
kriinngg
kriinngg
bunyi bel pulang sekolah berbunyi nyaring menandakan kepulangan kesemua warga sekolah
terlihat langkah seorang gadis yang terburu buru keluar dari perkarangan sekolah dan menuju ke gang yang sempit
di camp militer
"jalankan sesuai rencana kita"arah seorang gadis dengan suara tegas
"siap komander"balas semua tentara militer patuh dan menyiapkan kebutuhan yang diperlukan untuk misi kali ini
seorang gadis yang dipanggil komander keluar dari tenda para tentara dan pergi untuk mengambil persenjataannya di ruang senjata
dengan langkah yang tenang dan tegas,gadis itu pergi ke sebuah tenda yang dikhususkan untuk persenjataan
terlihat cambuk,beberapa senapang,pistol,dan bom berukuran mini terpapar indah di tenda tersebut,sebuah tangan ramping dan seputih giok terjulur ke arah senjata tersebut dan memilih beberapa senjata
"kok perasaanku ga enak yah"ucapnya perlahan sambil mengelus dadanya
"yah,mungkin perasaanku aja"ucap gadis itu perlahan
di bangunan terpencil
sekumpulan tentara berkumpul di dalam semak sambil memerhatikan pergerakan di bangunan itu
"tim helikopter sudah siap di lokasi"lapor seorang tentara kepada komandernya
"bagus,mulakan rencananya"ucap komander itu kepada tentaranya
"siap komander yara"balas tentara itu kepada komandernya yang lebih dikenali dengan nama komander yara
beberapa prajurit berpecah dan bergerak ke lokasi yang ditentukan
duaarr
duaarrr
beberapa bom berukuran raksasa dilepaskan ke atas bangunan tersebut melalui helikopter tersebut
"mulai"ucap komander yara tegas dan menuju ke pintu masuk bangunan itu diikuti dengan bawahannya yang lain
sebuah bola berisi gas beracun dilepaskan ke arah pintu masuk dan menewaskan beberapa penjaga
terlihat siluet hitam dan ramping memasuki bangunan itu dan diikuti beberapa tentera bawahannya.tergeletak beberapa mayat berceceran di lantai akibat bom yang dilepaskan oleh bawahannya
"selongkar bangunan ini dan hapuskan sisa sia yang ada"arah gadis tersebut kepada bawahannya
"baik komander"balas tentara itu tegas dan berpecar ke segala arah
gadis berpakaian hitam itu melangkah dengan tenang ke arah lantai atas.sesekali dia bertemu dengan anggota bangunan itu yang tersisa dan mengeluarkan senjata untuk menewaskannya
bunyi sepatu bergema di sepanjang koridor itu disusuli bunyi tembakan.langkah teratur diambil sambil mengangkat senjatanya menembak tepat ke titik vital.sesuai reputasinya sebagai komander termuda di ketentaraan militer dengan prestasinya yang berhasil menjabat jabatan komander di usia 15 tahun
"lapor komander,kami telah menahan pemimpin bangunan ini di salah satu ruangan"ucap salah satu tentara bawahannya melalui earpiece yang terpasang di telinga gadis itu
sebuah layar yang menunjukkan titik merah yang merupakan lokasi pemimpin itu terpancar di hadapan gadis itu
braakk
satu sosok pria kekar sedang duduk di kerusi mewah dengan gaya santai dengan beberapa gadis muda di sampingnya yang merupakan tentera bawahannya.tentera bawahannya yang lain berdiri tegap di belakang pria itu dan beberapa tentera mengelilingi ruangan itu
gadis itu yang tercengang melangkah perlahan ke hadapan sambil mengedipkan matanya
"kal..kalian kenapa ga menahan pria itu"tanya gadis itu tegas kepada tentera bawahannya yang sedang memasang wajah datar
"menahan..hahaha..mengapa mereka mahu menahan pemimpin mereka sendiri"ledek pria itu sambil tertawa
"pemimpin"tanya gadis itu sambil menaikkan alisnya hairan
"hahaha,rupanya rumor tentang komander termuda itu yang mempunyai kecantikan tanpa tara itu benar...bukankah begitu komander yara atau nian miyara"ucap pria itu sambil menyeringai dan menatap wajah gadis di hadapannya dengan tatapan menjijikan
"kau.."ucap miyara bingung ketika pria itu mengungkapkan namanya kerana nama aslinya tidak diketahui oleh sesiapa pun walaupun tentara bawahannya kecuali..
miyara menatap tajam gadis yang duduk di samping pria itu.hanya dia yang mengetahui nama aslinya kerana dia adalah orang kepercayaannya sekaligus temannya sejak kecil
gadis yang duduk disamping pria itu menyedari tatapan miyara dan melambaikan tangan sambil menatap miyara jijik
"ga usah basa basi,semuanya serang!!"arah gadis itu kepada para tentara
miyara yang menyedari situasi ini mengeluarkan cambuknya dan menangkis tembakan bertubi tubi dari orang yang berada di sekelilingnya
dorrr
dorrr
dorrr
dengan gesit miyara menangkis tembakan bertubi tubi itu dengan cambuknya sehingga semua peluru habis tidak tersisa.tiada satu pun calar di badannya atau tembakan yang meleset
pria yang duduk di kerusi mewah itu berdecak kagum dengan kemampuan miyara yang sesuai dengan rumornya.gadis yang berada di sampingnya menggertakkan gigi geram
miyara yang memegang cambuknya dan melompat ke arah pria itu
ketika mendekati jarak satu meter terlihat perisai tak kasat mata yang bersinar dan melindungi pria itu.sebuah tembakan meleset tanpa miyara sedari dan menembus dadanya
miyara yang terjatuh ke lantai memegang dadanya bercak darah sambil membulatkan matanya.alat itu perisai tak kasat mata itu adalah murni ciptaannya dan diserahkan kepada pihak atasan militer untuk digunakan dalam misi penting
"heh,nampaknya kau mengetahui siapa aku sebenarnya.pihak atasan sudah lama mahu menyingkirkan kau dan membuat misi palsu khas untukmu"ucap pria itu sambil tersenyum sinis dan melangkah ke arah miyara perlahan
"mengapa.."lirih miyara perlahan sambil merenungi semua perjuangannya di kemiliteran dan dibalas dengan pengkhianatan
"hahahaha,pihak atasan selalu tergugat dengan kemunculan kau yang menonjol dan kemampuan yang kau perlihatkan"balas pria itu sinis
"jadi ara..sudah siap dengan kata terakhirmu"ucap gadis yang berdiri di samping pria itu
"kau..kau tidak layak memanggilku dengan sebutan itu"ucap miyara dan menatap temannya tajam
"hahahahaha..benar temanku,ini hari terindah dari hidupku melihat keadaanmu.heh,asal kau tau aku sudah muak berdiri di bayangmu"ucap gadis itu jijik dan menondongkan pistolnya di hadapan miyara
"muak...hehehehe,jika aku mati kalian juga harus mengikutiku!!!"teriak miyara lantang dan menekan tombol di pinggangnya
"awass!!dia mengaktifkan bom kecemasan!!"teriak pria itu panik dan melangkah pergi dari ruangan itu diikuti dengan yang lain
"heh,terlambat"ucap miyara singkat dan melompat ke arah mereka
duaarrrr