
sinar mentari memancar terang terang menerangi sebuah hutan yang dipenuhi binatang buas dan pelbagai tanaman dan herba.aliran sungai dan air terjun mengalir tenang di dalam hutan tersebut yang dihuni oleh binatang buas dan satu sosok yang terdampar di lapangan luas
sebuah tapak tangan terulur menutupi sinar matahari yang menyilaukan mata
"ssttt"ringis seorang gadis sambil bangun perlahan dan memerhatikan persekitarannya
"ini..tempat ini kok familier banget"ucap miyara perlahan dan mencuba mengingatnya
flashback on
wuusshh
beberapa panah yang bersinar putih terang dan menyilaukan mata melayang ke arah seorang pria yang berjubah hitam
sebuah perisai gelap terbentuk di sekeliling pria itu dan memblokir serangan panah tadi.sebuah bola berukuran raksasa berwarna hitam gelap dilayangkan kepada gadis di hadapannya
gadis memakai hanfu putih polos melayangkan pedangnya dan membelah bola raksasa yang menuju ke arah
hufftt
lirih gadis itu sambil membungkuk kepenatan.pertarungannya dengan pria berjubah hitam itu telah berlangsung antara beberapa jam tetapi tidak terlihat siapa pemenangnya
"heh,pertarungan kita sering tertunda tanpa pemenang"ucap pria berjubah hitam ngos ngosan menandakan kelelahan akibat saking lamanya pertarungan mereka dan tidak menunjukkan pemenang antara mereka
"tapi aku dewi suci akan menewaskan kau hari ni kaisar iblis"ucap gadis itu sambil bangun dengan susah payah
"hehehe,kau memang ga pernah berubah.mi'er"ucap pria yang bergelar kaisar iblis itu sambil tersenyum tipis kepada gadis di hadapannya
"kau...berhenti memanggilku dengan panggilan itu"balas gadis iaitu sang dewi suci dengan kesal dan melayangkan pedangnya yang berbalut sinar putih kepada kaisar iblis itu
"bukankah kau menyukainya.mi'er"balas pria itu sambil terkekeh perlahan dan melayang di atas untuk mengelak dari serangan pedang dewi suci
"ga!!aku ga pernah menyukainya"ucap dewi suci kesal dan melayang di atas mengejar kaisar iblis
terlihat siluet hitam dan putih di udara yang menghembuskan angin malam untuk menemani suasana peperangan yang menyaksikan pertarungan antara alam iblis dan alam dewa dewi sehingga peperangan ini akan mengukir sejarah di masa depan.mereka juga tidak campur tangan dalam pertarungan antara kaisar iblis dan dewi suci kerana sudah diketahui umum kalau mereka berdua adalah musuh yang sudah diciptakan oleh sang pencipta
"benarkah mi'er"balas kaisar iblis sambil melayangkan serangan pedangnya yang berbalut sinar hitam
"benar,hari ini aku akan menghapuskan kau dan semua iblis kejam itu"balas dewi suci tegas sambil menahan serangan pedang itu dan melayangkan pedangnya ke arah kaisar iblis
"semoga keputusanmu benar mi'er"ucap kaisar iblis lembut dan menahan pedang dewi suci sambil memblokirnya.kaisar iblis secara perlahan lahan mendekati gadis yang berada di hadapannya
"kau..apa yang kau lakukan"ucap dewi suci panik dan mencuba melepaskan pedangnya.kaisar iblis kini sudah berhadapan dengan dewi suci dan jarak mereka hanya dipisahkan oleh hidung mereka sehingga boleh terdengar deru nafas mereka
wajah kaisar iblis yang tampan tanpa tara berada di hadapan mata dewi suci.wajah putih bersin tanpa cacat cela.bibir merah tipis yang menggoda,hidung mancung yang terletak elok dan sepasang mata yang berwarna hitam pekat sehingga dapat melemaskan sesiapa yang melihatnya
"aku mencintaimu"ucap kaisar iblis lembut dan mendekatkan wajahnya perlahan kearah dewi suci
dewi suci yang terbinggung tidak dapat bereaksi dengan ucapan yang didengarnya sehingga bibirnya menyentuh satu benda lembut yang menghanyutkan
masa dan detik antara mereka seakan terhenti seolah olah mereka terhanyut oleh perasaan.tiba tiba energi spiritual meningkat naik di sekeliling kaisar iblis dan mengkagetkan dewi suci
"kau.."lirih dewi suci perlahan ketika bibir mereka terlepas.terlihat jelas bibirnya yang membengkak kerana ciuman tadi dan wajahnya yang merah merona
"kau pemenangnya,mi'er"ucap kaisar iblis perlahan sambil menatap lembut gadis dihadapannya
duaarrr
suara ledakan terdengar di dalam peperangan itu.mereka yang sedang berperang menghentikan peperangan mereka sebentar ketika mendengar ledakan itu
"kaisar iblis sudah tewas,lenyapkan semua iblis yang tersisa!!!"teriak seorang pria lantang yang merupakan petinggi di alam dewa dewi
"serang!!!"teriak semua dewa dewi semangat dan melayangkan serangan ke arah semua iblis yang tersisa.ada juga beberapa iblis yang hilang arah kerana sudah kehilangan pemimpinnya notabenya kaisar iblis
dewi suci yang masih melayang di atas mengepalkan tangannya erat
"kau..aku yang harus menewasakanmu kaisar iblis bukannya berakhir dengan cara ini"gumam dewi suci geram ketika melihat tindakan kaisar iblis yang meledakkan diri
"heh,aku memang benar dengan keputusanku untuk melupakan dirimu"ucap dewi suci tegas tetapi dia tak akan pernah menyangka bahawa keputusannya akan disesali selama lamanya
di istan**a suci**
"kau pemenangnya mi'er"
sepasang mata terbuka laju apabila perkataan itu bergema di kepalanya
dewi suci yang sedang berkultivasi menghembuskan nafasnya perlahan.dia bangkit dari posisi lotusnya dan menuju ke kamarnya sambil memikirkan perkara yang bermasalah dalam badannya kerana sering mengingat kejadian di peperangan yang telah berlaku.perkara tersebut selalu berlegar legar di kepalanya ketika dia berkultivasi bahkan sedang tidur
sesampainya di kamar,dewi suci melemparkan pandangan di sekeliling kamarnya yang mewah sesuai dengan posisinya sebagai satu satunya dewi suci di alam dewa dewi
dewi suci melangkah ke depan cermin di meja riasan yang memantulkan wajahnya yang cantik tanpa tara.wajah seputih giok,bibir merah merekah,pipi yang sedikit tembah dihiasi sepasang lesung pipit dan sepasang mata berwarna emas menggoda.
apakah keputusanku benar.batin gadis itu
flashback off
"argghhh"rintih miyara kesakitan apabila kepalanya terasa seperti ditusuk benda tajam ketika cuba mengingat hubungannya dengan hutan ini
kepalanya terasa sakit sehingga pandangan di depannya kabur dan jatuh tidak sadarkan diri