Sistem Dewi Suci

Sistem Dewi Suci
eps 5


"huffttt"keluh miyara dan membaringkan kepala di atas tumpukan buku buku yang diambil di rak perpustakaan


"emang aku ga ditakdirkan untuk berkultivasi yah"omel miyara kesal dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling perpustakaan yang lengang kerana udah waktu sore


"huh"dengusnya sambil mengangkat setumpuk buku yang tergeletak di atas meja untuk menyimpannya.miyara terus melangkah ke gerbang perpustakaan untuk keluar dari tempat itu


"bagaimana udah ketemu buku yang kau cari"tegur pria tua yang menjaga gerbang.miyara hanya melirik pria tua itu tajam


pria tua itu mengatupkan mulutnya dan melihat siluet miyara yang keluar dari gerbang perpustakaan


"huh,malang banget sih.udah ga bisa berkultivasi,koinku juga udah hampir habis"omel miyara kesal.baili yang mengetahui kekesalan miyara menggeselkan badannya dan bertingkah imut


miyara yang melihat tingkah rubah kecil itu hanya terkekeh


"kau emang pintar dlm menghilangkan kekesalanku"ucap miyara girang dan mengelus bulu bailu gemas


"dimana bailu"tanya miyara ketika menyedari ketiadaan burung di pundaknya.miyara terus mencari bailu di sekeliling kota dengan panik


"li'er,apa kau tau di mana bailu pergi"tanya miyara panik kepada bayi rubah di tangannya


baili hanya menggedipkan matanya.miyara yang sedang mencari bailu di sebuah toko menyedari bahawa baili di tangannya melompat kebawah


"li'er,kau mau kemana"tanya miyara kaget melihat baili yang melompat dari pelukannya dan berlari ke satu arah.baili berlari dengan gesit diikuti oleh miyara yang mengejar di belakang


baili yang berlari dengan gesit mengentikan langkah di hadapan seorang kakek tua


miyara yang mengikuti baili juga menghentikan langkahnya


"li'er,ken...lu'er!!"teriak miyara kegirangan apabila melihat bailu yang duduk di pundak kakek tua itu


"apakah ini burungmu gadis kecil"tanya kakek tua itu


"iya,kek.ini burung saya"balas miyara sambil mengambil bailu dari kakek itu.tiba tiba,miyara melihat perhiasan yang sedang dijual oleh sang kakek dan menemukan satu perhiasan yang pernah diliatnya


"apa kau tertarik dengan perhiasan ini"tanya kakek itu ketika melihat arah pandangan miyara


"i..iya,liotin ini berapa harganya kek"tanya miyara dan menunjukkan sebuah liotin.liotin itu berbentuk bulan sabit berwarna putih dan dilengkapi dengan permata halus yang berwarna emas di sekelilingnya


"oh..liotin ini ga dijual"balas kakek sambil menatap miyara lekat


"eh.ga dijual,kalau gitu kenapa kakek meletakkan liotinnya di sini"tanya miyara bingung


"kakek ingin berikan kepada seseeorang yang berminat dengan liotin ini dan menjadikan kakek gurunya.dari yang kakek lihat kamu mempunyai masalah dalam kultivasimu"balas kakek itu yang mengkagetkan miyara


"ba..bagaimana kakek tau"tanya miyara kaget kerana ga mungin ada orang yang memberitahu kakek.atau bailu yang memberitahu kakek tapi baili kan burung ga bisa berbicara


"iyah.itu semua ga penting,jadi apa kamu mau jadi muridnya kakek"tanya kakek itu


"hmm,baik kek.aku mau"balas miyara serius.ada untungnya juga aku mempunyai guru,mungkin kakek ini bisa menyelesaikan masalahku.batin miyara singkat


"bagus,sekarang kamu bantuin guru merapikan semua perhiasan ini yah"ucap kakek kepada miyara


"baik guru"balas miyara dan membantu guru expressnya merapikan dagangan


...----------------...


apa aku dijadikan muridnya atau pelayan sih.omel miyara kesal sambil mengaduk aduk sayur tumis untuk makan siangnya bersama guru.selama beberapa hari miyara tinggal bersama gurunya di kediaman gurunya,miyara hanya diberi tugas sebagai pelayan.setiap hari kegiatan miyara hanya membersihkan kediaman,menyiapkan bak mandi dan menyiapkan makanan.padahal ada beberapa pelayan di kediaman sederhana ini


kok nyesal yah jadiin dia guruku.batin miyara kesal dan mencicang ayam geram


"hei,berantakan dapurnya nanti!!"teriak sang kakek atau gurunya apabila suara pisau dan sendok bergema di kediamannya


"huh"dengus miyara kesal dan membawa hidangan yang sudah siap kepada gurunya


sayur tumis,sup ayam dan beberapa hidangan yang berasaskan ikan terhidang rapi di atas meja.di zaman modernnya,miyara sering memasak untuk dirinya sendiri.ga mungkin miyara menyuruh orang lain untuk memasak makanan untuk disantapnya apalagi musuhnya yang kemungkinan akan mengambil kesempatan untuk meracuninya


"hmmm,enak.masakanmu ga pernah berubah"ucap kakek ling dengan mulutnya yang penuh.nama sang kakek atau gurunya miyara adalah lingji atau dipanggil guru ling


"maksudnya guru"tanya miyara hairan apabila ucapan kakeknya yang sedikit aneh


"ga ada apa apa.maksudku masakanmu selama beberapa hari ini ga pernah berubah selalu enak"balas kakek sambil mengambil sayur tumisnya dengan sumpit


"terserah"ucap miyara perlahan dan mengikuti gurunya memakan makanan yang dimasaknya


"kenapa guru"tanya miyara hairan.tangannya yang ingin mengambil makanan juga terhenti


"ga usah nanya.kau berendam aja"balas guru ling cuek


"hmmm"dehem miyara singkat.selama miyara tinggal bersama gurunya,sekali sehari miyara akan disuruh untuk berendam dalam air hangat yang akan disediakan oleh guru ling.air hangatnya hanya air yang biasa sih ga ada obat atau campuran yang lain cuma airnya yang sangat jernih


...----------------...


keesokkan hari,miyara yang bangun dari tidur berkeliling di kediaman gurunya.berlari dan melakukan latihan fizik sudah menjadi rutin miyara sejak menjadi murid guru ling.selain dari memasak,guru ling juga memerintahkan miyara melakukan semua itu pada pagi hari.lagian miyara sudab terbiasa melakukan semua itu di kehidupan lamanya


ketika miyara sedang berlari dengan beban batu besar di pundaknya,terjadi keanehan didalam badannya


"arrggghhhhhh"jerit miyara kesakitan sambil berbaring di atas tanah


"arrgggggghhhhhhh"jerit miyara apabila merasakan badanya seperti tercabik cabik dan dahinya merasakan kepanasan


guru ling diikuti oleh beberapa pelayan bergegas ke tempat miyara ketika mendengar jeritannya


"miyara,mi'er"panggil guru ling panik sembari menepuk pipi miyara perlahan


miyara yang masih meringis meringis kesakitan tidak menyahut panggilan gurunya.butiran keringat bermunculan di dahinya dan matanya yang terpejam erat


"cepat,angkat dia ke dalam air hangat"perintah guru ling kepada para pelayan


miyara di angkat oleh pelayan menuju ke halaman belakang yang memang sudah tersedia air hangat di dalam bak mandi yang sering digunakan miyara untuk berendam


"kalian pergi ke setiap sisi halaman ini dan pasang formasi pelindung"perintah guru ling yang berada di belakang miyara yang sudah berada di dalam bak mandi


sesuai perintah para pelayan pergi ke setiap sisi halaman belakang dan mulai memasang formasi pelindung


"mi'er,kekalkan kesedaranmu dan lawan semua kesakitan itu"nasihat guru ling dan meletakkan tapak tangannya di pundak miyara.butiran cahaya ungu keluar dari tapak tangan guru ling dan memasuki badan miyara


......................


di dalam alam bawah sedar miyara,miyara sedang berdiri berseorangan di dalam satu ruangan yang aneh


"hello,apakah ada sesiapa!!!" teriak miyara sehingga suaranya bergema di dalam ruangan aneh itu


ruangan tersebut beriisikan dua buah bunga yang berlainan sifat.di sebelah kanan,terdapat bunga bercahaya putih bersih malahan terdapat beberapa kristal bercahay terang di setiap kelopak bunga tersebut.bau yang harum juga keluar dari bunga itu


di sebelah kiri pula,terdapat bunga yang terbalikan dari bunga di sebelah kanan.bunga mengeluarkan aura kematian dan bercahaya hitam.di setiap kelopak terdapat tengkorak manusia yang menyeramkan


yang lebih aneh pula,akar akar bunga itu bercantum erat.cahaya putih dan hitam bersatu dengan sempurna sekali.akar bunga yang berwarna hitam melilit di akar bunga berwarna putih.akar hitam itu membentuk banyak duri tajam seolah olah menjaga bunga putih itu


akar bunga yang bercahaya putih dari bunga putih itu pula melilit kedalam bunga tersebut.akar itu kemudia mengeluarkan bau yang menenangkan dan mengobati semua fikiran manusia


"hebat bukan semua yang berada di hadapanmu"satu suara bergema di ruangan itu


"siapa kau,kenapa aku berada di sini"tanya miyara tegas kepada satu suara yang mengeluarkan tekanan yang mengintimidasi sesiapa pun yang mendengarkannya


"kau berada di sini kerana kau telah terpilih wahai manusia"sahut satu suara kepada miyara


terpilih.batin miyara bingung


"ingatlah ini manusia.setiap cahaya memerlukan kegelapan,setiap kegelapan memerlukan cahaya"ucap satu suara itu


"gunakan warisan itu dengan sebaiknya"sambung suara itu yang bergema di dalam ruangan itu


miyara yang bingung akan ucapan suara itu mengedarkan pandangannya kepada ruangan di hadapannya


di halaman belakang kediaman guru ling,guru ling yang menyalurkan energi spiritual menyedari tekanan yang dikeluarkan dari tubuh miyara yang akan meledak


dengan panik,guru ling memasang formasi pelindung di sekelilingnya dan


boomm


ledakan energi dari tekanan yang dikeluarkan menghancurkan halaman belakang.untung sahaja ledakan itu tidak memberi kesan terhadap seluruh bangunan di kediaman itu kerana sudah dipasangkan formasi pelindung di sekeliling halaman.guru ling yang menyedari kuasa ledakan itu mungkin menghancurkan kediaman.guru ling melihat retakan di formasi pelindungnya mengedutkan bibirnya


"baringkan dia di kamarnya"arah guru ling dan pergi dari halaman belakang untuk bemeditasi memulihkan energi spiritualnya yang terkuras sebentar tadi