
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
*****
Lin Feng yang sudah mendapatkan ijin atas pergantian dirinya ikut turnamen di gantikan oleh Li Dan, Lin Feng memutuskan untuk kembali ke rumah yang kali ini bersama Hua Qing tanpa Li Dan.
"Li Dan, kakak akan pulang dulu ya". Ucap Lin Feng.
"Iya kak". Balas Li Dan.
Patriak dan Wang Li, kini berada di hadapan Hua Qing.
"Qing'er, kamu tidak boleh menyusahkan tuan Shen ya". Ucap Patriak.
"Baik Patriak, Patriak tenang aja". Balas senang Hua Qing.
Sedangkan Wang Li sendiri, melihat kepergian murid nya sangat khawatir, bagaimana pun, Hua Qing adalah murid pribadi satu-satunya.
"Guru, murid mu ini tidak akan melupakan mu sebagai guru ku". Ucap Hua Qing.
"Tapi aku ikut Fang Shen, karena aku juga ingin kuat seperti Fang Shen". Lanjut Hua Qing.
Wang Li juga paham dengan apa yang di maksud murid nya itu, tapi bagaimana pun, Wang Li masih belum siap jika harus berpisah dengan muridnya itu.
Patriak juga tau apa yang di rasakan Wang Li, Wang Li sudah menganggap Hua Qing seperti anak nya sendiri.
"Tetua Wang, kau tidak usah terlalu bersedih, kita akan bertemu lagi dengan Hua Qing pada saat turnamen, aku juga sudah memutuskan, untuk Hua Qing aku batalkan. Ikut turnamen nanti". Jelas Patriak.
Wang Li yang mendengar perkataan Patriak, hanya bisa menghela nafas dengan t berat.
"Huh, baiklah, aku akan menunggu perkembangan mu Qing'er". Ucap lirih Wang Li sambil menatap Hua Qing.
Hua Qing yang mendengar perkataan setuju dari gurunya, wajah Hua Qing menjadi sangat senang yang mendengar itu.
"Guru terimakasih". Ucap Hua Qing, sambil memberikan sujud kepada gurunya.
Wang Li hanya menganggukkan kepalanya, lalu memandang ke arah Lin Feng.
"Tuan Shen, maaf merepotkan mu, karena kamu harus menjaga murid ku juga". Ucapan Wang Li.
"Tidak masalah tuan Wang, aku juga tidak keberatan". Balas Lin Feng.
"Kalau begitu, kami berdua berangkat dulu ya". Lanjut Lin Feng.
Lin Feng dan Hua Qing berjalan meninggalkan sekte angin, lalu mulai berjalan ke kota.
*******
Di kota kekaisaran.
Masalah yang di sebabkan oleh Lin Feng dan Li Dan, masalah hancurnya klan Qiu, kini berita itu sudah tersebar sampai ke telinganya raja.
"Panglima, menurut siapa yang sudah di singgung oleh klan Qiu, sampai menyebabkan begitu hancur klan mereka tanpa sisa". Ucap raja.
"Maaf yang mulia, hamba juga kurang paham, tapi hamba melihat bagaimana klan itu dalam pekerjaan, sering kali melakukan hal sesuka mereka, jadi wajar bagi klan Qiu hancur, karena selalu meremehkan orang lain, yang menyebabkan kehancuran klan mereka sendiri". Jelas panglima.
"Apa kau tau ciri-ciri orang yang melakukan penghancuran ke klan Qiu?". Tanya raja.
"Kata orang-orang tau ciri-ciri nya, mereka hanya menyebut, satu anak kecil dan seorang remaja bertopeng, mereka tidak bisa mengatakan siapa orang itu, karena mereka takut jadi sasaran orang itu". Jawab panglima.
Raja yang mendengar itu sedikit kaget, remaja bertopeng, sama dengan orang yang membantu mengobati dirinya yang terkena racun kalajengking merah.
"Apakah orang itu sama, dengan orang yang menyembuhkan ku". Batin raja.
Raja sedang dalam keadaan bingung, jika memeng apa orang yang menghancurkan klan Qiu sama dengan orang yang menyembuhkan nya, berarti kemungkinan orang itu baik, tapi alasan apa orang itu menghancurkan klan Qiu.
Banyak sekali pertanyaan di dalam pikiran raja sekarang, jika dirinya salah mengambil tindakan, itu akan membuat semua nya hancur.
******
Keduanya berlanjut berjalan ke rumah Lin Feng.
"Feng'er, kita akan kemana sekarang?". Tanya Hua Qing.
"Kita pergi ke rumah yang ku buat". Jawab Lin Feng.
"Apa kamu sudah mempunyai rumah di kota angin ini?". Hua Qing.
"Bukan, aku hanya merenovasi rumah Li Dan saja, sekarang aku juga mengadopsi beberapa anak kecil di sana". Jawab Lin Feng.
"Sebaiknya kita segera ke sana, aku ingin melihat rumah yang kau renovasi". Ucap Hua Qing senang, yang sudah tidak sabar melihat rumah yang di renovasi oleh Lin Feng.
"Baiklah, kita berangkat sekarang". Balas Lin Feng.
Lalu keduanya melanjutkan perjalanan ke rumah Lin Feng, dalam perjalanan tidak ada hambatan sama sekali yang harus di jelaskan.
Setelah beberapa menit Lin Feng dan Hua Qing berjalan, kini keduanya sudah sampai di tempat tujuan mereka.
Hua Qing yang pertama kali rumah yang di tuju oleh Lin Feng begitu terkejut, rumah itu besar melebihi sekte angin, dengan desain sederhana tapi mewah.
Hua Qing benar-benar kagum dengan rumah yang di lihatnya, Hau Qing juga sekarang akan menjalani hidup bebas tanpa di kekang oleh gurunya lagi, selain itu Hua Qing akan mengutus Lin Feng mulai saat ini.
Lalu keduanya masuk ke dalam rumah, pada saat masuk keduanya di sambut oleh He Li.
"Lin Feng, apa urusan mu sudah selesai?". Tanya He Li.
"Sudah". Jawab Lin Feng.
Hai Qing yang mendengar suara perempuan, langsung saja matanya menatap ke arah perempuan itu, perempuan itu ternyata cantik, lalu haus Qing menatap kembali ke arah Lin Feng.
"Tadi katanya kamu hanya mengadopsi anak kecil saja". Ucap selidik Hua Qing.
"Tapi kenapa ada seorang perempuan juga?". Tanya Hua Qing yang sudah mulai curiga dengan Lin Feng.
Lin Feng yang mendengar perkataan Hua Qing, Lin Feng dengan cepat mejelaskan kepada Hua Qing.
"He Li adalah kakak angkat para anak kecil yang ku maksud, jika kamu tidak percaya, kamu bisa bertanya padannya". Jelas Lin Feng.
Hua Qing hanya menatap Lin Feng dengan tidak percaya, sedangkan He Li yang melihat keadaan tidak beres antara Lin Feng dan Hua Qing, dengan cepat He Li langsung menghampiri keduanya.
"Maaf nona, nama ku He Li, aku kakak tiri dari anak kecil yang di adopsi oleh Lin Feng". Jelas He Li kepada Hua Qing.
Hua Qing hanya percaya saja dengan perkataan He Li, bagaimana pun, Hua Qing tidak bisa mengekang Lin Feng dalam urusan pribadi nya.
"Baiklah aku percaya kok padamu". Ucap Hua Qing.
"Perkenalkan namaku Hua Qing". Ucap tersenyum Hau Qing pada He Li.
"Nama ku He Li, senang bertemu dengan mu kak Qing". Balas He Li.
"Tidak usah panggil kak, kita seumuran, panggil namaku saja". Ucap Hua Qing.
"Baik Hua Qing". Balas He Li.
Lin Feng yang melihat keduanya sudah berkenalan, lantas Lin Feng mengajak ke duanya masuk ke dalam rumah.
Setelah ke semuanya ke dalam rumah, ketiga nya di sambut baik oleh anak-anak buang berada di dalam dengan sangat baik.
He Li Dan Hua Qing, langsung bermain dengan anak-anak dengan sangat gembira, apalagi Hua Qing yang pertama kali bermain dengan anak-anak, Hua Qing benar-benar sangat senang, selama ini Hua Qing hanya habis kan waktu dengan latihan saja.
Lin Feng sendiri memutuskan untuk pergi ke kamar nya, bagaimana pun dirinya sangat lelah dengan kegiatan hari ini, apalagi besok akan ada turnamen Anatar sekte, Li Dan yang mewakili sekte angin, Lin Feng tentu saja harus hadir di turnamen adiknya.
********
Maaf kalau telat update, author sakit baru-baru ini, jadi maklumi ya.
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...