
...............
.......... ......
........ ......
...Jam menunjukkan pukul 2 pagi, suasana masih ramai. Komandan kebakaran tersebut masih menemani Armord, " Komandan, apa dia baik - baik saja? " tanya salah satu anggotanya....
..." Dia sudah sangat terpuruk, aku tak tega meninggalkannya.. aku juga mengerti perasaannya " jelas Komandan tersebut....
..." Aku harus pulang.. " ucap Armord mulai beranjak pergi....
..." Kau mau kemana? apa kau ingin pulang? " tanya Komandan kebakaran sambil menarik tangan Armord....
..." Aku akan pulang, aku takut adikku bangun. Dia akan gelisah jika aku tak ada di rumah " ucapnya melepas pegangan Armord....
...Armord meninggal tempat kejadian, " dia sungguh anak yang tegar " ucap Komandan kebakaran tersebut, "hisk... aku tak sanggup " ucap salah satu anggota nya yang berada dekat dengannya....
..." Semoga kau mendapatkan sebuah kebahagiaan yang terbaik " ucap Komandan tersebut mendoakan Armord....
...🔑...
...Jam menunjukkan pukul 6 pagi, sudah dari jam 4 tadi Armord berusah tidur tapi yang terjadi semalam membuat tidak bisa tenang....
..." Aku harus apa ?? " ucap Armord yang terduduk di ujung ruangan, " apa aku harus berbohong tentang kenyataan ini pada Michi.. " ucap Armord meremas kedua bahunya dengan erat....
...Tik... tok.... tik... tok......
...Sudah setengah jam Armord bermenung hingga pukul 7, tersadar Michi akan bangun sebentar lagi. Armord langsung mempersiapkan banyak hal, ia berusaha tetap tegar....
...Beberapa menit kemudian, Michi keluar dari kamarnya. " Ibu apa itu kau? " ucap Michi keluar dari kamar sambil menggosok matanya....
..." Ibu belum pulang " jawab Armord....
..." Ternyata kakak, kira - kira kapan ibu akan pulang kakak ? " tanya Michi mendekati kakaknya....
..." Ibu sangat sibuk, dia belum bisa pulang.. kau tidak kesepian kan.. " ucap Armord tersenyum pada adiknya....
..." Tentu saja tidak, kan ada kakak bersama ku " jawab Michi memeluk Armord, " mandilah dulu kakak akan menyiapkan sarapan " ucap Armord mengelus kepala adiknya....
..." Baik kakak " seru Michi berlari kecil ke kamar mandi, beberapa langkah Michi pergi Armord meneteskan air mata....
..." Aku tak bisa mengatakannya " ucapnya mengigit bibirnya....
...............
............
.........
...Tok... tok......
..." Armord.. " panggil Shion dari depan rumah, " Shion datang apa aku... " pikir Armord ingin meminta pertolongan pada sahabatnya itu....
...< Clek >...
..." Ayok masuk, aku masih lama ni mau berangkat " ucap Armord, " oke " ucap Shion masuk. " Apa kau sudah sarapan? " tanya Armord, " belum sih, lagian hari ini aku tak akan masuk sekolah " ucap Shion santai....
..." Apa ada keperluan? sehingga kau tak masuk " tanya Armord sambil menyondongkan sepiring telur mata sapi....
..." Itu bukan urusanmu " ucapnya dingin....
..." Baiklah aku paham, maaf.. " ucap Armord....
...Shion pun memperhatikan gerak - gerik Armord, "dia... sedang menahan sesuatu, apa terjadi sesuatu " pikir Shion....
..." Ekspresi nya itu... cih aku malah mengingat kejadian itu " keluh Shion kesal....
..." Ada apa Shion " tanya Armord....
..." Armord apa terjadi.. "...
..." Wahhhh ada kakak Shion" seru Michi memeluk Shion....
..." Ada perlu apa kakak kemari? " tanya Michi....
..." Michi ini uda jam 8 , apa kau tidak takut telat " seru Shion mengalihkan pembicaraan....
..." Benarkah?? terus kenapa kakak masih disini ? " tanya Michi....
..." Kau duluan saja, kakak mu ini sedang tidak enak badan " seru Shion melirik Armord....
..." Benarkah? kak Shion tolong jaga kakak ya aku ada ulangan hari ini, jika tidak aku ingin sekali merawatnya tolong ya kakak" seru Michi langsung mengambil kotak bekal yang sudah di siapkan Armord dan berlari keluar rumah sekencang - kencang nya....
..."Tentu saja " jawab Shion....
...Sekarang hanya tinggal Shion dan Armord, " nah bisa kau jelaskan apa yang terjadi, kau sedang menyembunyikan sesuatu kan " tanya Shion....
...Armord mulai berkaca - kaca, " aku ... " ucap Armord gemetaran, " apa terjadi sesuatu semalam?" tanya Shion....
...........
.........
........
..." Aku harus bagaimana Shion, ibuku.. terbunuh,,, aku tak bisa... mengatakannya kepada Michi " jelas Armord menangis....
..." Ibu mu? " seru Shion terkejut....
..." Aku tidak tau apa yang terjadi semalam, aku terlambat datang kesana... saat sampai di tempat itu sudah hancur dan rata penuh api " jelas Armord gemetaran di sertai air mata....
...Shion pun memeluk Armord, "tenang aku di sini, menangislah sepuas mu " ucap Shion. Armord pun memeluk Shion dengan erat dan melampiaskan semua emosinya, Shion mengingat beberapa hal yang sahabatnya lakukan saat ia terluka....
...Salah satunya adalah memeluknya dan menenangkannya, walau persahabatan nya terhianati tapi Shion terdorong untuk mengubah pemikirannya itu....
...Armord melampias kan emosinya sampai membuatnya lemas dan terkena demam, Shion pun merawatnya....
...Shion pun mulai mencari sesuatu, ia ingin mencari alat elektronik yang ada di rumah Armord. " Armord, apa kau ada laptop? " tanya Shion....
..."Di kamar.. ku " ucapnya yang mulai mengigau....
...Shion pun masuk ke kamar Armord bukan laptop yang ia temukan, melainkan surat - surat keterangan keluarganya....
...Shion pun membaca satu persatu, dan menemukan beberapa hal. " Pantas saja dia tak ingin mengatakannya pada adiknya mengenai masalah ini, ternyata Michi punya trauma berat " pikir Shion kasihan....
...Beberapa menit pun berlalu, akhirnya Shion mengambil laptop dari kos - kosannya....
..." Mari kita cari tau apa yang terjadi kemari " ucap Shion mulai mengetik, Shion sedang mencoba membajak jaringan kota ini....
..."Baiklah, ini adalah rekaman kantor polisi pusat " ucapnya mulai menelusuri video CCTV, " tidak terjadi apa - apa " pikir Shion....
..." Kita majukan saja sedikit " pikir Shion yang mempercepat video, dan sampai lah pada video rekaman jam 12 malam....
...Betapa kagetnya Shion, melihat seseorang yang seharusnya tidak ia lihat lagi....
..." Dia ada di kota ini?? " pikir Shion yang tak percaya....
..." Kenapa.. bajingan itu ada disini " ucap Shion penuh dengan dendam....
..." Aku tak akan pernah melupakan apa yang telah kau perbuatan pada kakakku Rex "...
...Shion begitu mengingat kejadian masa lalu nya dulu, seperti nya ini tidak akan mudah untuk di lalui....
...Sedangkan kepolisian Lord City yang terkenal dengan keamanan nya saja bisa rata, apa lagi Shion yang seorang diri....
..." Aku harus bagaimana nih.. " pikir Shion kesal...
..." Tidak pertama - tama, aku harus membajak berita kehancuran markas polisi pusat. Ini demi kebaikan Armord dan adiknya, lagian jika berita ini tersebar ini akan membuat masyarakat panik " pikir Shion matang....
..." Lagian aku harus memikir kan rencana yang matang untuk menghabisi Rex, sudah lama sekali aku tidak membajak banyak hal setelah kehidupan baru ini " ucap Shion....
...Kring.... kring......
...< Pip..>...
Shion : Halo?
Nori : Kenapa kau tak datang?
Shion : Armord sakit , akupun juga ada urusan
Nori : Benarkah? Armord sakit?
Shion : Ya begitulah, izin kan kami
Nori : Oke, aman tu
......
...( Panggilan pun berakhir)...
..." Aku harus menyusun rencana sematang - matangnya, aku tak ingin teman - teman ku yang lain mengalami hal yang sama seperti ku" ucap Shion sambil memandangi Armord....
..." Tapi dia sudah jadi korban yang pertama, apa boleh buat... lagian ibunya seorang polisi, mana mungkin tidak terlibat " pikir Shion menghela nafas....
..." Tapi jujur saja kau tak boleh membohongi adik mu selama nya Armord, walau berat kau harus menerimanya " ucap Shion dalam hati....
...Shion membatalkan urusannya dan merawat Armord, hari pun mulai gelap. Shion pun menyiapkan makan malam, " kasihan juga tu orang nggak bangun - bangun dari tadi pagi " pikir Shion sambil mengaduk telur....
...< Clek >...
..." Aku pulang, nyam bau apa ini enak sekali " seru Michi langsung berlari ke dapur, " kau sudah pulang Michi ? " tanya Shion....
..."Kakak belum pulang ya " tanya Michi mendekati Shion....
..." Kakak mu belum siuman, demamnya terlalu tinggi. Aku khawatir, jadi aku memutuskan lebih lama disini " jelas Shion....
..."Begitu rupanya " ucap Michi sedih....
..." Bagaimana kita makan dulu, dia pasti akan bangun sebentar lagi " pinta Shion....
..." Baik kakak " ucap Michi....
..............
..........
........
...Jam menunjukan pukul 9 malam, Michi sudah tertidur di kamarnya....
..." Hah... " Shion menghela kan nafas....
...Shion masih menunggu Armord bangun tapi, sudah hampir 10 jam lebih Armord tertidur....
...Tiba - tiba.....
..." IBU!!! " teriak Armord terbangun dari tidur nya, ia bangun dengan nafas yang sesak dan sertai keringat dingin....
..."Armord " seru Shion menepuk kedua pundak Armord....
..." Shion.. "ucap Armord yang berkaca - kaca....
...Shion pun mencoba menenangkan Armord, " bagaimana kau makn dulu "ajak Shion, " tapi... "ucap Armord yang begitu pucat....
..." Makanlah, kau sudah tidak makan dari 10 sampai 12 jam lalu " jelas Shion....
...Akhirnya Shion berhasil membujuknya, Armord makan dengan lahap. " Sudah jelas banget lah, dua tidak makan dari pagi " pikir Shion sambil menperhatikan Armord makan dengan lahap....
...Setelah makan, Armord mulai membuka pembicaraan. " Shion apa yang kau lakukan sekarang? haruskah aku memberi tau nya? "tanya Armord, " itu adalah pilihanmu, jangan libatkan aku didalamnya "seru Shion....
..." Benar juga, ini bukan urusanmu... tapi aku sangat tertekan " ucap Armord pasrah....
..." Itu pilihan mu, kau pilih saja pilihan terbaik mu. Karna, jawaban mu yang menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya "...
..."Tapi ku sarankan saja, sebuah rahasia tidak akan pernah tersimpan untuk selamanya. Mau seperti apapun bentuknya, ingat itu baik - baik " jelas Shion....
..."Pilihan.. " pikir Armord memenung sekejap. ...
..." Ngomong - ngomong aku akan pulang, sampai jumpa besok " ucap Shion beranjak ke arah pintu. ...
..." Sampai jumpa " ucap Armord sembari melihat Shion pergi. ...
..." Ingatlah dan pikirkan baik - baik " ucap Shion. ...
......
..." Masa lalunya memang masih misteri, tapi aku percaya dia adalah teman yang baik "ucap Armord sedikit lega. ...
..." Ibu, kau sudah pergi jauh.. apa yang harus aku lakukan? " tanya Armord. ...
...🔑...
...Keesokan paginya, Armord memasakkan sarapan buat Michi seperti biasa. ...
..." Ibu apa itu kau? " seru Michi keluar dari kamar sambil mengucek matanya, " ibu belum pulang, kau tidak kesepian kan? " tanya Armord sambil tersenyum pada adiknya. ...
... "Tentu saja tidak kan ada kakak di sisiku " ucap Michi memeluk kakaknya. ...
..." Ini jalan yang kupilih Shion, aku harus berbohong pada kenyataan ini. Ini demi kebaikan.. " ucap Armord dalam hati. ...
..." Apa kakak menangis? " tanya Michi sedih. ...
..." Kakak hanya senang mendengarnya, makanya kakak menangis "ucap nya tersenyum memeluk adiknya. ...
...............
....... ...
..... ...