
Jam makan siang...
Seperti biasanya. Raya menuju tempat makan dan mengambil jatah nya. Sudah di siapkan di atas nampan. Raya tak sekali pun tersenyum. Pandangan nya hanya terfokus ke depan, jangan lupa wajah datar dan dingin nya. Karena hal itu, ia selalu di sebut anak aneh. Dan sering nya mengalami kejadian aneh di luar nalar, Teman-teman nya semakin mengatai nya anak aneh.
"Hai penjaga Roy. Boleh aku duduk di sini?? " Raya.
"Tentu saja. " Balas penjaga Roy.
Raya duduk di sebrang penjaga Roy. Penjaga Roy sengaja menyiapkan 2 kursi dan 1 meja untuk nya dan Raya.
"Apa hari mu menyenangkan?? " Memulai percakapan.
"Tidak!"
"Biar aku tebak. Hal aneh kembali terjadi pada mu??, dan kau di jahili oleh anak berandalan itu?. " Tebak penjaga Roy.
"Ya... Kau benar. Dan kali ini.. Hal aneh itu kembali lagi. Berkaitan dengan air. " Balas Raya sambil memakan makanan nya.
Penjaga Roy terlihat berpikir.
"Tidak kah kau memperhatikan nya?? " Tanya penjaga.
"Apa??!. "
"Entah lah.. " Jawab penjaga Roy sambil menggerakkan kedua bahu nya.
"Haaarrghh.... Lupa kan saja... Biar saja kehidupan ku begini... Mungkin ini takdir kesialan ku. " Pasrah Raya.
Aku harap kau bisa bertahan sebentar lagi. Lalu hidup mu akan berubah. batin penjaga Roy.
KRING!!!!!
"Ah bel itu, ya sudah kalau begitu aku kembali ke kelas. Sampai jumpa lagi penjaga Roy! " pamit Raya.
Rata langsung menuju kelas nya setelah mengembalikan nampan tempat makanan. Dan mengikuti pelajaran hingga kelas berakhir.
KRINGG!!!!
"Akhirnya.. aku harus cepat ke laboratorium. " monolog nya.
Di depan laboratorium..
"Hai Raya. Wah seperti, kau selalu tepat waktu ya.. " sapa Prof. Argero.
"Ow.. hai profesor Argero. Ya, aku benci terlambat. " balas Raya
Profesor Argero adalah seorang peneliti kimia di sekolah Rotalion. Dan Raya adalah satu-satunya murid yang paling dekat dengan dirinya. Mereka sama-sama dingin dan datar.
Raya langsung mengambil peralatan. Yang paling ia sukai ketika datang lebih awal adalah, dia bisa memilih peralatan terbaik dan bagus. Dan tempat duduk paling cocok. Dan biasanya dia akan mengambil tempat di pojok kanan depan. Ia sudah siap dengan jas praktikum nya kaca mata dan sarung tangan.
Profesor Argero sudah standby di meja nya. Sambil menunggu siswa lain berdatangan. Dia hanya duduk diam, sambil sesekali mengecek bahan untuk kelas nya.
15 menit berlalu.....
Lab, sudah penuh oleh beberapa siswa yang mengikuti kelas. Dan tanpa membuang waktu, Kelas langsung di mulai. Prof Argero menjelaskan materi sambil mempraktikkan eksperimen kimia nya. Dan siswa terlihat mengangguk sambil mencoba eksperimen yang di lakukan Prof. Argero.
Satu setengah jam berlalu... Kelas sudah selesai dan para siswa bubar ke tujuan mereka masing-masing. Raya menghampiri Prof. Argero.
"Eksperimen yang menyenangkan Prof. Argero. Semoga minggu depan akan lebih menarik lagi " ujar nya.
Prof. Argero hanya tersenyum simpul. Raya tidak langsung pulang ke rumah nya. Dia menuju perpustakaan sekolah. Dan meminjam beberapa buku. Setelah nya dia langsung pulang ke rumah nya menggunakan Bis.
Dan sampai di rumah sudah pukul 7 malam. Lampu rumah sudah menyala, tanda nya mama sudah pulang. Mereka makan malam, dan mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah lelah setelah beraktivitas seharian.