Sang Dewi

Sang Dewi
Sang Dewi


Malam hari nya. Raya dan mama Kinanti sudah menyelesaikan makan malam, dan berada di kamar masing-masing sekarang. Tiba-tiba Raya teringat dengan kejadian sebelum dia pingsan.


"Rubah putih itu... Kenapa bisa muncul di tengah-tengah kota begini? " Gumam Raya.


Jika dipikir pikir, mustahil seekor hewan hutan bisa sampai ke kota. Aneh sekali.


"Kenapa ya? Apa terjadi pembukaan lahan baru? Itu bisa saja. Tapi aneh sekali. Rubah itu berwarna putih. Seputih salju. Dan yang lebih gila, dia bisa membesar! " Raya hampir saja memekik karena perubahan aneh rubah tadi.


"Aku rasa aku terlalu lelah. Haahhh"


"Raya.... "


"Mama manggil, kenapa? " Raya langsung bangkit dari ranjang nya. Dan menuju kamar mamanya.


"Mama memanggilku? " Tanya Raya menyembuhkan kepala dari balik pintu.


"Tidak Raya. Memang nya kenapa? Kau butuh sesuatu? " Tanya mama.


"Tidak, ma. Raya kira mama manggil Raya. Ya sudah kalau begitu Raya ke kamar lagi" Ucap Raya.


"Iya. Langsung tidur ya. " Balas mama Kinanti.


Begitu sampai di kamar, Raya malah menggaruki kepala nya.


"Yang benar saja.. Telinga ku sudah di ko- aahhpppff!! " Raya meronta berusaha melepas balapan di mulut nya.


"Sssyyuutt tenanglah. Ini aku, Ryon. "


Raya mendelik, berusaha melihat wajah orang di belakangnya. Namun itu sia-sia. Melirik kesamping saja susah. Akhirnya Raya hanya bisa menendang kakinya kebelakang.


"Percayalah ini aku!! " Ryon langsung melepas bekapan dari mulut Raya.


"Kau gila! " Umpat Raya


"Maaf. Tapi aku tidak punya cara lain. " Ucap Ryon penuh sesal.


"Kenapa kau kesini?! " Tanya Raya


"Kau harus membantu ku! "


"Bantu apa.. Kenapa kau bisa jauh jauh kesini?! "


"Ayolah Raya.. Jangan bertanya dulu, ini masalah penting. Aku harus membawamu ke suatu tempat untuk bertemu seseorang. " Desak Ryon.


"Jangan khawatir Raya, ibu mu sudah tertidur pulas sekarang. Dan tidak akan bangun sampai pagi menjelang. " Jelas Ryon.


"Kau! Apa yang kau lakukan pada ibuku! " Raya mendorong tubuh Ryon Dan berlari ke kamar mama Kinanti.


"Ma!! Mama!!! Bangun ayo cepat! " Raya mengguncang tubuh mama Kinanti.


"Percuma Raya. Aku susah memantrai ibu mu. Dia tidak akan bangun sampai besok. " Ucap Ryon sekali lagi.


"Kenapa kau ini.! " Kemarahan Raya akhirnya meledak.


"Tolong lah Raya. Aku mohon... Kau harus ikut dengan ku bertemu dengan Tuan. Kalau tidak. Kita semua akan dalam bahaya." jawab Ryon cepat.


"Apa maksud mu! Bahaya apa yang kau maksud?! "


Tanpa menjawab pertanyaan saya, Ryon segera merubah kalungnya menjadi tongkat Bulan Bintang miliknya, kemudian dia bersiul. Tiba-tiba melompatlah seekor rubah putih yang ditemui Raya tadi siang


"Bagaimana bisa rubah ini ada di sini" tanya Raya


"Ayo, membesarlah" kemudian rubah itu berubah menjadi besar dan mengeluarkan 8 ekornya.


Raya syok, hingga terduduk, dia membekap mulutnya sendiri


"Ayo, cepatlah Raya, waktu kita tidak banyak" kemudian tanpa aba-aba, Ryon menarik raya dan mendudukkan Raya di depannya, mereka berdua tiba-tiba terbang ke langit


Raya tidak tahu ada di mana, intinya dia melihat banyak sekali awan, dan juga langit malam yang penuh dengan bintang, tidak lama mereka tiba di sebuah istana. Entah istana Apa itu, Raya sendiri tidak tahu, istana itu terdapat 12 bola, dan 4 diantaranya sudah kehilangan cahaya.


Rian menggendong Raya untuk Turun ke bawah, begitu mereka turun, rubah tersebut sudah berubah menjadi kecil kembali


"Ayo masuk, kau sudah disambut di sini"


Ryan berjalan mendahului Raya. Raya kebingungan. Setiap langkah kaki Raya, mengeluarkan cahaya di lantai istana itu.


" Ryon aku di mana?''tanya Raya


"Tenanglah Raya kau aman di sini dan semua teman-temanku sudah menyambutmu di sini. ''


Raya terus mengikuti Rion hingga mereka sampai di sebuah pintu berwarna putih dengan corak biru-biru membuka pintu tersebut dan terlihatlah sebuah Aula yang lebih luas lagi. Rion berlutut dan memberi salam kepada orang yang berdiri di sana .


Thx 🌹