
Lin Feng dan Li Dan yang sudah berada di luar, Lin Feng langsung berhenti dan berbalik arah.
"Kenapa berhenti kak?". Tanya Li Dan.
"Nanti kamu akan tau". Jawab Lin Feng.
Setelah mengucapkan perkataan kepada Li Dan, Lin Feng langsung mengarah kan telapak tangannya ke atas.
"Tapak surgawi"
Lin Feng berteriak, tiba-tiba dari atas langit, ada sebuah telapak tangan besar yang muncul. Telapak tangan itu, tujuannya menghancurkan kediaman Klan Qiu yang luas.
Duarrrrrrr....
Setelah telapak tangan itu sampai di bawah, terdengar suara ledakan yang begitu besar sekali, sampai-sampai membuat Li Dan kaget.
"Tidak usah kaget, emang seperti ini kekuatan kakak". Ucap Lin Feng.
"Kak, tadi itu apa?". Tanya Lin Feng dalam keadaan gugup.
"Itu adalah teknik beladiri kakak, jika kau meminta kakak untuk mengajari mu, itu sudah pasti tidak akan bisa". Ucap Lin Feng yang tau niat Li Dan.
Li Dan yang ketahuan niatnya, langsung murung dengan wajah kusut seperti pel lantai.
"Tidak usah murung begitu, nanti kakak akan memberikan teknik yang sesuai dengan". Ucap Lin Feng.
"Benar kak". Balas Li Dan.
"Benar". Balas Lin Feng.
Setelah menghancurkan kediaman klan Qiu, keduanya kembali ke kata ramai penduduk, pada saat sampai di kota, semua orang bengong seperti orang kesurupan.
"Kak, kenapa semua orang begitu terkejut seperti mau mati?". Tanya Li Dan.
"Tidak tau, mungkin mengalami penyakit aneh". Jawab Lin Feng.
Bagaimana semua penduduk, bisa kaya patung semua, mereka semua melihat fenomena aneh, di tambah suara yang sangat besar, bagaimana mana semua penduduk tidak langsung syok.
Pada saat masih keadaan syok semua, Lin Feng dan Li Dan juga bingung, tidak tau kenapa mereka bisa seperti itu, di kaget kan dengan suara dari belakang Lin Feng.
"Hancur...hancur....hancur....". Teriakan salah satu warga sambil berlari ke arah banyak nya warga.
Semua penduduk warga, yang tadi nya syok dan terkejut, langsung sadar ketika mendengar suara teriakan seseorang.
"Hei pak tua, ada apa, kenapa kau seperti habis melihat setan?". Tanya wanita paruh baya.
"Benar, ada apa dengan mu, kenapa juga kau bisa depanku itu?. Tanya pria tua lainnya.
Semua penduduk di sana, mulai bertanya satu persatu, pada orang yang berteriak tadi, seorang yang berteriak tadi, malah di buat bingung, dirinya tidak di berikan kesempatan buat ngejelasin semuanya.
"Stop". Teriakan panjang, seseorang yang dari tadi tidak di beri kesempatan buat berbicara sekata -kata pun.
Semua penduduk warga yang tadi yang berisik, langsung jadi diam, setelah mendengar teriakan dari orang yang menyampaikan kabar.
"Kalian jangan bertanya dulu, biar aku jelaskan". Ucap orang itu dengan nada ada kesal.
"Barusan aku melihat ke kediaman klan Qiu, semuanya sudah hancur rata menjadi tanah". Lanjut nya.
Setelah mendengar ucapan yang menyampaikan kabar itu, semua penduduk warga di bikin syok sekali lagi.
"Kenapa klan Qiu hancur, apakah klan Qiu salah mencari musuh?". Tanya seseorang.
"Padahal semua di klan Qiu itu, semua nya mempunyai kekuatan, setidaknya buat menjadi dari musuhnya". Warga berbicara.
"Padahal si kaki angin juga, sudah cukup dengan kekuatan, buat mereka yang mencari masalah dengan klan Qiu". Warga berbicara.
Lalu semua penduduk warga kembali diam dan merenungkan semuanya.
Semua warga kaget dengan ucapan warga satu ini, mereka pun Kemabli tersadar dan bersorak.
"Iya kau benar, kita sudah lelah menghadapi perilaku anak klan Qiu itu"
"Banyak gadis yang tidak bersalah, harus mati bunuh diri, karena kebejatan nya"
"Tidak pemerasan pun tidak luput dari itu, membuat kita yang kekurangan ekonomi, menjadi tambah susuan setiap hari".
"Dengan hancurnya Kla Qiu, itu harus membuat kita senang"
"Kita harus bersorak atas nama pahlawan yang meratakan klan Qiu"
"Agar pihak lain tidak salah paham, membuat pahlawan yang membantu kita menjadi buronan".
"Iya apa yang kau katakan itu benar, kita harus mendukung nya, jasanya tidak akan pernah terlupakan, dengan begini nasib kita semua pasti aman kedepannya"
"SEMOGA SELAMAT DI MANAPUN KAU BERADA PAHLAWAN KAMI"
Mereka semua berteriak dengan terus berulang kali, agar klan lain dan mempunyai hubungan dengan klan Qiu, tidak membuat Lin Feng dan Li Dan jadi buronan.
Mereka semua benar-benar tulus bersorak dan memuji pahlawan yang membebaskan belenggu semua penduduk warga.
Lin Feng dan Li Dan, dari tadi hanya diam dan menyimak saja, kini ke duanya membuat senyum simpul di wajah keduanya.
"Kak, apa begini rasanya membantu pertolongan orang?". Tanya Li Dan.
"Kau benar, yang terpenting dalam hidup, kita jangan butuh pujian ataupun imbalan lain, asal kita berniat bantu mereka, rasa lebih bahagia daripada kita menerima pujian dan imbalan". Jawab Lin Feng.
"Kau benar kak, aku akan terus tambah kuat, aku sangat ingin melindungi semua orang yang membutuhkan kekuatan ku, aku tidak akan memakai kekuatan ku ini, untuk berbuat sesuatu yang tercela, jika itu terjadi, maka seumur hidup, maka akan membuatku menyesal yang tiada akhir". Ucap Li Dan tegas.
"Memang bagus kau punya semangat seperti ini, tapi jangan lupa harus punya tujuan juga". Balas Lin Feng.
"Baik kak". Balas Li Dan.
Mereka berdua lanjut berjalan, melihat sebuah restoran, keduanya pun masuk.
"Selamat datang di restoran kami". Ucap senyum resepsionis wanita.
"Aku pesan, makanan dua dan minuman dua". Ucap Lin Feng.
"Baik tuan muda, akan segera saya siapkan pesanan anda". Balas resepsionis wanita.
Lin Feng dan Li Dan berjalan ke arah salah satu tempat duduk, mereka berdua mengambil tempat duduk paling pojok.
Pada saat mereka berdua duduk beberapa menit, menunggu pesanan nya jadi, Lin Feng mendengar salat satu meja makan di sebelah nya. Dari segi pakaian nya sih mahal, sudah di pastikan kalau rombongan mereka adalah dari rombongan pejabat, sudah di pastikan punya koneksi yang luas.
"Apa kalian tau, kenapa pangeran ke tempat lelang, dan harus mengeluarkan beberapa koin emas, untuk membeli sebuah tanaman gingseng putih?". Tanya orang di tempat duduk itu.
"Tidak tau tuh, emang nya pangeran membeli tanaman herbal itu untuk apa, menurut ku sih itu pasti penting". Jawab temannya.
"Mungkin kalian kaget, tapi aku mendengar desas desus di kerajaan, bahwa raja sedang sakit, juga akan ke datangan tabib terkenal dari kota sebelah". Ucap teman yang bertanya.
"Apakah kau benar, jika salah, kau akan di penggal kepalamu". Balas temannya.
Orang-orang itu melanjutkan pembicaraan nya, tapi beralih ke topik pembicaraan yang lucu saja, jika membicarakan soal raja, yang ada mereka kena hukuman.
Lin Feng yang mendengar itu cukup penasaran, tapi Lin Feng berniat akan ke kerajaan jika sistem sudah aktif kembali.
Makanan yang di pesan Lin Feng dan Li Dan sudah sampai, mereka makan dengan lahap Karena keadaan yang sangat lapar.
***
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...