." Baiklah kalo begitu aku pamit dulu " ucap Lia. ...
..." Tentu, berhati - hatilah di jalan " seru Shion. ...
...Saat berada di luar apartemen, muka Lia begitu memerah. Jantungnya berdetak dengan kencang, " apakah ini yang dinamakan cinta??? " pikir Lia gugup. ...
...Lia mulai menyukai Shion, tapi ia sangat sulit menyatakan isi hatinya tersebut. ...
...Apakah benar ini cinta... ...
..." Aku rasa ada beberapa hal yang tak bisa di elakkan, tapi bagaimana pun aku sudah merasakan banyak hal buruk akan terjadi... " ...
..." Aku harap itu hanya sekedar firasat.. " ucap Shion. ...
...Apakah firasat Shion benar? ...
...Apakah Lia bisa mengungkapkan isi hatinya kepada Shion? ...
...Kisah pun masih terus berlanjut. ... ...