Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath

Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Menjodohkan


Sambil berbicara Nyonya Kelly berdiri dengan tatapan kilatan amarah dan dendam secara bersamaan. Hal itu membuat Maria ikut berdiri kemudian menatap Hendrik dan Nyonya Kelly secara bergantian.


"Kalian berdua saling mengenal?" Tanya Maria dengan wajah terkejut.


"Tentu saja mengenalnya." Jawab Hendrik dan Nyonya Kelly dengan serempak sambil saling menatap dengan tatapan membunuh.


Maria menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berada di tengah - tengah mereka untuk mengetahui apa yang telah terjadi.


"Darling kenal dengan Mommy Kelly?" Tanya Maria.


"Mommy Kelly?" Tanya Hendrik mengulangi perkataan Maria.


"Mommy Kelly memintaku untuk memanggil Mommy dan menganggap Aku sebagai putrinya." Jawab Maria.


"Asal kamu tahu Nyonya Kelly adalah Ibunya Violet." Ucap Hendrik.


"Apa Ibunya Violet?" Tanya Maria dengan wajah terkejut sambil menatap Nyonya Kelly.


"Benar Aku Ibunya Violet, putri kesayanganku yang kamu bunuh dan membuangnya ke jurang." Ucap Nyonya Kelly sambil menatap tajam ke arah Hendrik.


"Calon suamiku tidak mungkin melakukannya." Ucap Maria dengan nada tegas.


"Kenapa kamu bisa yakin?" Tanya Nyonya Kelly.


"Karena di saat itu Aku dan kekasihku berada di rumah sakit dalam kondisi terluka jadi bagaimana mungkin kekasihku melakukan perbuatan keji itu." Jawab Maria.


"Asal Nyonya Kelly tahu, putrimu dengan sengaja menabrak kami ketika kami menyebrang jalan hingga kami masuk ke rumah sakit." Sambung Hendrik.


"Apa? Putriku melakukan itu? Aku tidak percaya." Ucap Nyonya Kelly.


Tanpa menjawab Hendrik mengeluarkan ponselnya kemudian membuka galeri untuk mencari video tentang kecelakaan di mana Violet dengan sengaja menabrak Hendrik dan Maria.


Setelah ketemu Hendrik memberikan video tersebut ke Nyonya Kelly dan Nyonya Kelly menonton video tersebut. Mata Nyonya Kelly membulat sempurna karena ternyata putrinya sangat jahat membuat Nyonya Kelly berlutut namun di tahan oleh Maria.


"Aku tidak tahu kalau putriku ternyata sejahat itu. Maafkan perbuatan putriku dan maafkan kalau ternyata kamu bukan pelakunya. Mungkin sudah takdir putriku meninggal dunia dengan cara tragis." Ucap Nyonya Kelly dan tidak berapa lama air matanya keluar.


"Aku juga minta maaf karena dulu kami menghinamu dan merendahkanmu. Mungkin ini karma buat kami di mana kini kami sekarang menjadi orang miskin dan bisa merasakan apa yang dulu kamu rasakan yaitu di hina dan direndahkan orang lain." Ucap Nyonya Kelly yang sangat menyesal atas perbuatan masa lalunya.


"Lupakan apa yang telah terjadi dan jadikan ini pelajaran buat kita untuk tidak merendahkan orang lain." Ucap Maria dengan nada bijaknya.


"Sekarang Mommy Kelly tinggal di mana?" Tanya Maria mengalihkan pembicaraan.


"Kami ngontrak di rumah yang sangat kecil tapi kami masih bersyukur karena kami terlindung dari hujan dan panas." Ucap Nyonya Kelly sambil tersenyum namun wajahnya terlihat sedih.


Pasalnya dulu dirinya hidup bergelimangan harta dan tinggal di mansion yang sangat luas namun kini dirinya tinggal di rumah kontrakan kecil dan tidak layak untuk ditinggali namun dirinya terpaksa daripada tinggal di kolong jembatan.


"Kebetulan aku punya rumah minimalis, Mommy dan Daddy bisa tinggal di rumah minimalis dan tidak perlu untuk membayarnya. Mengenai pekerjaan kebetulan Aku punya cafe jadi Mommy dan Daddy bisa mengelola cafe untuk biaya hidup sehari - hari." Ucap Maria yang tidak tega melihat Nyonya Kelly dan suaminya menderita.


"Kenapa kamu sangat baik pada kami? Padahal putriku sangat jahat." Ucap Nyonya Kelly.


"Sesama manusia harus saling tolong menolong terlebih sebagai seorang anak sudah sepantasnya membantu orang tua." jawab Maria sambil tersenyum.


"Terima kasih. Semoga kalian menjadi pasangan suami istri dan hidup bahagia." ucap Nyonya Kelly dengan nada tulus sambil memeluk Maria.


"Amin."Jawab Maria sambil membalas pelukan Nyonya Kelly.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya bersamaan pintu ruangan UGD terbuka dengan lebar kemudian dua perawat mendorong brangkar di mana suaminya Nyonya Kelly berbaring menuju ke ruang perawatan.


Hendrik dan Maria menemani Nyonya Kelly di ruang perawatan sebentar kemudian mereka berjalan ke arah kantin. Maria dan Hendrik mengobrol di kantin sambil menunggu pesanan mereka datang dan tiba - tiba ponsel Maria berdering.


"Darling tolong angkat ponselnya." Pinta Maria ketika Maria berjalan ke arah wastafel untuk mencuci tangan.


"Baik darling." Jawab Hendrik.


Hendrik mengambil ponsel milik Maria yang berada di atas meja dan melihatnya sekilas ternyata mommynya Maria yang telepon. Hal itu membuat Hendrik merasa lega kemudian Hendrik berjalan ke arah Maria untuk memberikan ponselnya ke Maria.


"Mommy telepon." Ucap Hendrik.


"Kenapa tidak di angkat?" Tanya Maria sambil menerima ponsel pemberian Hendrik kemudian tersenyum.


"Takut." Jawab Hendrik sambil membalas senyuman Maria.


"Memangnya Mommyku macan?" Tanya Maria kemudian menggeser tombol berwarna hijau.


("Hallo mommy." Panggil Maria).


("Kamu ada di mana sayang?" tanya mommynya Maria).


("Aku ada di rumah sakit, Mom." Jawab Maria).


("Aku tidak apa Mom, tadi ada orang yang kecelakaan dan Aku membantunya untuk di bawa ke dokter." Jawab Maria menjelaskan apa yang telah terjadi).


("Syukurlah kamu baik - baik saja karena kemarin perasaan Mommy tidak enak." Ucap Mommynya Maria).


("Mungkin waktu kemarin Aku mengalami kecelakaan makanya perasaan Mommy tidak enak." Ucap Maria).


("Apa kemarin kamu kecelakaan? Mana yang terluka?" Tanya Mommynya Maria dengan nada panik).


("Hanya lecet dikit, Mom." Jawab Maria).


("Ceritakan sama mommy yang lebih detail." Pinta mommynya Maria).


("Waktu mau nyebrang ada mobil datang dengan kecepatan tinggi dan Aku menghindar. Hingga akhirnya Aku jatuh terkena aspal di mana ke dua lutut dan ke dua lenganku lecet dan memar." ucap Maria menjelaskan tanpa memberitahukan dirinya bersama Hendrik).


("Ya sudah, Mommy dan Daddy akan pergi ke rumah sakit, rumah sakit mana?" tanya mommynya Maria).


("Rumah sakit Kimberly Internasional, Mom." Jawab Maria).


("Ok. Mommy dan daddy akan ke sana." ucap mommynya Maria).


("Baik mom, Maria tunggu." Ucap Maria).


tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Maria memberikan ponselnya ke Hendrik dan Hendrik pun menerimanya untuk diletakkan kembali ke meja dekat ranjang sedangkan Maria berjalan ke arah wastafel untuk mencuci tangan.


"Mommy dan daddy akan ke sini." Ucap Maria setelah selesai mencuci tangan dan duduk saling berhadapan dan hanya dibatasi oleh meja.


"Kebetulan sekali Aku ingin berkenalan dengan calon mertuaku." Ucap Hendrik sambil tersenyum.


"Oh ya kenapa namaku tidak di sebut? Kan waktu kecelakaan ada Aku juga?" Tanya Hendrik dengan wajah kecewa.


"Maaf darling, Aku sengaja tidak menyebut nama darling karena Aku ingin memberikan kejutan ke orang tuaku kalau Aku sudah mempunyai calon suami yang sangat tampan." Jawab Maria sambil tersenyum.


Hendrik hanya tersenyum mendengar ucapan Maria dan tiba - tiba ponsel Hendrik berdering dan Hendrik mengambil ponselnya di saku jasnya. Setelah beberapa menit mengobrol Hendrik menyimpan kembali ponselnya.


"Maaf darling, di perusahaan lagi ada masalah jadi Aku harus pergi sekarang. Besok malam Aku ke rumahmu untuk melamarmu." ucap Hendrik sambil berdiri.


"Tidak apa - apa darling, hati - hati di jalan." ucap Maria.


"Terima kasih darling." Ucap Hendrik sambil berjalan ke arah Maria kemudian mengecup bibir Maria singkat.


Hendrik pun meninggalkan Maria sendirian di ruang perawatan dan tidak berapa lama orang tua Maria datang dan Mommynya Maria duduk di kursi samping Maria sedangkan Daddynya Maria duduk saling berhadapan yang hanya dibatasi oleh meja.


"Apa ada yang sakit sayang?" tanya Mommynya Maria.


"Tidak ada Mom, hanya kemarin agak perih." jawab Maria.


"Oh ya Maria. Daddy dan Mommy berencana untuk menjodohkan dirimu dengan beberapa klien bisnis Daddy siapa tahu ada yang cocok." ucap Daddynya Maria tanpa basa basi.


"Tapi Daddy, Maria sudah mempunyai kekasih." ucap Maria menolak permintaan Daddynya karena dirinya mencintai Hendrik.


"Kalau begitu suruh kekasihmu ke sini." Ucap Daddynya Maria.


"Baru saja kekasihku pergi Dad, karena ada pekerjaan kantor yang tidak bisa ditinggal." ucap Maria menjelaskan.


"Kamu cobalah kenal dulu kalau cocok teruskan kalau tidak cocok kalian bisa berteman." Ucap Daddynya Maria.


"Baiklah dad." Ucap Maria dengan pasrah.


"Jangan sedih sayang, orang tua hanya menginginkan anaknya bahagia kalau kamu tidak cocok jangan dipaksakan. Daddy dan Mommy tidak akan memaksa." Ucap mommynya Maria.


"Baik mom." Jawab Maria dengan patuh namun dalam hatinya akan menolak semua pria yang akan dijodohkan orang tuanya karena dirinya sangat mencintai Hendrik.


"Bagus. Oh ya hari ini Daddy mau bertemu dengan klien bisnis sekalian ada meating di perusahaan." Ucap daddynya Maria yang sangat sibuk dengan pekerjaannya.


"Hati - hati dad." Jawab Maria sambil berdiri ketika melihat Daddynya berdiri begitu pula dengan Mommnya.


"Hati - hati Dad. Mommy masih ingin mengobrol dengan Maria." Ucap mommynya Maria.


"Baiklah, jaga diri kalian." Ucap Daddynya Maria.


"Ok. Jawab mereka dengan serempak.


Daddynya Maria pergi meninggalkan ke dua wanita yang sangat berharga dalam hidupnya yaitu istri dan putri semata wayangnya. Tanpa sepengetahuan mereka kalau sepasang mata menatap Maria dengan tatapan kebencian.