
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih atas kunjungan Anda.
Selamat membaca...
****
Di belakang pelelangan.
Lin Feng dan Li Dan, beranjak dari duduknya. Lin Feng dan Lin Dan, bergegas ke belakang pelelangan.
"Tuan muda, dalam cincin ini ada 44.400 koin emas. Hasil dari tanaman yang tuan muda lelang, sudah hamba potong dengan apa yang anda beli". Ucap Khu Ming.
"Apa anda tidak memotong hasil nya?". Tanya Lin Feng.
"Tidak tuan rumah, hamba merasa bisa menjalin bisnis dengan tuan muda, itu sudah cukup bagi hamba". Jawab Khu Ming sambil tersenyum.
"Aku mengerti tuan Khu, kapan-kapan aku akan melelang lagi di sini". Ucap Lin Feng.
"Makasih tuan muda, berkat apa yang tuan muda lelang di pelelangan ini. Pelelangan ini akan semakin terkenal, hamba hanya butuh itu saja tuan". Balas Khu Ming.
"Untuk barang-barang yang tuan muda beli, ada di sini". Tambah Khu Ming sambil berjalan mengarah kan tempat barang yang di beli Lin Feng.
Lin Feng langsung menghampiri ke arah kandang besi, yang dimana di dalam kandang, ada seorang perempuan elf.
"Hei, apa kau masih hidup?". Tanya Lin Feng kepada seorang elf.
Elf yang berada di dalam kandang, mendengar apa yang di ucapkan Lin Feng. Elf itu, langsung memandang ke arah Lin Feng.
"Tuan, apa anda yang membeli ku?". Tanya elf itu.
"Benar". Balas Lin Feng.
"Apa kau mempunyai nama?". Tanya Lin Feng.
"Namaku Zhi Qin tuan". Jawab Zhi Qin.
Setelah tau nama elf di depannya, Lin Feng langsung menghadap ke arah Khu Ming.
"Tuan Khu, bisa kau lepaskan elf ini?". Tanya Lin Feng.
"Bisa tuan". Jawab Khu Ming.
Khu langsung menghampiri Lin Feng dan elf yang berada di kandang besi. Setelah itu, Khu Ming langsung membuka kandang besi itu.
Elf yang berada di kandang, langsung merangkak keluar dan menghampiri Lin Feng.
"Sekarang kamu bisa ikut dengan ku dan". Ucap Lin Feng dan melambai kan tangan ke arah Li Dan.
Li Dan yang melihat Lin Feng melambaikan tangan nya, langsung bergegas menghampiri Lin Feng.
"Ini adik ku, namanya Li Dan". Ucap Lin Feng.
"Baik tuan, untuk nama tuan sendiri siapa?". Tanya Zhi Qin.
"Nama ku Fan Shen". Jawab Lin Feng.
"Tuan Khu, barang lain yang aku beli satu lagi dimana?". Tanya Lin Feng.
"Di sini tuan muda, apa hamba perlu mengantarakan nya ke tempat tuan muda?". Tanya Khu Ming.
"Tidak usah tuan Khu, aku bisa melakukannya sendiri". Jawab Lin Feng.
Lin Feng langsung menghampiri palu yang di belinya, Lin Feng menyentuh palu itu, tiba-tiba hilang. Palu yang ada di depan Lin Feng, Lin Feng masukan kedalam liontin semesta.
Tuan Khu yang melihat itu kaget, karena barang seberat itu hilang. Tidak hanya tuan Khu, Zhi Qin juga ikut terkejut. Sedangkan untuk Li Dan, Li Dan sudah tau palu itu akan di simpan di mana.
"Apakah orang yang menjadi tuan ku hebat, semoga saja aku minta bantuan pada tuan untuk menyelamatkan alam elf dari bangsa iblis". Batin Zhi Qin.
"Tuan muda, kemana palu itu hilang?". Tanya Khu Ming.
"Tidak hilang, tapi aku menyimpan nya di tempat tertentu". Jawab Lin Feng.
"Apa orang ini monster atau apa. Umurnya aja masih muda, palu seberat itu bisa di atasi dengan mudahnya, takdir tuan muda ini sudah tidak bisa di ragukan lagi di massa depan". Batin Khu Ming.
Khu Ming masih dalam posisi terkejut, Lin Feng melihat Khu masih terkejut. Lalu bertanya kepada Khu Ming.
"Ah iya, ada apa tuan muda?". Tanya Khu Ming gugup.
"Aku akan undur diri terlebih dahulu, karena urusan di sini sudah selesai".ucap Lin Feng.
"Iya tuan muda, jika tuan muda mau melelang barang di sini lagi. Tinggal datang saja tuan muda, tunjukan token yang pernah hamba berikan kepada tuan muda". Balas Khu Ming.
"Baik tuan ku" balas Lin Feng.
"Zhi Qin, Li Dan ". Ucap Lin Feng.
"Ya tuan". Balas Zhi Qin.
"Iya kak". Balas Li Dan.
"Mari kita pulang". Ucap Lin Feng.
"Baik tuan". Balas Zhi Qin.
"Baik kak". Balas Li Dan.
Rombongan Lin Feng, langsung bergegas keluar dari pelelangan.
Di dalam pelelangan.
"Ling'er, apa kamu udah lihat?". Tanya Khu Ming.
"Iya saya lihat ayah, pemuda itu bukan orang sembarang". Balas Khu Ling yang masih terkejut dengan apa yang di lihat nya tadi.
"Ayah sarankan, jangan sampai kamu buat tuan muda itu marah". Ucap Khu Ming.
"Baik ayah". Balas Khu Ling.
"Ling'er, kalau bisa kamu dapatkan perhatian tuan muda". Ucap Khu Ming.
"Ah ayah, tapi kan. Pemuda seperti itu, pasti sudah mempunyai seorang kekasih". Balas Khu Ling malu.
"Apa kau sudah menyerah, asal kau tau aja. Seorang pendekar hebat, rata-rata memiliki lebih dari 1 perempuan". Ucap Khu Ming berkalang meninggalkan Khu Ling.
Khu Ling yang mendengar ucapan ayahnya, hanya bisa membedakan yang di ucapkan ayahnya. Jika memang benar apa yang di katakan ayahnya, apa Khu Ling bisa jadi salah satu istri Lin Feng.
Di dalam liontin.
Duarrrrrrr
Terdengar suara ledakan yang sangat keras, terlihat bentuk lubang yang sangat besar. Di tengah-tengah lubang, terlihat palu ukurannya juga lumayan besar.
Bai Ling yang melihat itu, sangat kaget dan juga terkejut. Karena dengan adanya suara yang tiba-tiba, lantas Bai Ling mendekati suara itu bersama Zhi Long.
Ketika Bai Ling dan juga Zhi Long mendekati adalah suara. Keduanya kaget, ternyata yang menimbulkan suara yang keras berasal dari sengaja yang di depan mereka.
"Senjata ini, tingkatan nya sama dengan senjata busur yang tuan pakai waktu itu. Apa ini memang sudah takdir tuan, untuk memiliki semua senjata legendaris". Batin Bai Ling kaget.
"Tuan memang di takdir kan, untuk keselamatan seluruh alam. Beban tuan juga, sangat berat pasti". Batin Bai Ling.
"Aku siap kapan pun tuan membutuhkan ku". Tambah Bai Ling.
Bai Ling yang sadar dari lamunannya, langsung menatap Zhi long di sampingnya.
"Zhi Long, kita harus bertambah kuat. Beban yang pikul tuan, sangat besar. Kekuatan kita kelak, sangat di butuhkan oleh tuan". Ucap Bai Ling kepada Zhi Long.
Zhi long yang mendengar ucapan Bai Ling, hanya mengangguk yang bertanda setuju dengan apa yang di ucap kan Bai Ling kepadanya. Bai Ling dan Zhi Long, langsung melanjutkan latihan nya.
****
Kerajaan Utara.
****
Buat para teman-temanku, author minta maaf karena jarang update.
Author bukan tidak mau update, karena author tidak memliki kuata.
Jadi mohon buat teman-teman ku, buat bantu author ya. Supaya author memiliki penghasilan, setidaknya buat beli kuota.